I Run To You
Author: yeyekiss
Title: I Run To You
Cast: Cho kyuhyun, Lee Jaehee (OC), Cho Jisung (OC), Lee Donghae
Category: Romance, Family, Fight, NC-21, Yadong, Oneshoot.
FF Project Anniversary
Halo halo~
Pertama-tama aku mau ngucapin Happy birthday buat flyingncff~~~
Semoga makin jaya selalu dan terus ngepost ff yang makin seru dan makin hot (?)!
Kedua, Aku selama ini selalu jadi readers disini dan tiba2 tertantang untuk mencoba menulis ff dan ikutan kontes birthday flyingnc.
So, i hope you enjoy this story as much as i do~
Terus, fighting buat Super Junior yang lagi comeback setelah 2 tahun dengan album #MAMACITA. Keep supporting the boys!
Jaehee POV
Halo, namaku Jae Hee. Lee Jaehee lengkapnya. Aku seorang ibu rumah tangga yang mempunyai seorang anak berumur 2 tahun bernama Ji Sung. Nama lengkapnya adalah Cho Ji Sung. Namanya terinspirasi dari seorang pesepak bola terkenal Korea bernama Park Ji Sung. Suamiku yang memberi namanya Ji Sung karena dia adalah penggemar sejati dunia sepak bola. Nama suamiku adalah Cho Kyuhyun.
Dia adalah seorang pemilik agensi promotor yang terkenal selalu mendatangkan artis-artis hollywood untuk mengadakan konser di Korea. Itulah yang membuatnya jarang meluangkan waktunya buat aku dan Jisung. Jangankan untuk bermain dengan Jisung, dia selalu pergi ke kantor pagi-pagi sekali sebelum jisung bangun, dan pulang sesudah Jisung tidur, bahkan jika artis yang ia datangkan sangat terkenal, dia tak pernah pulang ke rumah dan terpaksa tidur di kantor. Jisung tidak pernah protes pada ayahnya.
Untuk anak umur 2 tahun, dia sepertinya mengerti dengan pekerjaan ayahnya. Aku sudah berkali-kali mengingatkan kyuhyun untuk sedikitnya meluangkan waktunya untuk anaknya, aku bahkan meragukan bahwa apakah kyuhyun mengingat kalau dia sudah memiliki istri dan anaknya.
Tapi semua itu sia-sia dan semuanya akan berakhir dengan pertengkaran tanpa ada penyelesaian. Berkali-kali aku berpikir untuk bercerai dengannya, tetapi aku tidak bisa. Mengingat aku mempunyai anak yang masih kecil yang masih membutuhkan kedua orang tuanya, dan juga permintaan dari mendiang ayahnya Kyuhyun sebelum beliau meninggal untuk tetap berada disisi Kyuhyun sampai maut memisahkan kami berdua.
Tentu Kyuhyun tidak tahu Appa-nya mengatakan janji ini, karena pada detik2 terakhir ayahnya meninggal, kyuhyun sedang di Seoul mengurusi artis hollywood yang akan mengadakan konser di Korea. Dan kata-kata Appa-nya itu selalu terngiang2 di otakku.
Aku bertemu dengan Kyuhyun di sebuah konser, yaitu konser Avril Lavigne. Ya, aku penggemar berat lagu2nya. Pada saat itu aku melihatnya berada di belakang para penonton sedang mengawasi konser yang berlangsung. Disanalah awal kami bertemu. Makannya aku berterimakasih sekali kepada Avril Lavigne karena secara tidak langsung dia mempertemukan aku dengan Kyuhyun, jodohku.
Pernikahan kami baru berumur 3 tahun. Kata orang tua dulu, di tahun inilah banyak yang bilang pasangan-pasangan yang sudah menikah akan lebih banyak cobaannya. Dan kami adalah salah satu dari pasangan-pasangan itu. Hampir setiap hari kami bertengkar, tetapi kami tidak pernah bertengkar di depan Jisung. Takut membuat mentalnya buruk. Aku bertanya-tanya apakah Kyuhyun masih mencintaiku apa tidak? Huh, aku benar-benar muak.
Krek..
Aku mendengar pintu depan apartment kami terbuka menandakan bahwa Kyuhyun akhirnya sudah pulang. Finally…. Batinku.
Aku mendengar pintu depan apartment kami terbuka menandakan bahwa Kyuhyun akhirnya sudah pulang. Finally…. Batinku.
“Sudah pulang?” Tanyaku keluar dari kamar Jisung. Dia hanya bergumam. Lalu dia langsung menghempaskan badannya ke sofa di ruang keluarga.
“Sudah makan? Aku akan siapkan sekarang. Atau mau mandi dulu? Air panasnya tinggal dinyalakan. Atau mau langsung ti…”
“Bisakah kau diam? Bertanyanya satu-satu dong. Bisa tidak sih?” Potong Kyuhyun dengan marah. Raut wajahnya menandakan dia sedang stress. Aku pun diam. Dalam hatiku aku marah sekali. Ingin sekali membalas pertanyaan Kyuhyun dengan “aku kan cuma perhatian saja kepadamu memangnya salah?!” Tapi aku harus menahannya, demi kelangsungan rumah tangga kami. Aku tidak mau menghabiskan tenagaku dengan hal-hal yang tidak berguna.
“Baiklah..” Aku menghampiri Kyuhyun yang terduduk lelah di sofa. Maksudku ingin memijat bahunya tetapi dia menepis tanganku
“Jangan sentuh aku.” Tegasnya. Ya ampun, ingin rasanya mengangis dan berteriak padanya bahwa aku memang muak dengan semua ini. Aku pun menarik nafas sedalam-dalamnya dan membuangnya dengan keras. Sabar Lee Jaehee, sabar… Batinku lagi.
