Minggu, 28 September 2014

I run to You

I Run To You
Author: yeyekiss
Title: I Run To You
Cast: Cho kyuhyun, Lee Jaehee (OC), Cho Jisung (OC), Lee Donghae
Category: Romance, Family, Fight, NC-21, Yadong, Oneshoot.

FF Project Anniversary
Halo halo~
Pertama-tama aku mau ngucapin Happy birthday buat flyingncff~~~
Semoga makin jaya selalu dan terus ngepost ff yang makin seru dan makin hot (?)!
Kedua, Aku selama ini selalu jadi readers disini dan tiba2 tertantang untuk mencoba menulis ff dan ikutan kontes birthday flyingnc.
So, i hope you enjoy this story as much as i do~
Terus, fighting buat Super Junior yang lagi comeback setelah 2 tahun dengan album #MAMACITA. Keep supporting the boys!
Jaehee POV
Halo, namaku Jae Hee. Lee Jaehee lengkapnya. Aku seorang ibu rumah tangga yang mempunyai seorang anak berumur 2 tahun bernama Ji Sung. Nama lengkapnya adalah Cho Ji Sung. Namanya terinspirasi dari seorang pesepak bola terkenal Korea bernama Park Ji Sung. Suamiku yang memberi namanya Ji Sung karena dia adalah penggemar sejati dunia sepak bola. Nama suamiku adalah Cho Kyuhyun.
Dia adalah seorang pemilik agensi promotor yang terkenal selalu mendatangkan artis-artis hollywood untuk mengadakan konser di Korea. Itulah yang membuatnya jarang meluangkan waktunya buat aku dan Jisung. Jangankan untuk bermain dengan Jisung, dia selalu pergi ke kantor pagi-pagi sekali sebelum jisung bangun, dan pulang sesudah Jisung tidur, bahkan jika artis yang ia datangkan sangat terkenal, dia tak pernah pulang ke rumah dan terpaksa tidur di kantor. Jisung tidak pernah protes pada ayahnya.
Untuk anak umur 2 tahun, dia sepertinya mengerti dengan pekerjaan ayahnya. Aku sudah berkali-kali mengingatkan kyuhyun untuk sedikitnya meluangkan waktunya untuk anaknya, aku bahkan meragukan bahwa apakah kyuhyun mengingat kalau dia sudah memiliki istri dan anaknya.
Tapi semua itu sia-sia dan semuanya akan berakhir dengan pertengkaran tanpa ada penyelesaian. Berkali-kali aku berpikir untuk bercerai dengannya, tetapi aku tidak bisa. Mengingat aku mempunyai anak yang masih kecil yang masih membutuhkan kedua orang tuanya, dan juga permintaan dari mendiang ayahnya Kyuhyun sebelum beliau meninggal untuk tetap berada disisi Kyuhyun sampai maut memisahkan kami berdua.
Tentu Kyuhyun tidak tahu Appa-nya mengatakan janji ini, karena pada detik2 terakhir ayahnya meninggal, kyuhyun sedang di Seoul mengurusi artis hollywood yang akan mengadakan konser di Korea. Dan kata-kata Appa-nya itu selalu terngiang2 di otakku.
Aku bertemu dengan Kyuhyun di sebuah konser, yaitu konser Avril Lavigne. Ya, aku penggemar berat lagu2nya. Pada saat itu aku melihatnya berada di belakang para penonton sedang mengawasi konser yang berlangsung. Disanalah awal kami bertemu. Makannya aku berterimakasih sekali kepada Avril Lavigne karena secara tidak langsung dia mempertemukan aku dengan Kyuhyun, jodohku.
Pernikahan kami baru berumur 3 tahun. Kata orang tua dulu, di tahun inilah banyak yang bilang pasangan-pasangan yang sudah menikah akan lebih banyak cobaannya. Dan kami adalah salah satu dari pasangan-pasangan itu. Hampir setiap hari kami bertengkar, tetapi kami tidak  pernah bertengkar di depan Jisung. Takut membuat mentalnya buruk. Aku bertanya-tanya apakah Kyuhyun masih mencintaiku apa tidak? Huh, aku benar-benar muak.
Krek..
Aku mendengar pintu depan apartment kami terbuka menandakan bahwa Kyuhyun akhirnya sudah pulang. Finally…. Batinku.
“Sudah pulang?” Tanyaku keluar dari kamar Jisung. Dia hanya bergumam. Lalu dia langsung menghempaskan badannya ke sofa di ruang keluarga.
“Sudah makan? Aku akan siapkan sekarang. Atau mau mandi dulu? Air panasnya tinggal dinyalakan. Atau mau langsung ti…”
“Bisakah kau diam? Bertanyanya satu-satu dong. Bisa tidak sih?” Potong Kyuhyun dengan marah. Raut wajahnya menandakan dia sedang stress. Aku pun diam. Dalam hatiku aku marah sekali. Ingin sekali membalas pertanyaan Kyuhyun dengan “aku kan cuma perhatian saja kepadamu memangnya salah?!” Tapi aku harus menahannya, demi kelangsungan rumah tangga kami. Aku tidak mau menghabiskan tenagaku dengan hal-hal yang tidak berguna.
“Baiklah..” Aku menghampiri Kyuhyun yang terduduk lelah di sofa. Maksudku ingin memijat bahunya tetapi dia menepis tanganku
“Jangan sentuh aku.” Tegasnya. Ya ampun, ingin rasanya mengangis dan berteriak padanya bahwa aku memang muak dengan semua ini. Aku pun menarik nafas sedalam-dalamnya dan membuangnya dengan keras. Sabar Lee Jaehee, sabar… Batinku lagi.
“Tadi Jisung menonton sepakbola di tv. Dia sepertinya suka dengan olah raga itu. Lalu dia bertanya apakah dia bisa bermain dengan ay…” Omonganku dipotong oleh Kyuhyun dengan dia bangkit dari sofa dan menatapku geram. Aku menundukkan kepalaku karena takut dengan tatapan tajamnya Kyuhyun.
Kami berdua hanya diam. Aku menatap kedua tanganku yang kukepal yang sudah berkeringat. Setelah hampir 5 menit kami hanya diam, Kyuhyun hendak berjalan ke arah kamar kami berdua saat aku dengan cepat mencegahnya untuk pergi dengan meraih tangan kirinya dan berkata, ” Oppa, kenapa sih? Tidak bisakah sehari tidak marah? Apa oppa sudah tidak mencintaiku lagi?” Akhirnya kedua air mataku jatuh ke kedua pipiku. Wajahku sudah memerah menahan amarah.
Aku benar-benar sudah muak. Aku akan mengatakan segalanya yang selama ini aku pendam. No holding back anymore. Kyuhyun terlihat kaget dengan pernyataanku barusan, dan kaget melihat air mata yang jatuh dari kedua mataku. Selama ini Kyuhyun selalu melihat sisiku yang kuat, sisiku yang seakan-akan jika ada badai yang menerpa, aku tidak akan roboh, dan tidak perlu bantuan orang lain.
Dan ini membuat Kyuhyun semakin kesal. Tidakkah Jaehee mengerti bahwa dirinya sangatlah sibuk untuk mencari nafkah untuk Jaehee-nya ini? Untuk Jisung juga? Tidakkah dia melihat betapa lelahnya aku ini mengais sesuap nasi kepada artis-artis hollywood yang mengadakan konsernya disini? Dengan perasaan marah Kyuhyun melepaskan tangan kirinya yang digenggam kuat oleh Jaehee.
Author’s POV
“Apa kau mengerti kalau aku pulang ke rumah dalam keadaan lelah, lalu kau memborbardirku dengan berjuta pertanyaan?” Teriak Kyuhyun. Jaehee yang masih tertunduk terus menerus menghapus air matanya yang terus berjatuhan. Sudah, aku tidak sanggup lagi…. Batin Jaehee.
“Oppa, aku….. Mau…… Minta ce….”
Kyuhyun yang seakan tahu apa yang akan dikatakan Jaeehe selanjutnya langsung berbalik badan ke arah pintu apartment-nya dan mengambil jaket dan kunci mobil, barang-barang seperlunya Kyuhyun dan langsung pergi, tak lupa untuk menggebrakkan pintunya dengan keras membuat Jaehee terkejut.
“OPPA!……” Teriak Jaehee lalu menghempaskan dirinya ke lantai berlutut dan menangis meraung-raung mengeluarkan seluruh perasaan-nya yang tidak bisa ia tampung lagi. Malam ini masih diwarnai oleh  pertengkaran yang hebat. Lebih hebat dari sebelum-sebelumnya.
Kring kring..
Jaehee perlahan membuka kedua matanya dan tersentak ketika mendengar bunyi nyaring alarm dari jam-nya yang menunjukkan pukul 6 pagi. Jaehee langsung mematikan jam-nya yang terus berbunyi. Saat ia melihat ke arah samping kasurnya, ia tidak dapat melihat Kyuhyun sedang tertidur.
Ternyata Kyuhyun benar-benar tidak pulang ke rumah setelah pertengkaran hebat tadi malam. Jaehee pun mengeluh dan menyandarkan dirinya ke sandaran kasur dan terisak. Apakah ia masih sanggup mempertahankan rumah tangga ini jika Kyuhyun seperti ini terus? Sebelumnya pertengkaran seperti ini tidak pernah terjadi sampai menyebabkan Kyuhyun tidak pulang ke rumah. Ia pun segera menghapus air matanya yang terjatuh dan segera bangkit dari kasur untuk memulai hari yang…. Mudah-mudahan cerah. Batinnya.
08.05 AM
“Eomma..?” Suara serak Jisung terdengar dari pintu kamar Jisung
“Eomma disini sayang, di dapur” teriak Jaehee. Lalu terdengar hentakan kaki kecil menuju dapur. Jaehee yang melihat bocah manisnya itu menghampirinya segera menghentikan kegiatan memasak makanan untuk Jisung dan menghampiri Jisung dengan tangan terbuka lebar dan membungkukkan badannya agar sejajar dengan tinggi Jisung. Lalu ia gendong Jisung sambil membubuhkan ciuman kecil di bibir Jisung.
“Tidurnya nyenyak sayang?” Tanya Jaehee menyingkirkan poni Jisung yang menghalangi dahinya yang indah dan lebar, turunan dari Kyuhyun. Jisung pun mengangguk.
“Eomma sudah buatkan bubur labu buat kamu. Ayo kita cuci tangan, cuci muka, lalu kita makan. Ok?”
“Ok eomma” senyum Jisung kepada Jaehee. Lalu Jaehee menurunkan Jisung dari gendongannya dan mengajak Jisung ke kamar mandi untuk menuntaskan kegiatan yang diperintahkan oleh Jaehee. Setelah selesai, mereka berdua menghampiri meja makan dan Jaehee mempersiapkan bubur labu untuknya dan Jisung.
“Jisung, hari ini kita pergi ke rumah halmoni ya? Halmoni rindu sekali dengan Jisung” kata Jaehee sambil memperhatikan Jisung yang sedang melahap bubur labunya tanpa bantuan Jaehee sehingga menyebabkan bubur labunya ada yang tumpah ke meja, bajunya dan mengotori pipinya yang chubby. Jisung termasuk anak yang mandiri untuk anak seumurannya karena semenjak 3 bulan yang lalu, Jisung sendiri yang berinisiatif mengambil sendok dan memakan makanannya sendiri.
“Ok eomma. Apakah kita akan pergi dengan appa?” Tanya Jisung polos yang membuat Jaehee sedikit tersentak. Memori akan pertengkarannya dengan Kyuhyun tadi malam kembali teringat olehnya. Jaehee yang tidak ingin membuat anaknya khawatir perlahan tersenyum dan menjawab pertanyaan Jisung dengan tegas.
“Tidak sayang, appa kan sedang bekerja… Lain kali kita pergi ke rumah halmoni dengan appa. Ok?” Jisung yang mendengarnya segera menghentikan kegiatan makannya dan menunduk sedih. Jisung jelas-jelas kecewa dengan pernyataan Jaehee yang menjelaskan bahwa Kyuhyun lagi-lagi tidak dapat meluangkan waktunya untuk Jisung.
Jaehee yang melihat kesedihan Jisung perlahan bangkit dari kursinya dan menghampiri Jisung yang masih tertunduk di kursi makannya.
“Jisung, Appa kan sekarang sedang bekerja untuk Jisung juga. Appa sedang mencari uang untuk membelikan Jisung mainan. Jadi jangan sedih ya?” Kata Jaehee sambil menenangkan Jaehee. Jisung yang mendengar ini perlahan mendongakkan kepalanya ke arah  Jaehee dan membuka kedua tangganya minta gendong. Jaehee yang melihatnya langsung mengabulkan permintaan Jisung dan mengajak Jisung ke ruang tv.
Jisung menenggelamkan kepalanya diantara leher Jaehee. Jaehee dengan perasaan bersalah perlahan mengusap punggungnya Jisung dan menggumamkan lagu kesukaan Jisung. Setelah beberapa menit kemudian, Jisung meninggalkan leher Jaehee dan menatapnya.
“Eomma habis nangis?” Tanya Jisung polos. Jaehee yang terharu mendengarnya tidak sengaja meneteskan air matanya lagi yang tadinya hampir kering ia habiskan setelah melihat Kyuhyun tidak pulang ke rumah. Seakan mengerti, Jisung menghapus air mata Jaehee dari kedua matanya dan memeluk Jaehee lagi. Ternyata hari ini tidak dimulai dengan senyuman matahari kepadanya dan Jisung, melainkan dimulai dengan tangisan dari keduanya kepada sang matahari.