“Tadi Jisung menonton sepakbola di tv. Dia sepertinya suka dengan olah raga itu. Lalu dia bertanya apakah dia bisa bermain dengan ay…” Omonganku dipotong oleh Kyuhyun dengan dia bangkit dari sofa dan menatapku geram. Aku menundukkan kepalaku karena takut dengan tatapan tajamnya Kyuhyun.
Kami berdua hanya diam. Aku menatap kedua tanganku yang kukepal yang sudah berkeringat. Setelah hampir 5 menit kami hanya diam, Kyuhyun hendak berjalan ke arah kamar kami berdua saat aku dengan cepat mencegahnya untuk pergi dengan meraih tangan kirinya dan berkata, ” Oppa, kenapa sih? Tidak bisakah sehari tidak marah? Apa oppa sudah tidak mencintaiku lagi?” Akhirnya kedua air mataku jatuh ke kedua pipiku. Wajahku sudah memerah menahan amarah.
Aku benar-benar sudah muak. Aku akan mengatakan segalanya yang selama ini aku pendam. No holding back anymore. Kyuhyun terlihat kaget dengan pernyataanku barusan, dan kaget melihat air mata yang jatuh dari kedua mataku. Selama ini Kyuhyun selalu melihat sisiku yang kuat, sisiku yang seakan-akan jika ada badai yang menerpa, aku tidak akan roboh, dan tidak perlu bantuan orang lain.
Dan ini membuat Kyuhyun semakin kesal. Tidakkah Jaehee mengerti bahwa dirinya sangatlah sibuk untuk mencari nafkah untuk Jaehee-nya ini? Untuk Jisung juga? Tidakkah dia melihat betapa lelahnya aku ini mengais sesuap nasi kepada artis-artis hollywood yang mengadakan konsernya disini? Dengan perasaan marah Kyuhyun melepaskan tangan kirinya yang digenggam kuat oleh Jaehee.
Author’s POV
“Apa kau mengerti kalau aku pulang ke rumah dalam keadaan lelah, lalu kau memborbardirku dengan berjuta pertanyaan?” Teriak Kyuhyun. Jaehee yang masih tertunduk terus menerus menghapus air matanya yang terus berjatuhan. Sudah, aku tidak sanggup lagi…. Batin Jaehee.
“Apa kau mengerti kalau aku pulang ke rumah dalam keadaan lelah, lalu kau memborbardirku dengan berjuta pertanyaan?” Teriak Kyuhyun. Jaehee yang masih tertunduk terus menerus menghapus air matanya yang terus berjatuhan. Sudah, aku tidak sanggup lagi…. Batin Jaehee.
“Oppa, aku….. Mau…… Minta ce….”
Kyuhyun yang seakan tahu apa yang akan dikatakan Jaeehe selanjutnya langsung berbalik badan ke arah pintu apartment-nya dan mengambil jaket dan kunci mobil, barang-barang seperlunya Kyuhyun dan langsung pergi, tak lupa untuk menggebrakkan pintunya dengan keras membuat Jaehee terkejut.
“OPPA!……” Teriak Jaehee lalu menghempaskan dirinya ke lantai berlutut dan menangis meraung-raung mengeluarkan seluruh perasaan-nya yang tidak bisa ia tampung lagi. Malam ini masih diwarnai oleh pertengkaran yang hebat. Lebih hebat dari sebelum-sebelumnya.
Kring kring..
Jaehee perlahan membuka kedua matanya dan tersentak ketika mendengar bunyi nyaring alarm dari jam-nya yang menunjukkan pukul 6 pagi. Jaehee langsung mematikan jam-nya yang terus berbunyi. Saat ia melihat ke arah samping kasurnya, ia tidak dapat melihat Kyuhyun sedang tertidur.
Ternyata Kyuhyun benar-benar tidak pulang ke rumah setelah pertengkaran hebat tadi malam. Jaehee pun mengeluh dan menyandarkan dirinya ke sandaran kasur dan terisak. Apakah ia masih sanggup mempertahankan rumah tangga ini jika Kyuhyun seperti ini terus? Sebelumnya pertengkaran seperti ini tidak pernah terjadi sampai menyebabkan Kyuhyun tidak pulang ke rumah. Ia pun segera menghapus air matanya yang terjatuh dan segera bangkit dari kasur untuk memulai hari yang…. Mudah-mudahan cerah. Batinnya.
08.05 AM
“Eomma..?” Suara serak Jisung terdengar dari pintu kamar Jisung
“Eomma disini sayang, di dapur” teriak Jaehee. Lalu terdengar hentakan kaki kecil menuju dapur. Jaehee yang melihat bocah manisnya itu menghampirinya segera menghentikan kegiatan memasak makanan untuk Jisung dan menghampiri Jisung dengan tangan terbuka lebar dan membungkukkan badannya agar sejajar dengan tinggi Jisung. Lalu ia gendong Jisung sambil membubuhkan ciuman kecil di bibir Jisung.
“Tidurnya nyenyak sayang?” Tanya Jaehee menyingkirkan poni Jisung yang menghalangi dahinya yang indah dan lebar, turunan dari Kyuhyun. Jisung pun mengangguk.
“Eomma sudah buatkan bubur labu buat kamu. Ayo kita cuci tangan, cuci muka, lalu kita makan. Ok?”
“Ok eomma” senyum Jisung kepada Jaehee. Lalu Jaehee menurunkan Jisung dari gendongannya dan mengajak Jisung ke kamar mandi untuk menuntaskan kegiatan yang diperintahkan oleh Jaehee. Setelah selesai, mereka berdua menghampiri meja makan dan Jaehee mempersiapkan bubur labu untuknya dan Jisung.
“Jisung, hari ini kita pergi ke rumah halmoni ya? Halmoni rindu sekali dengan Jisung” kata Jaehee sambil memperhatikan Jisung yang sedang melahap bubur labunya tanpa bantuan Jaehee sehingga menyebabkan bubur labunya ada yang tumpah ke meja, bajunya dan mengotori pipinya yang chubby. Jisung termasuk anak yang mandiri untuk anak seumurannya karena semenjak 3 bulan yang lalu, Jisung sendiri yang berinisiatif mengambil sendok dan memakan makanannya sendiri.
“Ok eomma. Apakah kita akan pergi dengan appa?” Tanya Jisung polos yang membuat Jaehee sedikit tersentak. Memori akan pertengkarannya dengan Kyuhyun tadi malam kembali teringat olehnya. Jaehee yang tidak ingin membuat anaknya khawatir perlahan tersenyum dan menjawab pertanyaan Jisung dengan tegas.
“Tidak sayang, appa kan sedang bekerja… Lain kali kita pergi ke rumah halmoni dengan appa. Ok?” Jisung yang mendengarnya segera menghentikan kegiatan makannya dan menunduk sedih. Jisung jelas-jelas kecewa dengan pernyataan Jaehee yang menjelaskan bahwa Kyuhyun lagi-lagi tidak dapat meluangkan waktunya untuk Jisung.
Jaehee yang melihat kesedihan Jisung perlahan bangkit dari kursinya dan menghampiri Jisung yang masih tertunduk di kursi makannya.
Jaehee yang melihat kesedihan Jisung perlahan bangkit dari kursinya dan menghampiri Jisung yang masih tertunduk di kursi makannya.
“Jisung, Appa kan sekarang sedang bekerja untuk Jisung juga. Appa sedang mencari uang untuk membelikan Jisung mainan. Jadi jangan sedih ya?” Kata Jaehee sambil menenangkan Jaehee. Jisung yang mendengar ini perlahan mendongakkan kepalanya ke arah Jaehee dan membuka kedua tangganya minta gendong. Jaehee yang melihatnya langsung mengabulkan permintaan Jisung dan mengajak Jisung ke ruang tv.
Jisung menenggelamkan kepalanya diantara leher Jaehee. Jaehee dengan perasaan bersalah perlahan mengusap punggungnya Jisung dan menggumamkan lagu kesukaan Jisung. Setelah beberapa menit kemudian, Jisung meninggalkan leher Jaehee dan menatapnya.
“Eomma habis nangis?” Tanya Jisung polos. Jaehee yang terharu mendengarnya tidak sengaja meneteskan air matanya lagi yang tadinya hampir kering ia habiskan setelah melihat Kyuhyun tidak pulang ke rumah. Seakan mengerti, Jisung menghapus air mata Jaehee dari kedua matanya dan memeluk Jaehee lagi. Ternyata hari ini tidak dimulai dengan senyuman matahari kepadanya dan Jisung, melainkan dimulai dengan tangisan dari keduanya kepada sang matahari.
Author’s POV
8.16 PM
Di sebuah restoran seafood di Gangnam, terdapat Kyuhyun bersama teman sekantornya sekaligus sahabatnya yang masih lajang, Lee Donghae. Mereka sering menghabiskan waktu senggang mereka hanya berdua di restoran favorite mereka itu. Restoran itu mau tidak mau menjadi saksi bisu dimana Kyuhyun selalu mencurahkan semua isi hatinya kepada Donghae tentang apa pun, termasuk soal rumah tangganya yang saat ini menurut Kyuhyun sedang di ujung tanduk.
Malam ini merupakan malam kedua Kyuhyun melarikan diri dari rumah, terlalu jenuh dengan rumah yang ia tinggali bersama istrinya dan anaknya. Kyuhyun berencana untuk menghabiskan malam ini dengan mabuk-mabukkan lagi, seperti malam kemarin bersama sahabatnya.
“Yah, kamu malam ini tidak akan pulang ke rumah, lagi?” Tanya Donghae setelah ia memesan beberapa botol soju untuknya dan Kyuhyun. Kyuhyun hanya membalas dengan anggukan sambil terduduk lemas setelah seharian bekerja. Ia sengaja menghabiskan seharian penuh di kantor dan mengalihkan seluruh perhatiannya hanya untuk bekerja.
“Aku lama-lama kasihan dengan istrimu dan anakmu, setiap hari kau……” Perkataan Donghae dipotong oleh tatapan tajam yang menakutkannya Kyuhyun
“Okay, okay. Aku diam nih diam.” Kata Donghae sambil mengangkat kedua tangganya tanda menyerah. Setelah Kyuhyun terlihat tenang, Donghae melanjutkan ocehannya dengan mengubah topik.
“Yah Kyuhyun, kau tahu Leeteuk? Promotor saingan kita. Dia baru saja terkenan musibah..”
“Musibah? Musibah apa?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba tertarik kepada topik itu dan berubah menjadi sedikit iba.
“Musibah? Musibah apa?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba tertarik kepada topik itu dan berubah menjadi sedikit iba.
“Istrinya dan kedua anaknya meninggal karena pembunuhan dan disertai dengan pembunuhan” lanjut Donghae yang dibarengi dengan datangnya pelayan perempuan yang mengantarkan pesanan beberapa botol soju. Lalu Kyuhyun membuka satu botol dan menuangkannya ke dalam gelasnya dan gelas Donghae.