Author’s POV
8.16 PM
Di sebuah restoran seafood di Gangnam, terdapat Kyuhyun bersama teman sekantornya sekaligus sahabatnya yang masih lajang, Lee Donghae. Mereka sering menghabiskan waktu senggang mereka hanya berdua di restoran favorite mereka itu. Restoran itu mau tidak mau menjadi saksi bisu dimana Kyuhyun selalu mencurahkan semua isi hatinya kepada Donghae tentang apa pun, termasuk soal rumah tangganya yang saat ini menurut Kyuhyun sedang di ujung tanduk.
Malam ini merupakan malam kedua Kyuhyun melarikan diri dari rumah, terlalu jenuh dengan rumah yang ia tinggali bersama istrinya dan anaknya. Kyuhyun berencana untuk menghabiskan malam ini dengan mabuk-mabukkan lagi, seperti malam kemarin bersama sahabatnya.
“Yah, kamu malam ini tidak akan pulang ke rumah, lagi?” Tanya Donghae setelah ia memesan beberapa botol soju untuknya dan Kyuhyun. Kyuhyun hanya membalas dengan anggukan sambil terduduk lemas setelah seharian bekerja. Ia sengaja menghabiskan seharian penuh di kantor dan mengalihkan seluruh perhatiannya hanya untuk bekerja.
“Aku lama-lama kasihan dengan istrimu dan anakmu, setiap hari kau……” Perkataan Donghae dipotong oleh tatapan tajam yang menakutkannya Kyuhyun
“Okay, okay. Aku diam nih diam.” Kata Donghae sambil mengangkat kedua tangganya tanda menyerah. Setelah Kyuhyun terlihat tenang, Donghae melanjutkan ocehannya dengan mengubah topik.
“Yah Kyuhyun, kau tahu Leeteuk? Promotor saingan kita. Dia baru saja terkenan musibah..”
“Musibah? Musibah apa?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba tertarik kepada topik itu dan berubah menjadi sedikit iba.
“Istrinya dan kedua anaknya meninggal karena pembunuhan dan disertai dengan pembunuhan” lanjut Donghae yang dibarengi dengan datangnya pelayan perempuan yang mengantarkan pesanan beberapa botol soju. Lalu Kyuhyun membuka satu botol dan menuangkannya ke dalam gelasnya dan gelas Donghae.
“Dan kau tahu? Dia sekarang berubah menjadi stress. Aku dengar dia mau dimasukkan ke rumah sakit jiwa..” Kata Donghae sambil meminum segelas soju yang tadi dituangkan oleh Kyuhyun.
“…kenapa bisa begitu, Hyung?” Tanya kyuhyun semakin penasaran. Tak lupa ia terus menerus meminum soju-nya yang sudah habis 1 botol. Tetapi ia masih kuat untuk meminum beberapa botol lagi karena dia termasuk orang yang kuat meminum minuman beralkohol.
“Kau tahu kan, dia salah satu promotor yang paling sukses. Perusahaan mereka diatas kita. Leeteuk itu pekerja keras. Aku dengar dia itu workaholic. Dia sampai menelantarkan istri dan kedua anaknya untuk memajukan perusahaannya.” Jelas Donghae.
Kyuhyun yang mendengar cerita Donghae tersentak dan jantungnya tiba-tiba berdetak dengan keras. Kejadiannya, ini hampir sama seperti denganku….. Batin Kyuhyun sadar. Ia terus memandangi gelas minuman yang ia pegang sambil memikirkan jika cerita yang menimpa Leeteuk terjadi padanya.
Bagaimana jadinya kalau ia ditinggal oleh Jaehee dan Jisung seperti itu? Apakah ia akan kuat menghadapi itu semua? Apakah ia akan berubah menjadi stress bahkan gila sampai masuk rumah sakit jiwa? Apakah ia bisa mencari pendamping hidup lagi jika Jaehee meninggalkannya? Baginya Jaehee adalah segalanya. Ia bagaikan sinar matahari yang datang ke kehidupan kelamnya dan menerangi seluruh ruang gelap dihatinya.
“Yah Kyuhyun, kamu dengar omonganku tidak? Sebaiknya kamu berubah lah, kamu tidak mau kan kalau….”
“Hyung, aku pergi!” Sahut Kyuhyun terburu-buru meninggalkan restoran favorite-nya itu, tidak lupa meninggalkan beberapa tip untuk pelayan. Ia segera menghampiri mobilnya yang ia parkir di basement dan meninggalkan tempat itu untuk kembali ke hidupnya, ke belahan jiwanya, sebelum terlambat.


Author’s POV

10.45 PM
Brak! Brak!
Pintu apartment terbuka dan tertutup dengan keras. Jaehee yang keheranan dengan betapa kerasnya suara pintu depannya langsung lari dari dapur ke arah suara dan langsung terkejut dengan melihat Kyuhyun yang terhuyung-huyung seakan mau jatuh dan dengan gesitnya Jaehee menangkap badan Kyuhyun dan membopongnya ke sofa ruang tv.

“Kau mabuk?” Tanya Jaehee setelah menghirup nafas Kyuhyun yang bau alkohol. Ada apa dengannya sampai mabuk parah seperti ini? Batin Jaehee.

Kyuhyun mengerang saat merasakan Jaehee sedang melepaskan sepatu dan kaos kaki Kyuhyun lalu menidurkannya di sofa. Saat Jaehee bangkit dari sofa, Kyuhyun menahan Jaehee dengan mencegat tangannya.

“Duduk” perintah Kyuhyun. Lalu Jaehee terduduk kembali dan mengerutkan keningnya. Tiba-tiba Kyuhyun terduduk dan langsung memeluk Jaehee.

“oppa…”

“Peluk aku juga Jaehee, tolong…” Rintih Kyuhyun diantara leher Jaehee. Perlahan Jaehee memeluk badan Kyuhyun. Jaehee dapat merasakan adanya sesuatu yang mengganggu pikiran Kyuhyun saat ini.

“Oppa, kenapa..?” Tanya Jaehee sambil mengelus-elus punggung Kyuhyun yang tegang. Sesaat kemudian ia mendengar isakan dari Kyuhyun. Jaehee yang tersentak mencoba untuk melepaskan pelukannya tetapi pelukannya semakin erat karena Kyuhyun tidak berniat untuk melepaskannya.