“Dan kau tahu? Dia sekarang berubah menjadi stress. Aku dengar dia mau dimasukkan ke rumah sakit jiwa..” Kata Donghae sambil meminum segelas soju yang tadi dituangkan oleh Kyuhyun.
“…kenapa bisa begitu, Hyung?” Tanya kyuhyun semakin penasaran. Tak lupa ia terus menerus meminum soju-nya yang sudah habis 1 botol. Tetapi ia masih kuat untuk meminum beberapa botol lagi karena dia termasuk orang yang kuat meminum minuman beralkohol.
“Kau tahu kan, dia salah satu promotor yang paling sukses. Perusahaan mereka diatas kita. Leeteuk itu pekerja keras. Aku dengar dia itu workaholic. Dia sampai menelantarkan istri dan kedua anaknya untuk memajukan perusahaannya.” Jelas Donghae.
Kyuhyun yang mendengar cerita Donghae tersentak dan jantungnya tiba-tiba berdetak dengan keras. Kejadiannya, ini hampir sama seperti denganku….. Batin Kyuhyun sadar. Ia terus memandangi gelas minuman yang ia pegang sambil memikirkan jika cerita yang menimpa Leeteuk terjadi padanya.
Bagaimana jadinya kalau ia ditinggal oleh Jaehee dan Jisung seperti itu? Apakah ia akan kuat menghadapi itu semua? Apakah ia akan berubah menjadi stress bahkan gila sampai masuk rumah sakit jiwa? Apakah ia bisa mencari pendamping hidup lagi jika Jaehee meninggalkannya? Baginya Jaehee adalah segalanya. Ia bagaikan sinar matahari yang datang ke kehidupan kelamnya dan menerangi seluruh ruang gelap dihatinya.
“Yah Kyuhyun, kamu dengar omonganku tidak? Sebaiknya kamu berubah lah, kamu tidak mau kan kalau….”
“Hyung, aku pergi!” Sahut Kyuhyun terburu-buru meninggalkan restoran favorite-nya itu, tidak lupa meninggalkan beberapa tip untuk pelayan. Ia segera menghampiri mobilnya yang ia parkir di basement dan meninggalkan tempat itu untuk kembali ke hidupnya, ke belahan jiwanya, sebelum terlambat.
Author’s POV
10.45 PM
Brak! Brak!
Brak! Brak!
Pintu apartment terbuka dan tertutup dengan keras. Jaehee yang keheranan dengan betapa kerasnya suara pintu depannya langsung lari dari dapur ke arah suara dan langsung terkejut dengan melihat Kyuhyun yang terhuyung-huyung seakan mau jatuh dan dengan gesitnya Jaehee menangkap badan Kyuhyun dan membopongnya ke sofa ruang tv.
“Kau mabuk?” Tanya Jaehee setelah menghirup nafas Kyuhyun yang bau alkohol. Ada apa dengannya sampai mabuk parah seperti ini? Batin Jaehee.
Kyuhyun mengerang saat merasakan Jaehee sedang melepaskan sepatu dan kaos kaki Kyuhyun lalu menidurkannya di sofa. Saat Jaehee bangkit dari sofa, Kyuhyun menahan Jaehee dengan mencegat tangannya.
“Duduk” perintah Kyuhyun. Lalu Jaehee terduduk kembali dan mengerutkan keningnya. Tiba-tiba Kyuhyun terduduk dan langsung memeluk Jaehee.
“oppa…”
“Peluk aku juga Jaehee, tolong…” Rintih Kyuhyun diantara leher Jaehee. Perlahan Jaehee memeluk badan Kyuhyun. Jaehee dapat merasakan adanya sesuatu yang mengganggu pikiran Kyuhyun saat ini.
“Oppa, kenapa..?” Tanya Jaehee sambil mengelus-elus punggung Kyuhyun yang tegang. Sesaat kemudian ia mendengar isakan dari Kyuhyun. Jaehee yang tersentak mencoba untuk melepaskan pelukannya tetapi pelukannya semakin erat karena Kyuhyun tidak berniat untuk melepaskannya.
“Jaehee, ma… Maafkan oppa ya..?” Tanya Kyuhyun tersendat-sendat karena isakan yang keluar dari Kyuhyun.
“Oppa kenapa tiba-tiba meminta maaf?” Tanya Jaehee balik keheranan. Bagaimana tidak, Kyuhyun yang pulang ke rumah sangat malam sekali dan dalam keadaan mabuk tiba-tiba meminta maaf kepanyanya.
“Ma… Maafkan oppa yang selama ini tidak pernah mem… Memperhatikanmu dan Jisung, tidak pernah me….meluangkan waktu untukmu dan Jisung.” Perlahan tangisan Kyuhyun mulai membasahi kaos berwarna putih milik Jaehee.
“Maaf juga oppa selalu memulai pertengkaran denganmu. Sebenarnya oppa tidak mau kita seperti ini. Tapi, karena tuntutan perkerjaan yang terlalu berat, oppa terpaksa tidak bisa meninggalkan pekerjaan oppa. Maaf….”
Pernyataan Jaehee yang mendengarkan pernyataan Kyuhyun dengan seksama terus menerus mengelus-elus punggung Kyuhyun agar Kyuhyun bisa tenang. Ingin rasanya ikut menangis setelah mendengar pernyataan Kyuhyun yang cukup panjang. Tetapi ini bukan saatnya Jaehee untuk menangis. Kyuhyun lebih membutuhkan dirinya.
Setelah beberapa saat kemudian Kyuhyun mulai terdengar tenang. Perlahan, Jaehee melepaskan pelukannya dan langsung menghadap Kyuhyun dan menatap kedua bola matanya dengan tatapan bangga dan senang. Jaehee pun menghapus jejak tangisan Kyuhyun di kedua pipinya dengan kedua buah ibu jarinya. Merasakan sentuhan lembut Jaehee, perlahan Kyuhyun memegang kedua tangan Kyuhyun untuk menghentikan kegiatannya dan mencium cukup lama kedua tangan Jaehee yang lembut.
“Maafkan Oppa.. Ya? Oppa janji, oppa akan lebih mengutamakan keluarga daripada pekerjaan, apapun itu alasannya. Oppa Janji” Tegas Kyuhyun dengan tatapan sangat menyesal yang langsung dijawab oleh Jaehee dengan anggukan sedikit semangat.
“Tapi, bolehkah aku bertanya? Kenapa….. Oppa tiba-tiba meminta maaf?” Tanya Jaehee sedikit ragu. Kyuhyun tersenyum melihat ekspresi kebingungan Jaehee yang sangat manis, membuatnya ingin menerkam Jaehee dengan ciuman yang bertubi-tubi dan…. Oh my god, kenapa aku tiba-tiba terangsang seperti ini? Batin Kyuhyun. Dengan cepat ia berdeham dan membuyarkan isi pikirannya yang kotor.
“Teman sekantor Oppa, Leeteuk, baru saja mengalami kejadian tragis. Oppa dapat berita dia baru saja kehilangan istri dan kedua anaknya karena dibunuh oleh perampok yang menyusup kerumahnya pada sore hari. Pelaku-pelakunya belum ditemukan. Yang oppa tahu sekarang Leeteuk mengalami stress berat. Dia itu workaholic, lebih penggila kerja dibandingkan aku. Dia benar-benar tidak pernah meluangkan waktu buat keluarganya. Dan kata Donghae dia sekarang benar-benar tidak bisa diajak bicara. Bisa dibilang hampir gila. Dia….. Menyesal karena telah menelantarkan istri dan kedua anaknya…” Jawab Kyuhyun panjang lebar dengan posisi masih memegang kedua tangan Jaehee.
Jaehee yang tertegun perlahan meneteskan air matanya membayangkan jika itu terjadi pada keluarganya, terutama Kyuhyun.
“Loh loh? Kok jadi nangis? Jangan nangis dong sayang…” Kyuhyun yang terkaget melihat air mata Jaehee langsung menghapus air mata Jaehee yang jatuh dari matanya yang indah, organ favorit Kyuhyun setelah bibir manisnya Jaehee. Jaehee yang terharu, senang, sekaligus nafsu setelah melihat perlakuan manisnya Kyuhyun, spontan dia langsung mencium bibirnya Kyuhyun dan langsung dibalas oleh Kyuhyun.
Perlahan yang awalnya hanya mengecap, Kyuhyun mulai menuntut, memegang kepala Jaehee agar tidak melepaskan ciuman yang memabukkan ini dan sedikit memiringkan kepalanya menyesuaikan dengan Jaehee. Setelah beberapa menit lamanya, Kyuhyun akhirnya melepaskan pangutan mereka.
“Ohhh, Nona Jaehee sedikit agresif sekarang..” Goda Kyuhyun yang dilanjutkan dengan ‘smirk’-nya yang dapat membunuh semua perempuan dan smirk itulah yang membuat Jaehee jatuh cinta pada pandangan pertama. Jaehee yang terlihat malu setengah mati menyeruakkan tubuhnya ke arah Kyuhyun untuk memeluknya dan tidak sengaja menyenggol kejantanan Kyuhyun yang dari tadi sudah menegang, tambah menegang.
“Ohhh, sayang. Kau membangunkan juniorku…..” Lirih Kyuhyun sedikit tersiksa karena kejantanan kyuhyun yang sudah sesak di dalam celananya. Jaehee yang langsung melihat ke arah kejantanannya terkikik dan mempunyai ide untuk terus menggodanya. Ia mengarahkan tanggannya ke kancing celana Kyuhyun, lalu membukanya dan dengan sengaja menyentuhkan tanggannya ke kejantannya sambil membuka zippernya. Kyuhyun yang terlihat pasrah hanya bisa menengadahkan kepalanya dan mengerang kenikmatan akibat perbuatan Jaehee.
“Sssst, oppa.. Jisung sedang tertidur. Jangan berisik..” Goda Jaehee sambil terus menerus mengusap kejantanan Kyuhyun yang semakin sesak di dalam celana dalamnya. Kyuhyun seakan protes langsung mencium Jaehee dengan nafsu yang menggebu-gebu sambil melepaskan kaos putihnya Jaehee dan short pants-nya. Jaehee seakan tidak mau kalah mulai membuka kancing kemeja Kyuhyun dan menuntun celana Kyuhyun untuk segera keluar dari kakinya.
Setelah beberapa saat mereka berciuman, Jaehee melepaskannya karena ia merasa seperti kehabisan nafas. Mereka berdua sudah dalam keadaan hanya memakai baju dalam saja. Jaehee yang memakai bra merah maroon dan celana dalam dengan warna senada semakin membuat Kyuhyun tersiksa karena menurutnya warna merah maroon sangat cocok untuk Jaehee sekaligus sangat menggoda Kyuhyun.
Jaehee yang tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama berinisiatif untuk naik ke atas pangkuan Kyuhyun dan memandangnya dengan pandangan seduktif. Jaehee perlahan mengelus-elus dada telanjang kyuhyun dan mencium tekuk leher Kyuhyun yang berwarna putih susu yang sangat menggoda.