“Jaehee, ma… Maafkan oppa ya..?” Tanya Kyuhyun tersendat-sendat karena isakan yang keluar dari Kyuhyun.

“Oppa kenapa tiba-tiba meminta maaf?” Tanya Jaehee balik keheranan. Bagaimana tidak, Kyuhyun yang pulang ke rumah sangat malam sekali dan dalam keadaan mabuk tiba-tiba meminta maaf kepanyanya.

“Ma… Maafkan oppa yang selama ini tidak pernah mem… Memperhatikanmu dan Jisung, tidak pernah me….meluangkan waktu untukmu dan Jisung.” Perlahan tangisan Kyuhyun mulai membasahi kaos berwarna putih milik Jaehee.

“Maaf juga oppa selalu memulai pertengkaran denganmu. Sebenarnya oppa tidak mau kita seperti ini. Tapi, karena tuntutan perkerjaan yang terlalu berat, oppa terpaksa tidak bisa meninggalkan pekerjaan oppa. Maaf….”

Pernyataan Jaehee yang mendengarkan pernyataan Kyuhyun dengan seksama terus menerus mengelus-elus punggung Kyuhyun agar Kyuhyun bisa tenang. Ingin rasanya ikut menangis setelah mendengar pernyataan Kyuhyun yang cukup panjang. Tetapi ini bukan saatnya Jaehee untuk menangis. Kyuhyun lebih membutuhkan dirinya.

Setelah beberapa saat kemudian Kyuhyun mulai terdengar tenang. Perlahan, Jaehee melepaskan pelukannya dan langsung menghadap Kyuhyun dan menatap kedua bola matanya dengan tatapan bangga dan senang. Jaehee pun menghapus jejak tangisan Kyuhyun di kedua pipinya dengan kedua buah  ibu jarinya. Merasakan sentuhan lembut Jaehee, perlahan Kyuhyun memegang kedua tangan Kyuhyun untuk menghentikan kegiatannya dan mencium cukup lama kedua tangan Jaehee yang lembut.

“Maafkan Oppa.. Ya? Oppa janji, oppa akan lebih mengutamakan keluarga daripada pekerjaan, apapun itu alasannya. Oppa Janji” Tegas Kyuhyun dengan tatapan sangat menyesal yang langsung dijawab oleh Jaehee dengan anggukan sedikit semangat.

“Tapi, bolehkah aku bertanya? Kenapa….. Oppa tiba-tiba meminta maaf?” Tanya Jaehee sedikit ragu. Kyuhyun tersenyum melihat ekspresi kebingungan Jaehee yang sangat manis, membuatnya ingin menerkam Jaehee dengan ciuman yang bertubi-tubi dan…. Oh my god, kenapa aku tiba-tiba terangsang seperti ini? Batin Kyuhyun. Dengan cepat ia berdeham dan membuyarkan isi pikirannya yang kotor.

“Teman sekantor Oppa, Leeteuk,  baru saja mengalami kejadian tragis. Oppa dapat berita dia baru saja kehilangan istri dan kedua anaknya karena dibunuh oleh perampok yang menyusup kerumahnya pada sore hari. Pelaku-pelakunya belum ditemukan. Yang oppa tahu sekarang Leeteuk mengalami stress berat. Dia itu workaholic, lebih penggila kerja dibandingkan aku. Dia benar-benar tidak pernah meluangkan waktu buat keluarganya. Dan kata Donghae dia sekarang benar-benar tidak bisa diajak bicara. Bisa dibilang hampir gila. Dia….. Menyesal karena telah menelantarkan istri dan kedua anaknya…” Jawab Kyuhyun panjang lebar dengan posisi masih memegang kedua tangan Jaehee.

Jaehee yang tertegun perlahan meneteskan air matanya membayangkan jika itu terjadi pada keluarganya, terutama Kyuhyun.

“Loh loh? Kok jadi nangis? Jangan nangis dong sayang…” Kyuhyun yang terkaget melihat air mata Jaehee langsung menghapus air mata Jaehee yang jatuh dari matanya yang indah, organ favorit Kyuhyun setelah bibir manisnya Jaehee. Jaehee yang terharu, senang, sekaligus nafsu setelah melihat perlakuan manisnya Kyuhyun, spontan dia langsung mencium bibirnya Kyuhyun dan langsung dibalas oleh Kyuhyun.

Perlahan yang awalnya hanya mengecap, Kyuhyun mulai menuntut, memegang kepala Jaehee  agar tidak melepaskan ciuman yang memabukkan ini dan sedikit memiringkan kepalanya menyesuaikan dengan Jaehee. Setelah beberapa menit lamanya, Kyuhyun akhirnya melepaskan pangutan mereka.

“Ohhh, Nona Jaehee sedikit agresif sekarang..” Goda Kyuhyun yang dilanjutkan dengan ‘smirk’-nya yang dapat membunuh semua perempuan dan smirk itulah yang membuat Jaehee jatuh cinta pada pandangan pertama. Jaehee yang terlihat malu setengah mati menyeruakkan tubuhnya ke arah Kyuhyun untuk memeluknya dan tidak sengaja menyenggol kejantanan Kyuhyun yang dari tadi sudah menegang, tambah menegang.

“Ohhh, sayang. Kau membangunkan juniorku…..” Lirih Kyuhyun sedikit tersiksa karena kejantanan kyuhyun yang sudah sesak di dalam celananya. Jaehee yang langsung melihat ke arah kejantanannya terkikik dan mempunyai ide untuk terus menggodanya. Ia mengarahkan tanggannya ke kancing celana Kyuhyun, lalu membukanya dan dengan sengaja menyentuhkan tanggannya ke kejantannya sambil membuka zippernya. Kyuhyun yang terlihat pasrah hanya bisa menengadahkan kepalanya dan mengerang kenikmatan akibat perbuatan Jaehee.

“Sssst, oppa.. Jisung sedang tertidur. Jangan berisik..” Goda Jaehee sambil terus menerus mengusap kejantanan Kyuhyun yang semakin sesak di dalam celana dalamnya. Kyuhyun seakan protes langsung mencium Jaehee dengan nafsu yang menggebu-gebu sambil melepaskan kaos putihnya Jaehee dan short pants-nya. Jaehee seakan tidak mau kalah mulai membuka kancing kemeja Kyuhyun dan menuntun celana Kyuhyun untuk segera keluar dari kakinya.

Setelah beberapa saat mereka berciuman, Jaehee melepaskannya karena ia merasa seperti kehabisan nafas. Mereka berdua sudah dalam keadaan hanya memakai baju dalam saja. Jaehee yang memakai bra merah maroon dan celana dalam dengan warna senada semakin membuat Kyuhyun tersiksa karena menurutnya warna merah maroon sangat cocok untuk Jaehee sekaligus sangat menggoda Kyuhyun.

Jaehee yang tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama berinisiatif untuk naik ke atas pangkuan Kyuhyun dan memandangnya dengan pandangan seduktif. Jaehee perlahan mengelus-elus dada telanjang kyuhyun dan mencium tekuk leher Kyuhyun yang berwarna putih susu yang sangat menggoda.
“Oh…. Ya… Terus Jaehee,….hisap terus” teriak Kyuhyun sambil mengarahkan tanggannya ke punggung Jaehee untuk melepaskan pengait bra-nya dan menuntun Jaehee untuk membebaskan kedua payudaranya dari pengurungnya.

“Jaehee… Apakah Jisung masih meminum ASI?” tanya Kyuhyun sambil menahan nafas saat memandang kedua payudara yang ukurannya sangat pas di dalam genggamannya dengan nafsu.

“Tidak Oppa. Memangnya kenapa?” Jaehee yang tahu apa maksud Kyuhyun tiba-tiba mengarahkan kedua tanggan Kyuhyun untuk langsung memegang kedua payudaranya yang bebas menggantung. Kyuhyun tersentak, menahan nafas karena perlakuan Jaehee

“Oh bagus lah kalo begitu. Oppa ingin langsung melahap keduanya tanpa ampun” tanpa aba-aba Kyuhyun langsung memasukkan payudara kanan jaehee ke dalam mulutnya dan mengulum, menggigit dan menjilat dengan tidak sabar. Jaehee yang terlalu terangsang karena terlalu nikmat hanya bisa menekan kepada Kyuhyun untuk terus menyiksa kedua buah payudaranya yang sudah lama tidak disinggahi oleh mulut menggiurkan Kyuhyun.

“Ahh, oppa… Terus…”
“Putingmu ini manis sekali Jaehee-ya” kata Kyuhyun setelah melepas payudara sebelah kanannya dan beralih ke payudara kirinya dan memberi perlakuan yang sama seperti sebelumnya. Karena terlalu nikmat, Jaehee akhirnya melepaskan kenikmatan pertamanya.

“Oppa…. Ayo….. Kamar….” Potong Jaehee yang sudah dimabuk kepayang yang dibalas oleh Kyuhyun dengan tertawa jahilnya. Kyuhyun langsung melilitkan kedua kaki dan tangan Jaehee ke pinggang dan lehernya lalu menggendong Jaehee ke kamar mereka sambil berciuman panas.

Setelah sesampainya dikamar Kyuhyun langsung menghempaskan tubuh mereka berdua ke atas kasur dan melepaskan pangutan mereka.

“Oppa, ayo lakukan…” Paksa Jaehee karena sudah tidak sabar ingin merasakan kejantanan keras Kyuhyun yang sudah lama tidak bersarang di vaginanya.
“Sabar Jaehee… Kita lakukan perlahan… Sudah lama kan kita tidak melakukannya…” Goda Kyuhyun padahal Kyuhyun sudah sama-sama tidak sabar untuk merasakan lubang sempit itu. Jaehee membalasnya dengan erangan dan tiba-tiba ia melepaskan sendiri celana dalamnya

“Oppa, lihat. Disini sudah basah. Ayolah….” Pinta Jaehee dengan putus asa. Kyuhyun yang melihat apa yang baru saja dilakukan Jaehee terkekeh pelan.

“Baiklah oppa mengalah….” Akting Kyuhyun yang dengan perlahan mulai melepaskan celana dalamnya dan mengeluarkan kejantanannya yang sudah berdiri dan menegang dengan sempurna. Jaehee sedikit tersentak melihat kejantanan kyuhyun yang dirasanya semakin besar saja. Lalu Kyuhyun mulai merangkak ke atas tubuh Jaehee dan mulai menciumnya dengan nafsu yang tinggi. Mulai dari hanya mengecap, lalu semakin menuntut hingga memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Jaehee dan saling melilitkan lidah.

“Oppa….” Kyuhyun beralih ke leher jenjang Jaehee mencium, menghisap hingga meninggalkan bekas-bekas kemerahan yang Jaehee yakin tidak akan hilang sampai 3 hari. Setelah puas dengan lehernya, Kyuhyun mengarahkan mulutnya ke kedua payudara Jaehee dan mengulum, mengigit gemas putingnya lagi. Kyuhyun tidak pernah puas dengan payudara Jaehee yang terlalu nikmat ini.

“Shhhh… Ohhh… Oppa…..” Gerang Jaehee yang sudah diambang batas kenikmatan dan kembali melepaskan kenikmatannya. Kyuhyun yang seakan tahu Jaehee sudah melepaskan klimaksnya berkali-kali, mulai mengarahkan tangan kanannya ke arah lubang kenikmatannya yang ditutupi oleh rambut-rambut halus.

“Wah sudah basah sayang… Apa yang harus Oppa lakukan?” Goda Kyuhyun yang membuat sangat jengkel Jaehee.

“Masukkan junior besar dan kerasmu itu ke dalam lubangku itu oppa… Please” Jaehee hanya bisa membusungkan dadanya karena kenikmatan yang luar biasa yang dilakukan Kyuhyun di lubangnya. Kyuhyun memasukkan 2 jari sekaligus dan tak lama kemudian disusul oleh Jaehee yang melepaskan kenikmatannya yang ketiga kalinya. Jaehee terengah-engah karena pelepasannya dan berusaha untuk mengatur nafasnya.
Akhirnya Kyuhyun menyerah dan tidak mau menunggu lama. Ia merangkak dan menindih istrinya yang sudah terangsang setengah mati. Ia mulai mencium Jaehee dengan mengecap dan perlahan mengarahkan juniornya ke lubang Jaehee dibawah sana.

“Ohh… Ahhh… OPPA!” Teriak jaehee saat Kyuhyun sudah memasukkan semua juniornya ke dalam vagina Jaehee. Vaginanya yang berkedut-kedut membuat junior Kyuhyun membesar. Kyuhyun semakin tersiksa ingin segera menyiksa Jaehee dengan hantaman-hantaman kerasnya saat ini juga tapi ia mengurungkan niatnya saat melihat Jaehee terlihat kesakitan karenanya. Jaehee memejamkan matanya kuat sehingga terlihat ada air mata yang keluar dari mata Jaehee. Kyuhyun tersentak dan langsung mengarahkan kedua tangan Jaehee untuk mengalungkannya di lehernya

“Apakah sangat sakit?” Tanya Kyuhyun khawatir. Jaehee membalasnya dengan anggukan

“Sudah lama sekali kita tidak bercinta Oppa….” Lirih Jaehee.

“Ok…. Oppa mengerti. Maafkan oppa ya sayang” perkataan Kyuhyun membuat hati Jaehee luluh. Kyuhyun hanya bisa mengusap rambut Jaehee dan mencium keningnya lama agar sakitnya dibawah sana bisa berkurang.

“Lakukan apa saja padaku, ok? Cakar yang keras punggungku. Katakan kalo sakit, ok?” Perintah Kyuhyun yang dibalas oleh Jaehee dengan anggukan lemah. Tentu saja ia tidak akan pernah mengatakan bahwa ini akan sakit. Bagaimanapun juga ia telah ‘meminta’ Kyuhyun untuk melakukan ini dengannya. Menit berikutnya setelah Kyuhyun melihat muka istrinya mulai tenang, ia langsung mengeluarkan-memasukkan juniornya dengan keras dan cepat.

“Oppa, OHH, cepat! Terus! Disitu, oppa, Ahhhh…” Teriak Jaehee disetiap hentakan junior Kyuhyun yang tegas sambil memainkan rambut Kyuhyun dan mencakar punggungnya.

“Oh, my, god, Jaehee, kau, sangat, nikmat, sekali…” Teriak Kyuhyun yang tak kalah nikmatnya seperti Jaehee.

“Oppa, sepertinya, aku mau, sampai…” Lirih Jaehee. Masih disetiap hentakan junior-nya Kyuhyun.
“Tunggu, Oppa….” Jawab Kyuhyun semakin mempercepat permainannya. Tak lama kemudian Kyuhyun dan Jaehee sama-sama sampai.

Kyuhyun menyemburkan spermanya sangat banyak sehingga ada beberapa tetes sampai keluar dari vaginanya Jaehee. Jaehee yang merasakan spermanya Kyuhyun yang datang seperti tembakan, merasa lega dan hangat di dalam sana. Setelah dirasanya juniornya berhenti menembakkan cairannya, Kyuhyun mencium gadisnya lagi dan mulai meremas-remas kedua buah payudara ranum Jaehee, tanda meminta Jaehee untuk bercinta dengannya beberapa ronde lagi.

“Oppa, mau lagi?” Tanya Jaehee sambil terkikik pelan melihat muka terangsangnya Kyuhyun. Kyuhyun hanya menjawabnya dengan anggukan dan memasang muka baby face sambil mencibirkan bibirnya.

“Ok deh, apapun buat Oppa” dan akhirnya mereka melanjutkan kegiatan mereka sampai beberapa putaran, menghabiskan malam yang panjang dan menyenangkan ini hanya berdua.
Jaehee’s POV

“Eommaaa…. Hiks hiks… Hoeeee.. eommaaaa…”

Aku tersentak bangun mendengar tangisan Jisung dari kamarnya. Sebelumnya dia tidak pernah menangis sekeras itu. Aku segera mencari jam di nakas dekat tempat tidur kami.

Jam menunjukkan pukul 6 pagi. Pantas saja Jisung menangis seperti itu. Biasanya Jisung bangun dari tidurnya pukul 8 atau 9 pagi. Aku sangat lelah setelah semalaman Kyuhyun menguras tenagaku dengan bercinta.

Setelah dia menangis dihadapanku, nafsu Kyuhyun seperti bangun dari tidurnya dan menyerangku habis-habisan. Kami melakukannya hingga beberapa ronde. Setelah kami mempunyai anak, kami jarang bercinta. Mungkin tidak pernah.

Kyuhyun selama ini tidak pernah bercinta denganku, seperti menabung tenaga dan cairan spermanya hingga tidak ada habis-habisnya dia menyerangku dan menyemburkan cairan spermanya ke dalam rahimku.

Aku tiba-tiba teringat dan pelan-pelan mengusap perutku. Mungkin akibat tadi malam sudah ada janin yang tumbuh di dalam perutku ini. Tuhan, aku ingin anak perempuan kembar… Doaku sambil mengusap perut rataku.

Dengan wajah tersenyum aku menoleh ke sebelah kiriku untuk membangunkan Kyuhyun, tapi ternyata dia sudah tidak ada di kamar kami. Mungkin dia sudah berangkat kerja. Keluhku. Apakah dia akan kembali seperti yang dulu? Tetapi dia sudah berjanji tidak akan menjadi penggila kerja yang tidak pernah meluangkan waktunya buat keluarganya.

Sejujurnya aku senang sekaligus kaget mendengar penyataannya tadi malam yang diiringi tangisan Kyuhyun sampai terisak-isak seperti kehabisan nafas. Dia benar-benar menunjukkan bahwa dia sangat menyesal.

Cklek
“Aduh Jisung, Appa kan sudah bilang appa menyesal, sudah ya cup cup jangan nangis huuu anak kesayangan Appa… Mian… Mian…”

Aku melihat Kyuhyun masuk ke dalam kamar kami dengan menggendong Jisung dan mengelus-elus kepala Jisung yang masih terus menangis. Lalu dia menggerakkan tangannya ke arahku mengisyaratkan kepadaku untuk segera memakai pakaian sebelum Jisung melihatku tidak memakai apa-apa. Dengan tergesa-gesa aku meraih baju yang terdekat dengan jangkauanku dan segera memakainya.

“Eomma….. Eomma….” Jisung semakin menangis di gendongan Kyuhyun sambil meraung-raung memanggil namaku. Setelah selesai memakai baju, aku segera menghampiri Kyuhyun yang raut mukanya terlihat sangat bersalah dan tidak tahu harus berbuat apa.

“Iya iya sayang Jisung ini eomma disini sayang” Saat Jisung mendengar suaraku, dia menoleh ke arahku dan tangisannya semakin kencang. Kyuhyun dengan cepat memberi Jisung ke gendonganku. Kyuhyun yang terlihat lega langsung membuang tubuhnya ke kasur dan membuat dirinya terlentang menandakan dia lelah.

“Kenapa sayang, ini eomma sayang cup cup cup” sahutku menenangkan Jisung dan mengusap-usap kepalanya. Apa yang dilakukan Kyuhyun sampai Jisung menangis seperti ini? Aku menendang kaki Kyuhyun pelan meminta penjelasan. Dia tidak menggubrisnya. Lalu aku bergabung dengan Kyuhyun yang terlentang di kasur dengan Jisung yang masih berada di pangkuanku.

“Aku…. tadi hanya….. membangunkannya..” Sahut Kyuhyun ragu-ragu yang sudah terduduk dan mengarahkan badannya ke arahku.