“Oh…. Ya… Terus Jaehee,….hisap terus” teriak Kyuhyun sambil mengarahkan tanggannya ke punggung Jaehee untuk melepaskan pengait bra-nya dan menuntun Jaehee untuk membebaskan kedua payudaranya dari pengurungnya.
“Jaehee… Apakah Jisung masih meminum ASI?” tanya Kyuhyun sambil menahan nafas saat memandang kedua payudara yang ukurannya sangat pas di dalam genggamannya dengan nafsu.
“Tidak Oppa. Memangnya kenapa?” Jaehee yang tahu apa maksud Kyuhyun tiba-tiba mengarahkan kedua tanggan Kyuhyun untuk langsung memegang kedua payudaranya yang bebas menggantung. Kyuhyun tersentak, menahan nafas karena perlakuan Jaehee
“Oh bagus lah kalo begitu. Oppa ingin langsung melahap keduanya tanpa ampun” tanpa aba-aba Kyuhyun langsung memasukkan payudara kanan jaehee ke dalam mulutnya dan mengulum, menggigit dan menjilat dengan tidak sabar. Jaehee yang terlalu terangsang karena terlalu nikmat hanya bisa menekan kepada Kyuhyun untuk terus menyiksa kedua buah payudaranya yang sudah lama tidak disinggahi oleh mulut menggiurkan Kyuhyun.
“Ahh, oppa… Terus…”
“Putingmu ini manis sekali Jaehee-ya” kata Kyuhyun setelah melepas payudara sebelah kanannya dan beralih ke payudara kirinya dan memberi perlakuan yang sama seperti sebelumnya. Karena terlalu nikmat, Jaehee akhirnya melepaskan kenikmatan pertamanya.
“Oppa…. Ayo….. Kamar….” Potong Jaehee yang sudah dimabuk kepayang yang dibalas oleh Kyuhyun dengan tertawa jahilnya. Kyuhyun langsung melilitkan kedua kaki dan tangan Jaehee ke pinggang dan lehernya lalu menggendong Jaehee ke kamar mereka sambil berciuman panas.
Setelah sesampainya dikamar Kyuhyun langsung menghempaskan tubuh mereka berdua ke atas kasur dan melepaskan pangutan mereka.
“Oppa, ayo lakukan…” Paksa Jaehee karena sudah tidak sabar ingin merasakan kejantanan keras Kyuhyun yang sudah lama tidak bersarang di vaginanya.
“Sabar Jaehee… Kita lakukan perlahan… Sudah lama kan kita tidak melakukannya…” Goda Kyuhyun padahal Kyuhyun sudah sama-sama tidak sabar untuk merasakan lubang sempit itu. Jaehee membalasnya dengan erangan dan tiba-tiba ia melepaskan sendiri celana dalamnya
“Oppa, lihat. Disini sudah basah. Ayolah….” Pinta Jaehee dengan putus asa. Kyuhyun yang melihat apa yang baru saja dilakukan Jaehee terkekeh pelan.
“Baiklah oppa mengalah….” Akting Kyuhyun yang dengan perlahan mulai melepaskan celana dalamnya dan mengeluarkan kejantanannya yang sudah berdiri dan menegang dengan sempurna. Jaehee sedikit tersentak melihat kejantanan kyuhyun yang dirasanya semakin besar saja. Lalu Kyuhyun mulai merangkak ke atas tubuh Jaehee dan mulai menciumnya dengan nafsu yang tinggi. Mulai dari hanya mengecap, lalu semakin menuntut hingga memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Jaehee dan saling melilitkan lidah.
“Oppa….” Kyuhyun beralih ke leher jenjang Jaehee mencium, menghisap hingga meninggalkan bekas-bekas kemerahan yang Jaehee yakin tidak akan hilang sampai 3 hari. Setelah puas dengan lehernya, Kyuhyun mengarahkan mulutnya ke kedua payudara Jaehee dan mengulum, mengigit gemas putingnya lagi. Kyuhyun tidak pernah puas dengan payudara Jaehee yang terlalu nikmat ini.
“Shhhh… Ohhh… Oppa…..” Gerang Jaehee yang sudah diambang batas kenikmatan dan kembali melepaskan kenikmatannya. Kyuhyun yang seakan tahu Jaehee sudah melepaskan klimaksnya berkali-kali, mulai mengarahkan tangan kanannya ke arah lubang kenikmatannya yang ditutupi oleh rambut-rambut halus.
“Wah sudah basah sayang… Apa yang harus Oppa lakukan?” Goda Kyuhyun yang membuat sangat jengkel Jaehee.
“Masukkan junior besar dan kerasmu itu ke dalam lubangku itu oppa… Please” Jaehee hanya bisa membusungkan dadanya karena kenikmatan yang luar biasa yang dilakukan Kyuhyun di lubangnya. Kyuhyun memasukkan 2 jari sekaligus dan tak lama kemudian disusul oleh Jaehee yang melepaskan kenikmatannya yang ketiga kalinya. Jaehee terengah-engah karena pelepasannya dan berusaha untuk mengatur nafasnya.
Akhirnya Kyuhyun menyerah dan tidak mau menunggu lama. Ia merangkak dan menindih istrinya yang sudah terangsang setengah mati. Ia mulai mencium Jaehee dengan mengecap dan perlahan mengarahkan juniornya ke lubang Jaehee dibawah sana.