“Ah waeeee…. Kenapa oppa membangunkan Jisung? Dia kan biasanya bangun sendiri jam 8. Oppa ini merepotkanku saja” Protesku terhadap Kyuhyun. Kyuhyun menggaruk kasar tekuknya yang aku yakin tidak gatal, menandakan dia merasa bersalah.

Setelah beberapa saat, Jisung terdengar sudah tenang dan tangisannya berhenti. Perlahan Jisung bangun dari tekuk leherku dan menoleh ke arah Kyuhyun dengan tatapan tajam.

“Ohh, sayang… Dibangunkan sama appa ya? Uhh cup cup” tanyaku sambil menghapus air mata dan keringat yang ada di wajah Jisung. Diapun mengangguk tanda setuju. Aku yang melihatnya gemas terkikik pelan lalu memandang Kyuhyun yang menatap anaknya dengan tatapan bersalah dan meminta maaf pada Jisung.

“Appa nakal ya sama Jisung? Sama eomma pukul ya?” Candaku kepada Jisung. Anak itu pun mengangguk. Lalu aku pukul pelan tangan Kyuhyun. Kyuhyun dengan akting papan atasnya berpura-pura kesakitan.

“awwww.. Sakit”

Jisung yang melihat kelakuan Appa-nya pun mulai sedikit tersenyum dan langsung memelukku lagi. Dia terlihat gemas dengan kelakuan Kyuhyun. Aku dan Kyuhyun tertawa melihat kelakuan Jisung.
“Appa tadinya mau mengajak Jisung ke kebun binatang. Jadi Appa bangunkan Jisung deh..” Bela Kyuhyun. Jisung yang awalnya terdiam dipelukanku langsung menoleh ke arah Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Aku yang juga tidak percaya menoleh ke arah Kyuhyun dan Jisung bergantian.

“Kebun binatang?” Tanya Jisung dengan mengerjapkan matanya. Kyuhyun dengan semangat menganggukkan kepalanya. Lalu Jisung meronta-ronta di pelukanku langsung mengarahkan dirinya ke arah Kyuhyun minta di gendong. Kyuhyun dengan cepat melebarkan tangannya menyambut pelukan Jisung dan memeluk Jisung dengan erat.

“Tapi sepertinya Jisung marah sama Appa. Jadi ke kebun binatangnya nanti saja ah.” Akting Kyuhyun yang pura-pura marah. Jisung merengek-rengek meminta janji Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat kelakuan Jisung terkekeh pelan.

“Ok ok. Tapi cium dulu Appa. Baru kita pergi ke kebun binatang” kata Kyuhyun sambil menunjukkan bibirnya agar dicium oleh Kyuhyun.

“Mmwah… Ayo Appa kita ke kebun binatang!!” Seru Jisung semangat. Tidak ada lagi raut muka marah Jisung kepada Kyuhyun. Aku yang melihatnya kejadian itu langsung tersenyum. Kini Kyuhyun benar-benar berubah.

“Ayo, Jisung mandi dulu, sarapan, lalu kita langsung berangkat. Ok?!” Lalu dengan cepat Jisung mengangguk tanda setuju.

“Gomawo, Oppa…” Aku tiba-tiba memotong kebahagiaan mereka berdua. Kyuhyun mencondongkan kepalanya ke arahku, mencium dan mengecap bibirku berkali-kali sambil menuntut. Perlahan aku melepaskan tautan bibir kami.

“Appa, ayo! Nanti kita terlambat!!” Protes Jisung meronta-ronta di pangkuan Kyuhyun.

“Iya iya ayo kita mandi. Kajaaaaa” Kyuhyun dengan segera bangkit dari kasur dan menggendong Jisung keluar dari kamar.



***END***

More than One Kiss

Tittle: More Than One Kiss…
Cast:
Cho Kyuhyun
Kim Haneul
Other cast find by your self
Category: NC-21, oneshoot, FF Project, Romance
Author: mylittlechick
** selamat ulang tahun yang pertama buat FlyingNC ya.. semoga makin rame dan makin banyak negpost FF yang bagus-bagus.. ^^.
Happy reading,
oo00oo
Cho Kyuhyun merasa hidupnya berada didalam sebuah drama yang biasanya tayang setiap malam di acara televisi. Bagaimana tidak, tiba-tiba hidupnya yang tenang menjadi kacau ketika ibunya mengatakan padanya bahwa ia harus menikah dengan wanita pilihanya.
Perjodohan? ibunya jelas hidup dijaman yang masih sangat kuno. Apakah Kyuhyun merasa diatur karena ia dijodohkan?. Tidak, Kyuhyun bahkan tidak menentang sama sekali perjodohan ini, hanya saja, Kyuhyun tidak pernah tahu bahwa tunangannya adalah seorang aktris yang sama sekali belum terkenal, atau bisa dibilang gadis ini baru merintis karirnya di tahun kedua. Ada hal yang membuat Kyuhyun tidak menyukai gadis itu. Gadis itu menyebalkan, entah bagaimana Kyuhyun harus mendeskripsikan apa yang membuat gadis itu menyebalkan, yang Kyuhyun tahu ia selalu merasa kesal jika berada didekat gadis itu.
“aaah.. oppa.. ternyata kau ada disini”. Kyuhyun menoleh dari  kertas-kertas biodata para trainer yang baru saja tiba dimejanya kearah pintu yang terbuka, menampilkan sosok ramping, mungil dan berparas cantik dengan mata yang besar dan bibir yang penuh. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, selalu seperti ini, Kyuhyun selalu berakhir dengan menatap bibir merah gadis itu jika mereka bertatapan.
“aku membawakan makan siang untuk kita berdua” gadis itu masuk dengan memegang kotak bekal yang terbungkus kain berwarna biru muda. Ia berjalan kearah sofa yang berada diruangan itu, lalu melambaikan tanganya kepada Kyuhyun agar segera menghampiri dan bergabung bersamannya.
“makan siang? Kau tidak syuting?” Kyuhyun berdiri dari kursi kerjanya lalu duduk  disofa yang terletak diseberang Haneul.
“sudah selesai” jawab Haneul seadanya sambil membuka ikatan kain dikotak bekal dan membuka penutup bekalnya. Menyiapakn sumpit lalu sendok.
Kyuhyun melirik kearah jam dinding lalu merengutkan alisnya. “sudah selesai sesiang ini?”
“oo.. adegannya tidak banyak, dialognya juga sedikit”
“apa dialognya?”
“’Yaaaakk.. tunggu aku’ itu dialognya”
Kyuhyun diam dengan ekspresi yang tidak terbaca, menyadari hal itu Haneul menoleh kearah Kyuhyun sambil mengerjabkan matanya beberapa kali. “waee..?”
“sebenarnya apa peranmu di drama itu?”
“euhmm..? aku teman dari pemeran utama wanita. Wae..? kau pasti mau meledekku lagi”
“jika kau ingin karirmu meningkat kau harus memperbaiki aktingmu”
“memangnya aktingku jelek?”
“tidak jelek, hanya perlu ditingkatkan lagi”
Kyuhyun bersandar di sandaran sofa. Matanya menatap kegiatan Haneul yang sedang memegang sumpit sambil memilah-milih makanan apa yang akan dia ambil. Tatapannya beralihn dari tangan Haneul naik keatas, kepermukaan pundaknya yang terbuka karena gadis itu memakai pakaian dengan polongan leher yang lebar. Naik keleher jenjang sampai akhirnya mata Kyuhyun berhenti dibibir Haneul lagi.
Kyuhyun mengeram kesal, kenapa matanya selalu ingin berhenti disana?. Inilah yang membuatnya kesal pada Haneul. Kyuhyun tidak pernah bisa berfikir normal jika berada didekat gadis itu, gairahnya selalu bangkit hanya dengan menatap wajahnya. Kyuhyun tidak pernah menyukai keadaan yang membuatnya harus menyerah pada keadaan fisik. Ia adalah laki-laki yang mengutamakan pekerjaan, karena itu Kyuhyun menyetujui perjodohan ini, ia tahu ia akan bisa fokus pada pekerjaannya jika wanita itu adalah gadis yang biasa-biasa saja.  tapi sayangnya Kim Haneul bukan gadis yang biasa-biasa saja, membuat Kyuhyun sering kali tidak berkonsentrasi bekerja karena pikirannya sering kali dihinggapi oleh gadis ini. Tunangannya sendiri.
“oppa.. aaaaaa” Haneul menyodorkan sepotong daging ayam kepada Kyuhyun. Kyuhyun melirik kearah gadis itu dengan kedua tangan terlipat didepan dada dan diam hanya memandangi ayam itu. “aaaaaa…” ulang gadis itu.
“aku tidak mau disuapi seperti itu, aku bukan anak kecil” jawab Kyuhyun ketus.
Haneul merengut tapi tidak menurunkan tanganya. “kita sudah bertunangan selama 2 bulan tapi tidak sekalipun kau memperlakukan aku seperti tunanganmu” protesnya. “ayolaaah.. aaaaa”
Kyuhyun menatap ayam itu lalu ke bibir Haneul yang terbuka. “kemarilah, jangan disana” Kyuhyun menepuk tempat duduk disebelahnya. Dengan senyum merekah diwajahnya Haneul berjalan memutari meja dan duduk disebelah Kyuhyun, menyodorkan potongan ayam itu kepada Kyuhyun lagi. Tapi Kyuhyun tetap bergeming menatap ayam itu.
“waee..?” Haneul berkerut bingung. “aku sudah duduk disini”
“aku tidak mau disuapi seperti itu”
“lalu seperti apa?”
“dengan bibirmu”
Deg..deg..deg… Haneul terdiam, debaran jantungnya terdengar cepat ditelinganya sendiri. Kyuhyun tidak tersenyum ataupun berkedip, matanya terus memandangi Haneul. “de..dengaan apa..?”
“bibirmu” Kyuhyun mengambil sumpit dari tangan Haneul dan memsukkan potongan ayam itu ke mulut Haneul. “aku sedang memperlakukanmu seperti seorang tunangan”.
Mata Haneul tidak bergerak dari mata Kyuhyun. Giginya mengigit potongan ayam yang disuapi Kyuhyun, jantungnya masih berpaju cepat, bahkan lebih cepat ketika Kyuhyun menundukkan wajahnya kearahnya. Haneul memejamkan matanya ketika tidak ada jarak lagi antara bibirnya dan juga bibir Kyuhyun, Haneul bisa merasakan sedikit sapuan bibir Kyuhyun lalu potongan ayam itu menghilang dari mulutnya.
Haneul membuka matanya dan terkejut karena Kyuhyun tidak menjauhkan wajahnya sama sekali, belum mereda rasa terkejutnya Haneul dikejutkan lagi dengan sapuan basah lidah Kyuhyun dibibirnya. Kyuhyun menjilati saus dibibir Haneul.
Kyuhyun menjilat sekali lagi, ada dorongam dari dalam dirinya untuk melumat dan mencicipi semua yang ada di bibir itu, tapi dengan mulut yang penuh dengan ayam Kyuhyun tidak bisa melakukanya. Kyuhyun mengunyah pelan sambil menarik kepalanya menjauh. Ia harus berhenti sampai disini jika ingin pikirannya tetap waras. Kyuhyun mengambil minum dan menegak beberapa kali lalu kembali menolehkan kepalanya kepada Haneul. “waee..?” tanyanya karena Haneul masih menatapnya seperti ekspresi terakhir yang ia lihat.
“kau menjilati bibirku”
Kyuhyun menaikkan alisnya. “lalu?”
“itu, seharusnya menjadi ciuman pertamaku tapi rasanya tidak benar”
Kyuhyun menundukkan kepalanya kearah Haneul. “kau belum pernah berciuman?”. Haneul menggelengkan kepalanya kencang. “mau mencobanya?” Haneul menganggukkan kepalanya cepat. “cobalah dengan lawan mainmu” Kyuhyun menarik kepalanya, menyumpit nasi dan memakannya dengan kimchi.
“tapi, tidak ada adegan ciuman diperanku yang sekarang” ujar Haneul cepat.
“kalau begitu cobalah di drama yang selanjutnya”
“oppa ingin aku berciuman dengan laki-laki lain?, tapi kita kan sebentar lagi menikah”
“lalu?”
“seharusnya kau yang memberikanku pelajaran ciuman bukan lawan mainku”
“aku tidak mau”
“wae..?”
‘karena jika aku melakukannya sekarang, aku takut aku tidak akan sanggup untuk berhenti hanya dengan berciuman’ guman Kyuhyun dibenaknya. “karena bibirmu sama sekali tidak enak dicium. Makanlah, makanan ini sebentar lagi dingin”
Haneul mengeraskan rahangnya menatap Kyuhyun kesal, “bagaimana kau tahu rasanya tidak enak? Kau bahkan belum menciumnya”
“kau mau terus berbicara atau pergi dari ruanganku sekarang juga” ancam Kyuhyun
“aku tidak bisa diusir” Haneul bersikeras
Kyuhyun memandang kesal Haneul. “atau kau mau aku keluarkan dari perusahaan ini?”
“oppaaaa…”
“berhenti bicara.. dan makan” Kyuhyun mengeraskan suaranya, membuat Haneul tidak berani lagi untuk membantah Kyuhyun.
Setelah mengetahui bahwa Kyuhyun, CEO perusahaan Cho entertaiment tempatnya bernaung adalah tunangannya Haneul berubah sedikit lebih berani kepada Kyuhyun. Awalnya ia merasa takut pada Kyuhyun, karena Kyuhyun terkenal sebagai CEO yang kejam dan sangat disiplin kepada artis-artisnya. Suatu hari Haneul menemukan sisi yang berbeda dari seorang Cho Kyuhyun, ketika namja itu bersikap sangat lembut dan perhatian kepada ibunya sendiri. Dari situ Haneul merasa ia sudah jatuh cinta pada Kyuhyun. Haneul jadi semakin berani karena bantuan dari calon ibu mertuanya, siang ini pun ia datang ke kantor berkat campur tangan ibu Kyuhyun.
“aku aku akan membuatmu menciumku” bisik Haneul pelan.
Mendengar bisikkan tidak jelas Kyuhyun melirik kearah Haneul. “apa yang kau gumankan?”
“aaniya..” Haneul menggelengkan kepalanya, lalu mulai menyuapi dirinya sendiri.
.
.
.
Keesokan harinya
Drrrttt…ddrrrrtt..dddrrrtt
Kyuhyun mengacuhkan ponselnya yang berdering karena ia tahu siapa yang menelponya, jika bukan ibunya sudah pasti tunangannya. Entah kenapa kedua wanita itu sekarang jadi semakin mirip? Benar-benar merepotkan dan berisik. Kyuhyun memang menyayangi ibunya, tetapi ada masa dimana Kyuhyun merasa jengkel dengan ibunya karena terlalu ikut campur dalam hidup Kyuhyun.
“kau terlalu banyak bekerja, luangkanlah waktumu untuk mencari pacar, eomma ingin seorang menantu” itu kali pertama ibunya menyuruh Kyuhyun mencari pacar, namun ketika Kyuhyun mengencani seseorang ibunya akan berkata lagi. “eomma tidak suka wanita itu, terlalu modis dan wajahnya sudah banyak yang dioprasi” lalu Kyuhyun akan putus dengan yeoja itu.
Dan yang terakhir. “kau sudah dijodohkan dengan anak dari teman eomma, mau yaa? Yaaa..?”. ibunya langsung menjerit bahagia ketika Kyuhyun menyetujui permintaan ibunya itu, tetapi sekarang Kyuhyun hampir menyesali hal itu, karena awalnya ia kira akan terbebas dari ibunya namun yang terjadi malah sebaliknya, Kyuhun mendapatkan satu lagi wanita yang sama seperti ibunya.