“Ohh… Ahhh… OPPA!” Teriak jaehee saat Kyuhyun sudah memasukkan semua juniornya ke dalam vagina Jaehee. Vaginanya yang berkedut-kedut membuat junior Kyuhyun membesar. Kyuhyun semakin tersiksa ingin segera menyiksa Jaehee dengan hantaman-hantaman kerasnya saat ini juga tapi ia mengurungkan niatnya saat melihat Jaehee terlihat kesakitan karenanya. Jaehee memejamkan matanya kuat sehingga terlihat ada air mata yang keluar dari mata Jaehee. Kyuhyun tersentak dan langsung mengarahkan kedua tangan Jaehee untuk mengalungkannya di lehernya
“Apakah sangat sakit?” Tanya Kyuhyun khawatir. Jaehee membalasnya dengan anggukan
“Sudah lama sekali kita tidak bercinta Oppa….” Lirih Jaehee.
“Ok…. Oppa mengerti. Maafkan oppa ya sayang” perkataan Kyuhyun membuat hati Jaehee luluh. Kyuhyun hanya bisa mengusap rambut Jaehee dan mencium keningnya lama agar sakitnya dibawah sana bisa berkurang.
“Lakukan apa saja padaku, ok? Cakar yang keras punggungku. Katakan kalo sakit, ok?” Perintah Kyuhyun yang dibalas oleh Jaehee dengan anggukan lemah. Tentu saja ia tidak akan pernah mengatakan bahwa ini akan sakit. Bagaimanapun juga ia telah ‘meminta’ Kyuhyun untuk melakukan ini dengannya. Menit berikutnya setelah Kyuhyun melihat muka istrinya mulai tenang, ia langsung mengeluarkan-memasukkan juniornya dengan keras dan cepat.
“Oppa, OHH, cepat! Terus! Disitu, oppa, Ahhhh…” Teriak Jaehee disetiap hentakan junior Kyuhyun yang tegas sambil memainkan rambut Kyuhyun dan mencakar punggungnya.
“Oh, my, god, Jaehee, kau, sangat, nikmat, sekali…” Teriak Kyuhyun yang tak kalah nikmatnya seperti Jaehee.
“Oppa, sepertinya, aku mau, sampai…” Lirih Jaehee. Masih disetiap hentakan junior-nya Kyuhyun.
“Tunggu, Oppa….” Jawab Kyuhyun semakin mempercepat permainannya. Tak lama kemudian Kyuhyun dan Jaehee sama-sama sampai.
“Tunggu, Oppa….” Jawab Kyuhyun semakin mempercepat permainannya. Tak lama kemudian Kyuhyun dan Jaehee sama-sama sampai.
Kyuhyun menyemburkan spermanya sangat banyak sehingga ada beberapa tetes sampai keluar dari vaginanya Jaehee. Jaehee yang merasakan spermanya Kyuhyun yang datang seperti tembakan, merasa lega dan hangat di dalam sana. Setelah dirasanya juniornya berhenti menembakkan cairannya, Kyuhyun mencium gadisnya lagi dan mulai meremas-remas kedua buah payudara ranum Jaehee, tanda meminta Jaehee untuk bercinta dengannya beberapa ronde lagi.
“Oppa, mau lagi?” Tanya Jaehee sambil terkikik pelan melihat muka terangsangnya Kyuhyun. Kyuhyun hanya menjawabnya dengan anggukan dan memasang muka baby face sambil mencibirkan bibirnya.
“Ok deh, apapun buat Oppa” dan akhirnya mereka melanjutkan kegiatan mereka sampai beberapa putaran, menghabiskan malam yang panjang dan menyenangkan ini hanya berdua.
Jaehee’s POV
“Eommaaa…. Hiks hiks… Hoeeee.. eommaaaa…”
Aku tersentak bangun mendengar tangisan Jisung dari kamarnya. Sebelumnya dia tidak pernah menangis sekeras itu. Aku segera mencari jam di nakas dekat tempat tidur kami.
Jam menunjukkan pukul 6 pagi. Pantas saja Jisung menangis seperti itu. Biasanya Jisung bangun dari tidurnya pukul 8 atau 9 pagi. Aku sangat lelah setelah semalaman Kyuhyun menguras tenagaku dengan bercinta.
Setelah dia menangis dihadapanku, nafsu Kyuhyun seperti bangun dari tidurnya dan menyerangku habis-habisan. Kami melakukannya hingga beberapa ronde. Setelah kami mempunyai anak, kami jarang bercinta. Mungkin tidak pernah.
Kyuhyun selama ini tidak pernah bercinta denganku, seperti menabung tenaga dan cairan spermanya hingga tidak ada habis-habisnya dia menyerangku dan menyemburkan cairan spermanya ke dalam rahimku.
Aku tiba-tiba teringat dan pelan-pelan mengusap perutku. Mungkin akibat tadi malam sudah ada janin yang tumbuh di dalam perutku ini. Tuhan, aku ingin anak perempuan kembar… Doaku sambil mengusap perut rataku.
Dengan wajah tersenyum aku menoleh ke sebelah kiriku untuk membangunkan Kyuhyun, tapi ternyata dia sudah tidak ada di kamar kami. Mungkin dia sudah berangkat kerja. Keluhku. Apakah dia akan kembali seperti yang dulu? Tetapi dia sudah berjanji tidak akan menjadi penggila kerja yang tidak pernah meluangkan waktunya buat keluarganya.
Sejujurnya aku senang sekaligus kaget mendengar penyataannya tadi malam yang diiringi tangisan Kyuhyun sampai terisak-isak seperti kehabisan nafas. Dia benar-benar menunjukkan bahwa dia sangat menyesal.