Dddrrrttt…ddrrrrttt…ddrrrrttt… “aaaiiisshhh…” Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya lalu mengambil ponselnya. “waaee..?” jawabnya ketus.
“aahh.. akhirnya oppa mengangkat teleponnya, aku sudah menelponmu berkali-kali dari tadi. Apa kau sibuk? Kau sudah makan siang?. Kau makan dengan siapa?, tidak dengan artis-artis yang cantik kan?. aku sedang dilokasi syuting saat ini, ketika makan siang aku teringat denganmu…”
“kim Haneul” Kyuhyun memotong kalimat Haneul sebelum celotehan gadis itu berubah menjadi lebih panjang lagi. “ada urusan apa kau menelponku?”
“apa aku tidak boleh menelponmu jika tidak ada urusan?. Aku kan tunanganmu”
‘tunangan yang menyebalkan’ rutuk Kyuhyun dalam hati. “aku tutup teleponya”
“aaakkkhh” teriakan Haneul menghentikan gerakan Kyuhyun yang hendak menekan tombol merah dilayar ponselnya. “sebenarnya begini…”
Kyuhyun menempelkan lagi ponselnya ditelinga dengan alis berkerut. “apa?”
“sebenarnya, ada sceen yang membuatku bimbang” Kyuhyun mendengarkan dengan seksama, ia berguman pelan agar Haneul meneruskan ceritanya. “ini adegan ciuman dengan lawan mainku. Ottoke oppa?”
“ya sudah lakukan dengan sungguh-sungguh” hening sejenak. Kyuhyun sudah hendak memanggil Haneul ketika gadis itu akhirnya menyahut.
“begitu saja? oppa tidak akan mengajariku cara berciuman?”
“Kim Haneul, aku tahu kau tidak punya adegan ciuman di drama itu” jawab Kyuhyun akhirnya. “tidak perlu repot-repot mengarang cerita”.
Hening lagi. Kyuhyun memejamkan matanya karena terbayang jelas ekspresi Haneul saat ini, gadis itu pasti malu karena ketahuan berbohong, kedua pipinya akan memerah dengan sangat menggemaskan ditambah lagi kebiasaan haneul yang sering menggigit bibirnya. Kyuhyun berdesis pelan membayangkan ekspresi menggoda itu. “aku sibuk, kututup teleponnya” tidak lagi mendengar suara protes dari Haneul, Kyuhyun pun menutup teleponya.
Kyuhyun kembali pada pekerjaannya yang sempat tertunda tadi, selama lima menit ia masih bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya kemudian konsentrasinya pecah ketika dengan tiba-tiba bayangan bibir Haneul melintas didepan matanya. Kyuhyun yakin rasanya akan sangat enak untuk dicium, kemarin hanya dengan menjilati sedikit Kyuhyun sudah mendapatkan sensasi menggeleyar dibagian bawah perutnya.
Pikiran Kyuhyun meluas dan semakin liar, jika rasa bibir itu enak bagaimana dengan rasa dari bagian tubuh Haneul yang lain. Kyuhyun ingin sekali mencicipi dan merasakannya sendiri untuk menjawab pertanyaan itu. Kyuhyun mengerang karena bagian didalam celananya mengeras.
BRRAAKKK.. Kyuhyun memukul meja. Lihatlah bagaimana Kim Haneul mengganggunya ditengah-tengah kegiatanya yang sedang bekerja. Kyuhyun menarik nafas panjang, menghitung didalam hati sampai tubuhnya kembali mendingin. Setelah merasa tenang, Kyuhyun kembali pada pekerjaannya. Namun tidak begitu lama Kyuhyun kembali pada keadaan semula, kembali memikirkan Haneul dan menegang karena hasrat yang menjerit minta dipuaskan.
“Sialan…” BRAAAAKK.. Kyuhyun memukul meja sambil berdiri membuat produser musiknya yang baru saja mengetuk dan masuk terlonjak kaget. “aku akan menciumnya” Kyuhyun bergegas berjalan keluar dari ruang kerjanya, melewati begitu saja produse musik yang merona mendengar kalimat Kyuhyun selanjutnya. “dan bercinta dengannya”.
.
.
.
“terima kasih Haneul-ssi, kau sudah bekerja keras hari ini”
Haneul membungkukkan badannya membalas ucapan terima kasih sutradara Park. Hari ini ia syuting sampai malam, Haneul merasa badannya akan remuk saat ini juga karena lelah yang melandanya. Ia sudah dipastikan akan tidur didalam mobil selama perjalan pulang ke Seol. Haneul sedikit merutuki lokasi syuting yang saat ini berada di daerah Ilsan, ia sudah sangat ingin pulang dan berbaring ditempat tidurnya.
Dddrrrrtt..ddrrrtt.. Haneul meraih ponselnya yang berada disaku celana lalu tersenyum melihat display name Kyuhyun serta foto namja itu terpampang dilayar telponnya. Cepat-cepat ia menekan tombol hijau. “nee.. oppaa..?”
“kau sudah pulang?” Haneul tersenyum mendegar suara merdu namja itu, ia selalu tersenyum jika mendengar suara Kyuhyun. Haneul bahkan sering merekam pembicaraan tidak penting mereka ditelpon untuk ia putar lagi malam harinya, rasanya sangat menenangkan bisa mendengar suara Kyuhyun berkali-kali.
“oo.. baru sa..” Haneul menghentikan kalimatnya, tiba-tiba sebuah ide muncul dikepalanya. “oo.. aku sudah pulang dari satu jam yang lalu, oppa tahu saat ini aku ada disebuah club malam” Haneul menggerakkan tangannya memanggil managernya lalu mengambil sebuah ipod dari dalam tas yang dipegang managernya. Ia mencari lagu DJ yang memungkinkanya terdengar seperti berada diclub malam.
“apa yang kau lakukan di club malam?”
“mencari seseorang yang mau mengajariku berciuman”
“Kim Haneul” tegur Kyuhyun.
“waeee..? oppa kan tidak mau mengajariku, jadi aku akan mencari namja lain untuk melakukannya, seperti saranmu”
“jangan coba-coba berani melakukannya” suara Kyuhyun terdengar mengancam.
Haneul tersenyum. “wae..?”
“kau berada diclub malam mana?”
“eoh..?” Haneul melirik managernya lalu menggerakkan bibirnya untuk menyebutkan salah satu nama club malam yang langsung dibeokan oleh Haneul saat itu juga.
“tunggu aku disana”
“oppa akan menjemputku?”
“oo..”
“kenapa..?”
“untuk menghentikanmu melakukan hal-hal bodoh”
“tapi oppa yang menyarankannya”
“kau tidak perlu terlalu patuh padaku”
“well, aku memang gadis yang penurut” haneul tersenyum geli membayangkan ekspresi seperti apa yang saat ini akan Kyuhyun tunjukkan padanya. Apa Kyuhyun merasa cemburu? Jika benar, Haneul merasa sangat bahagia.
“sudahlah, tunggu saja aku”
“lalu apa? Oppa akan menciumku?”
“tidak.. aku akan memukul bokongmu” tiba-tiba Haneul ditarik menghadap kebelakang dan berhadapan langsung dengan namja itu. Haneul melebarkan matanya terkejut, melirik managernya yang berada disebelahnya yang juga terkejut melihat kyuhyun berada disana.
Kyuhyun mengambil ipod yang memutar lagu-lagu DJ lalu mematikan lagu itu dan melemparkan ipod itu kepada manager Haneul. Merasa tertangkap basah telah mengerjai Kyuhyun Haneul pun membela dirinya sebelum kemarahn Kyuhyun meledak.  “ini salahmu yang tidak mau mendengarkan permintaanku”.
“permintaan Kyonyol” ujar Kyuhyun, menarik tangan Haneul untuk ikut bersamanya. “Haneul pulang bersamaku” ujarnya kepada manager Haneul.
Haneul menoleh kebelakang kearah managernya yang masih bengong melihat Haneul ditarik oleh Kyuhyun. “jangan khawatir eonni, aku berada ditangan yang tepat” Haneul  tersenyum kepada manager tersayangnya itu.
Kyuhyun membawa Haneul ke mobil sedan hitamnya lalu mendudukkan gadis itu dikursi penumpang disebelah kursi mengemudi. Kyuhyun menyusul Haneul masuk kedalam mobil lalu mengendarai mobilnya menuju keramaian kota.
“oppa kita mau kemana?”
“hotel”
Haneul menolehkan kepalanya kepada Kyuhyun. Jantungnya berdetak kencang, Hotel? Apa yang akan mereka lakukan disana?. “ho..hotel?” tanya Haneul gugup. “untuk apa?.
“memukul bokongmu” desis Kyuhyun marah.
Haneul memberengutkan hidungnya, kenapa disaat Haneul sudah merasa gugup Kyuhyun malah mengucapkan kalimat yang merusak suasa.
Sesampainya dihotel Kyuhyun memesan satu kamar dengan ukuran yang luar biasa besar, seluas satu apartemen utuh denga ruang tamu, dapur dan kamar tidur sendiri. Haneul tidak bisa mengelilingi kamar hotel itu karena Kyuhyun membawanya langsung masuk kekamar dimana terdapat kasur dengan ukuran sangat besar disana.
Kyuhyun melepaskan tangan Haneul, membuka ikatan dasi dari kemejanya sambil duduk ditepi tempat tidur, matanya tidak lepas menatap Haneul. Pelan-pelan Haneul menelan salivanya, kenapa tatapan Kyuhyun terasa berbeda, seolah-olah namja itu sedang menelanjanginya dengan mata.
Kyuhyun menarik lepas dasinya lalu membuang dasi itu kemana saja, melepaskan dua kancing teratas kemejanya lalu mengulurkan tangannya kepada Haneul. “kemarilah”.
Jantung Haneul berdegup sangat cepat, ia memang sangat gentar agar bisa mendapatkan satu ciuman dari Kyuhyun tapi rasanya ini terlalu mendadak, Haneul belum siap untuk memberikan dirinya kepada Kyuhyun sekarang. “Kim haneul, kemarilah” panggil Kyuhyun lagi.
“oppa, aku tahu aku salah.. tapi rasanya ini terlalu cepat, aa.. aku belum siap”
“kemarilah” tidak mempedulikan protes Haneul, Kyuhyun masih bersikeras menyuruh Haneul mendekat padanya.
Haneul menelan salivanya lagi, perasaannya campur aduk, ia ingin mendekat untuk tahu apa yang ingin Kyuhyun lakukan tapi ia juga takut untuk sesuatu yang mendadak ini. “Haneul..” panggilan itu membuat kaki Haneul melangkah maju mendekati Kyuhyun. Ia tidak peduli lagi, bukankah mereka sebentar lagi akan menikah? Tidak ada salahnya berlatih dulu sebelum malam pertama.
Haneul memegang tangan Kyuhyun yang terulur padanya dengan gugup. Kyuhyun tersenyum lebar sambil menarik Haneul kepangkuannya. Awalnya Haneul mengira ia akan didudukkan diatas pangkuan Kyuhyun tetapi Kyuhyun menurunkan Haneul dipangkuannya dengan posisi dada Haneul menempel dipangkuan Kyuhyun dan wajahnya menatap lantai, Haneul sudah ingin bertanya apa maksud dari posisi itu ketika satu sentakan keras mendarat dipantatnya.
“aaawww… apa yang oppa lakukan?”
“sudah kubilang kan? aku akan memukul bokongmu” satu pukulan lagi mendarat dipantat mulus Haneul yang tertutup celana panjang.
“aaaww.. apa yang kau lakukan pada seorang gadis? Kau keterlaluan, aaawwww…” satu pukulan lagi. “ya Tuhan, apa yang akan netizen katakan jika melihat ini semua awwwww…” satu pukulan terakhir lalu Kyuhyun mendudukkan Haneul dipangkuannya, seperti yang Haneul pikirkan pertama kali tadi.
“kau tau salahmu? Hari ini kau merusak konsentrasiku bekerja lalu kau berbohong hanya untuk memancing emosiku. ingin rasanya aku memukulmu sampai seluruh tubuhmu itu menjerit kesakitan, tapi sayangnya aku tidak akan memberikan hukuman seperti itu” Haneul melebarkan matanya takut, masih ada hukuman yang lain lagi?.
“oppa maafkan aku, apapun salahku, aku tidak akan mengulanginya lagi”
“jangan..” Kyuhyun menangkup pipi Haneul dengan tanganya lalu mengusap sudut bibir gadis itu. “teruslah seperti itu”
“tapi kau akan memukul bokongku lagi”
“tidak Haneul, aku memukulmu hanya karena ingin membuatmu tidak merasa gugup lagi” Kyuhyun mendaratkan bibirnya pada pipi lembut Haneul. Haneul bisa merasakan nafas panas Kyuhyun berhembus dipipinya mengirimkan sentakan panas pada sekujur tubuhnya. Haneul memejamkan matanya dengan nafas yang memburu cepat. “apa sakit..?”
“tidak..” pukulan pada pantatnya memang tidak sakit, Kyuhyun tidak memukul dengan sungguh-sungguh tadi.
“Kim Haneul aku punya kabar baik dan kabar buruk untukmu”
“mouya..?”
“kabar baiknya, aku akan mengajarimu cara berciuman” Kyuhyun menggeser bibirnya mencari letak bibir Haneul. “kabar buruknya, aku akan langsung bercinta denganmu tanpa menunggu malam pertama kita”
“bagian mana yang terburuk dari hal itu?”
Kyuhyun tersenyum diatas bibir Haneul, “kau akan merasa sedikit kesakitan awalnya tapi selanjutnya..” Kyuhyun tidak melanjutkan kalimatnya karena sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak mencium Haneul. Bibirnya bergerak lembut diatas bibir Haneul. Mengirimkan getaran hangat disekujur tubuh mereka berdua. Rasanya begitu indah dan seperti yang dibayangkan oleh Kyuhyun, lembut dan manis, dan yang pasti Kyuhyun tidak akan pernah puas mencium bibri Haneul.
Haneul memejamkan matanya menikmati sensasi aneh yang terjadi pada tubuhnya, bibir Kyuhyun memabukkan, ia menggerakkan bibirnya mengikuti gerakan bibir Kyuhyun. cimuan itu berubah menjadi semakin panas ketika lidah Kyuhyun bergerak diantar bibir mereka menuntuh Haneul untuk memberikannya akses yang lebih. Entah bagaimana Haneul tahu apa yang diminta oleh Kyuhyun, ia membuka mulutnya yang lansung disabut oleh Kyuhyun dengan memasukkan lidahnya kedalam mulut Haneul.
Tangan Kyuhyun bergerak turun dari pipi Eunso ke balik blouse yang dipakai gadis itu, tanganya menemukan gundukan payudara haneul dibalik bra, kyuhyun meraup payudara itu ddidalam tangannya membuat Haneul mendesah nikmat, tidak berhenti. Kyuhyun membuka kancing blouse Haneul, mulutnya turun dari bibir Haneul kepermukaan leher semakin turun, sampai menemukan puncak payudara Hanuel. Haneul mencengkeram rambut Kyuhyun menahan kepala itu tetap disana. Geleyar nikmat berdenyut diseluruh nadinya, ia tidak bisa merasa malu pada saat ini ketika Kyuhyun membebaskan kedua payudaranya dari kurungan baju dan bra. Yang ia inginkan adalah Kyuhyun meneruskan apa yang Kyuhyun lakukan saat ini.
.
Kyuhyun membaringkan Haneul diatas tempat tidur lalu menyusul gadis itu dengan membungkuk diatasnya, mulutnya tidak berhenti mencium Haneul dan tanganya tidak berhenti membelai, perlahan Kyuhyun menyelipkan tanganya dibalik celana leging Haneul dan menurunkannya, melepaskannya dari kaki Haneul. Setelah berhasil  melepaskan pakaian Haneul Kyuhyun juga melepaskan pakaiannya.
Haneul menutup matanya dengan dengan kedua tangan, pipinya memerah ketika Kyuhyun selesai melepaskan pakaiannya. Kyuhyun mengusap mata Haneul dengan lembut, mengecup setiap tubuh Haneul yang berdenyut.  Tanganya terulur keatas menurunkan tangan Haneul dari matanya,“kau tahu, sudah terlambat untuk memintaku berhenti, aku tidak bisa berhenti” tanganya mengusap paha bagian dalam haneul, membuat gadis itu terkesiap kaget.
Haneul membuka matanya pelan, matanya bertatapan dengan mata Kyuhyun. Melihat kelembutan dari mata itu Haneul pun tersenyum dengan berani. “oppa selesaikan apa yang sudah kau mulai” bisiknya malu.
Kyuhyun tersenyum. “as you wish my dear..” Kyuhyun melebarkan kedua kaki Haneul dengan kakinya. “katakan sakit jika sakit, aku akan berhenti” kemudian mulai memasuki Haneul. Perlahan-lahan sambil memperhatikan ekspresi Haneul. Kyuhyun berhenti ketika Haneul mengernyitkan alisnya lalu melanjutkan usahanya menyatukan tubuh mereka ketika Haneul tidak lagi mengernyit.
Setelah masuk sepenuhnya Kyuhyun kembali mencium bibir Haneul, memberikan gelenyar-gelenyar kenikmatan baru setelah rasa sakit yang dialami oleh Haneul. Tidak membutuhkan waktu lama, Haneul kembali terangsang, melengkungkan tubuhnya, mencari-cari suatu pelepasan. Menyadari hal itu Kyuhyun pun mulai bergerak, dengan irama yang teratur dan menjanjikan. Desahan demi desahan keluar dari bibir indah Haneul, membuat Kyuhyun semakin gila menggerakkan tubuhnya. Menarik kaki Haneul agar melingkar dipinggannya. Haneul menjerit nikmat ketika Kyuhyun menyentuh titik sensitivenya.
“oppa..” panggilan itu memberitahukan Kyuhyun bahwa Haneul sebentar lagi mencapai titik puncaknya.
“Haneul..sayangku.. berteriaklah lagi memanggilku”
“aakh.. Kyuhyun oppa..” Haneul pun meledak mendapatkan pelepasannya, begitu juga Kyuhyun yang lanssung menyusul Haneul setelahnya. Haneul bisa merasakan cairan hangat mengalir didalam rahimnya, ia pun tersenyum.
“apa yang membuatmu tersenyum?” dengan nafas yang masih tersengal-sengal, Kyuhyun membelai pipi Haneul.
“rasanya tidak seburuk yang kau katakan tadi” jawab Haneul polos.
Kyuhuun tertawa pelan, mengecup pelipis Haneul lalu berbisik. “saranghae, Kim Haneul” awalnya Kyuhyun salah mengartikan rasa cinta ini sebagai bentuk kekesalan, sampai ketika ia berada didalam tubuh Haneul ia menyadari ia memang menginginkan ini semua, menginginkan Haneul menjadi istrinya. Menginginkan Haneul mengandung anak-anaknya, menginginkan Haneul berbagi cinta dengannya.
Haneul mengerjabkan matanya sekali lali tertawa riang. “senangnya, nado saranghae oppa”
Kyuhyun tertawa lalu mencium Haneul lagi, dan sekali lagi malam itu mereka bercinta dalam perasaan penuh cinta.
.
.
.
Pagi menjelang, matahari sudah naik menyinari sebagian kota. Kyuhyun dan Haneul tetap dihotel itu sampai pagi. Tidak ada yang berniat untuk pulang kerumah masing-masing ataupun mengabari orang rumah. Lagi pula bukankah mereka sudah dijodohkan tidak ada salahnya mereka berduan saja bukan?.
Kyuhyun yang pertama kali membuka matanya pagi itu, dengan malas-malasan ia menoleh kearah jam di dinding lalu mengeluh pelan, ia terlambat untuk bekerja. Semua pasti sudah mencarinya. Kyuhyun menoleh kedepan, kearah haneul yang berbaring memunggunginya tertidur dengan kepala dilengan Kyuhyun. tersenyum Kyuhyun menarik Haneul masuk kedalam pelukannya.
Tersadar karena pelukan yang tiba-tiba itu Haneul membuka matanya lebar. Tangan Kyuhyun memeluk pinggangnya erat. “selamat pagi” bisikan lembut suara Kyuhyun menyadarkan haneul dari kegiatan yang tadi malam mereka lakukan.  Kyuhyun mendaratkan cimuan dibahu dan punggung telanjang Hanul, kemudian meliahta Haneul menutup wajahnya “waee…? kau malu..? malam tadi kau tidak malu sama sekali”
“oppa jangan mengingatkannya” Haneul semakin menutupi matanya.
Kyuhyun tersenyum jahil, memutar tubuh Haneul agar menghadap padanya. “perlu kita ulangi lagi agar kau tidak malu Haneul sayang?”
Haneul melebarkan matanya terkejut. “oppa, hari sudah siang”
“lalu?”
“orang-orang tidak melakukanya siang hari”
“well, kita akan mengubah tradisi itu” Kyuhyun mulai memberikan kecupan-kecupan ringan diwajah Haneul, tanganya menyentuh, membelai dan menjelajah kesekujur tubuh Haneul. “oppa..” Haneul mendesah, menerima getaran sensual itu.
“lihatlah apa akibatnya jika kau berkeras untuk mendapatkan ciuman dariku Kim Haneul” bisik Kyuhyun diatas bibir Haneul.
“apa aku pernah protes oppa?” Haneul melingkarkan tangannya dileher Kyuhyun, sama sekali tidak ada niat untuk memprotes Kyuhyun lagi.
“waaah…waaah…waaahhh…” Kyuhyun dan Haneul membeku mendengar suara yang tidak asing itu. Kyuhyun menolehkan kepalanya kepintu lalu terduduk cepat.
“eomma..?” Kyuhyun menarik selimut menutupi Haneul dengan cepat, lalu menutupi dirinya sendiri.
“aku kesini karena tahu kalian sedang bersama, apa yang kalian berdua lakukan ditempat tidur itu?”
“eommunim…” Haneul menundukkan kepalanya malu, sangat malu.
“sepertinya kita harus mempercepat pernikahannya. Aku akan menelpon appamu” ibunya berbalik dan keluar dari kamar, kemudian kembali masuk lagi dengan tatapan tajam kearah putranya. “jangan berani-berani menyentuh Haneul lagi sampai kalian menikah arraso?”. Kemudian keluar lagi. “ya Tuhan, putraku kau benar-benar selalu bisa mengejutkanku”.
Kyuhyun dan Haneul saling bertatapn dalam diam. lalu Kyuhyun tertawa, tertawa lepas, haneul harus melebarkan matanya terkejut karena baru pertama kali melihat Kyuhyun tertawa seperti itu. “oppa kenapa?”
Kyuhyun memegangi perutnya yang terasa sakit lalu mengusap airmata yang keluar diujung matanya. “kau tidak lihat ekspresi eomma. Dia terlihat geli, senang sekaligus terkejut tapi ia harus mengawasi putranya agar tidak lepas kendali lagi”
“jadi eommonim tidak marah?”
“tidak sayang” kyuhyun kembali duduk lalu mengusap pelan dagu Haneul. “eomma jelas terlihat gembira tadi” lalu kembali mencium Haneul. Lalu terdengar teriakan ibunya lagi dari ambang pintu.
“CHO KYUHYUN.. AKU BILANG JANGAN SENTUH HANEUL  LAGI SAMPAI KALIAN MENIKAH”