Cklek
“Aduh Jisung, Appa kan sudah bilang appa menyesal, sudah ya cup cup jangan nangis huuu anak kesayangan Appa… Mian… Mian…”
“Aduh Jisung, Appa kan sudah bilang appa menyesal, sudah ya cup cup jangan nangis huuu anak kesayangan Appa… Mian… Mian…”
Aku melihat Kyuhyun masuk ke dalam kamar kami dengan menggendong Jisung dan mengelus-elus kepala Jisung yang masih terus menangis. Lalu dia menggerakkan tangannya ke arahku mengisyaratkan kepadaku untuk segera memakai pakaian sebelum Jisung melihatku tidak memakai apa-apa. Dengan tergesa-gesa aku meraih baju yang terdekat dengan jangkauanku dan segera memakainya.
“Eomma….. Eomma….” Jisung semakin menangis di gendongan Kyuhyun sambil meraung-raung memanggil namaku. Setelah selesai memakai baju, aku segera menghampiri Kyuhyun yang raut mukanya terlihat sangat bersalah dan tidak tahu harus berbuat apa.
“Iya iya sayang Jisung ini eomma disini sayang” Saat Jisung mendengar suaraku, dia menoleh ke arahku dan tangisannya semakin kencang. Kyuhyun dengan cepat memberi Jisung ke gendonganku. Kyuhyun yang terlihat lega langsung membuang tubuhnya ke kasur dan membuat dirinya terlentang menandakan dia lelah.
“Kenapa sayang, ini eomma sayang cup cup cup” sahutku menenangkan Jisung dan mengusap-usap kepalanya. Apa yang dilakukan Kyuhyun sampai Jisung menangis seperti ini? Aku menendang kaki Kyuhyun pelan meminta penjelasan. Dia tidak menggubrisnya. Lalu aku bergabung dengan Kyuhyun yang terlentang di kasur dengan Jisung yang masih berada di pangkuanku.
“Aku…. tadi hanya….. membangunkannya..” Sahut Kyuhyun ragu-ragu yang sudah terduduk dan mengarahkan badannya ke arahku.
“Ah waeeee…. Kenapa oppa membangunkan Jisung? Dia kan biasanya bangun sendiri jam 8. Oppa ini merepotkanku saja” Protesku terhadap Kyuhyun. Kyuhyun menggaruk kasar tekuknya yang aku yakin tidak gatal, menandakan dia merasa bersalah.
Setelah beberapa saat, Jisung terdengar sudah tenang dan tangisannya berhenti. Perlahan Jisung bangun dari tekuk leherku dan menoleh ke arah Kyuhyun dengan tatapan tajam.
“Ohh, sayang… Dibangunkan sama appa ya? Uhh cup cup” tanyaku sambil menghapus air mata dan keringat yang ada di wajah Jisung. Diapun mengangguk tanda setuju. Aku yang melihatnya gemas terkikik pelan lalu memandang Kyuhyun yang menatap anaknya dengan tatapan bersalah dan meminta maaf pada Jisung.
“Appa nakal ya sama Jisung? Sama eomma pukul ya?” Candaku kepada Jisung. Anak itu pun mengangguk. Lalu aku pukul pelan tangan Kyuhyun. Kyuhyun dengan akting papan atasnya berpura-pura kesakitan.
“awwww.. Sakit”
Jisung yang melihat kelakuan Appa-nya pun mulai sedikit tersenyum dan langsung memelukku lagi. Dia terlihat gemas dengan kelakuan Kyuhyun. Aku dan Kyuhyun tertawa melihat kelakuan Jisung.
“Appa tadinya mau mengajak Jisung ke kebun binatang. Jadi Appa bangunkan Jisung deh..” Bela Kyuhyun. Jisung yang awalnya terdiam dipelukanku langsung menoleh ke arah Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Aku yang juga tidak percaya menoleh ke arah Kyuhyun dan Jisung bergantian.
“Kebun binatang?” Tanya Jisung dengan mengerjapkan matanya. Kyuhyun dengan semangat menganggukkan kepalanya. Lalu Jisung meronta-ronta di pelukanku langsung mengarahkan dirinya ke arah Kyuhyun minta di gendong. Kyuhyun dengan cepat melebarkan tangannya menyambut pelukan Jisung dan memeluk Jisung dengan erat.
“Tapi sepertinya Jisung marah sama Appa. Jadi ke kebun binatangnya nanti saja ah.” Akting Kyuhyun yang pura-pura marah. Jisung merengek-rengek meminta janji Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat kelakuan Jisung terkekeh pelan.
“Ok ok. Tapi cium dulu Appa. Baru kita pergi ke kebun binatang” kata Kyuhyun sambil menunjukkan bibirnya agar dicium oleh Kyuhyun.
“Mmwah… Ayo Appa kita ke kebun binatang!!” Seru Jisung semangat. Tidak ada lagi raut muka marah Jisung kepada Kyuhyun. Aku yang melihatnya kejadian itu langsung tersenyum. Kini Kyuhyun benar-benar berubah.
“Ayo, Jisung mandi dulu, sarapan, lalu kita langsung berangkat. Ok?!” Lalu dengan cepat Jisung mengangguk tanda setuju.
“Gomawo, Oppa…” Aku tiba-tiba memotong kebahagiaan mereka berdua. Kyuhyun mencondongkan kepalanya ke arahku, mencium dan mengecap bibirku berkali-kali sambil menuntut. Perlahan aku melepaskan tautan bibir kami.
“Appa, ayo! Nanti kita terlambat!!” Protes Jisung meronta-ronta di pangkuan Kyuhyun.
“Iya iya ayo kita mandi. Kajaaaaa” Kyuhyun dengan segera bangkit dari kasur dan menggendong Jisung keluar dari kamar.
***END***