Minggu, 28 September 2014

I am Not Ugly!

Author : Park Sunggi
Title : I am not ugly
Category : NC 21, Yadong, Oneshoot
Cast : Cho Kyuhyun, Shin Jihyun, and other cast.
Annyeong…lama tak berurusan dengan tulis menulis, apa lagi FF dengan NC 21. Ini bukan FF NC pertama yang kutulis, sebelumnya sudah pernah nulis. Semoga kalian suka. Mian kalo banyak typo, adegan NC nya gak hot (author belum pernah gituan, jadi maklum). Tak lupa, makasih buat adminnya yang telah bersedia memposting tulisan nista ini. Oke…selamat membaca….
~ I am not Ugly ~
“Kyuhyun-ssi….Kyuhyun-ssi…tunggu….” seorang gadis berkacamata besar, rambut dikuncir kuda tengah berlari mengejar seorang namja tampan yang dengan acuhnya terus berjalan tak menanggapi gadis tersebut tengah memanggil dan mengejarnya.
‘Brak.!’ “bwahahahahaha…,” gadis tersebut jatuh terseungkur. Semua siswa yang ada di lorong sekolah tersebut tertawa melihatnya. Gadis tersebut meringis kesakitan dan ia membetulkan letak kacamatanya yang hampir jatuh. Kyuhyun yang mendengar keributan berdecak dan menoleh. Ia menghela nafas dan menghampiri gadis yang mengejarnya tadi.
“Apa yang kalian tertawakan?! Pergi!,” Kyuhyun menatap geram siswa yang tertawa tadi hingga mereka langsung terdian dan pergi dari tempat itu.
“Kenapa kau selalu ceroboh, eoh? Cepat, kita harus segera pulang,” Kyuhyun membantunya berdiri.
“Kenapa kau tak mau berhenti? Lee Hyukjae mengatakan kalau PSP mu tertinggal di kelas,” dengan cemberut gadis itu menyampaikan apa yang ingin ia katakan pada Kyuhyun sejak tadi.
“Mwo? Aiiisshhh….kenapa tak kau katakan dari tadi? Tunggu di sini, jangan kemana-mana” Kyuhyun langsung berlari kembali ke kelasnya. Jihyun, gadis tersebut hanya bisa terdiam bingung.
Kyuhyun dan Jihyun sudah terkenal di sekolah tersebut. Dua anak manusia yang sangat berbeda. Kyuhyun yang populer dengan ketampanan yang dimiliki, kecerdasan otaknya, dan ia adalah pewaris dari Cho Corp. Salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan. Sedangkan Shin Jihyun, ia adalah gadis cupu, dengan kepintaran otak yang kurang, dan ia adalah anak dari pasangan suami istri penjual mi Ramyun sederhana di pinggir jalan.
Mereka telah bertunangan sejak setahun yang lalu. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana bisa mereka bertunangan. Dengan latar belakang yang jauh berbeda, mereka tak mungkin bersatu.
~ I am not Ugly ~
“Aku pulang…,” Jihyun memasuki rumah makan kecilnya. Ia langsung menuju dapur tempat ayah dan ibunya tengah berkutat dengan peralatn dapur.
“Eoh…Kau sudah pulang? Bersama Kyuhyun?” tanpa melihat kearahnya, eomma Jihyun menyapa putri kesayangannya itu
“Hmm…” Jawab Jihyun singkat dan lesu. Ia mengambil segelas air dan segera menghabiskan isinya.
“Sudah makan?” Kali ini appa Jihyun yang bertanya, tanpa melihatnya juga.
“Hmm…tadi Kyuhyun mengajakku makan,” kembali Jihyun menjawab dengan lesu.
“Aku mau kekamar,” Jihyun melangkah dengan lesu ke kamarnya.
@Jihyun Room
Jihyun segera melepas tas sekolahnya dan melemparnya pada sebuah meja belajar. Ia merebahkan dirinya. Diambilnya sebuah foto di samping tempat tidurnya. Dipandanginya wajah seorang namja yang ada pada foto tersebut.
“Cho Kyuhyun. Kenapa kau sedingin itu padaku, eoh? Kau membuatku ingin mencekikmu. Sudah sejak kecil kita saling mengenal, dan sudah setahun kita bertunangan. Kenapa sikapmu masih seperti itu? Kalau kau memang tak suka padaku, kenapa kau langsung menerima kau dijodohkan denganku? Kau membuatku bingung. Bagaimana perasaanmu padaku?” Jihyun menghela nafas. Ditaruhnya kembali foto tadi.
Ia mengangkat telapak tangannya. Dipandanginya cincin yang melingkar di jari manisnya. Sudut bibirnya tertari membentuk sebuah senyuman yang manis. Ia masih tak menyangka bahwa namja yang ia cintai sejak kecil kini telah menjadi tunangannya.
“Tling” lamunan Jihyun terhenti saat mendengar nada pesan pada ponselnya. Ia membaca dari sahabat baiknya Hyorin.
Jihyun-ah…Donghae menembakku. Sekarang aku sudah berpacaran dengannya >,<
Jihyun tersenyum dan ia mulai mengetik pesan balasan pada Hyorin
Chukkae…aku turut bahagia. Jangan lupa kau harus mentraktirku besok
Setelah mengirim pesan tersebut Jihyun langsung memposisikan dirinya senyaman mungkin untuk tidur. Ia tak perlu repot-repot mengganti baju seragamnya. Ia sudah sangat lelah hari ini, jadi ia langsung tertidur.
@Next day in Cantin
Jihyun tengah menikmati makan siangnya sendirian di kantin sekolah. Wajahnya cemberut karena kesal. Tadi Hyorin telah berjanji akan mentraktir makan siang bersamanya, tapi tiba-tiba ia membatalkan karena ia telah ada janji dengan Donghae, kekasih barunya. Ia juga kesal karena Kyuhyun yang biasa menemaninya makan, kali ini malah memilih bersama teman-temannya di taman sekolah.
“Tling” sebuah pesan dari Kyuhyun
Kau dimana? Sudah makan siang?
Jihyun tersenyum membaca pesan tersebut. Ia senang Kyuhyun memperhatikannya seperti itu. Tak biasanya namja itu mengiriminya pesan seperti itu.
Hm…aku sudah makan. Sekarang aku di kelas bersama Hyorin
Berbohong sedikit tidak apa-apakan? Batin Jihyun. Ia langsung mengirim pesan tersebut pada Kyuhyun dan melanjutkan makannya dengan hati lebih senang dan tenang. Saat ini ia dan angkatan kelasnya sudah bisa santai karena ujian telah selesai dan hanya tinggal menunggu acara kelulusan saja. Jadi ia tak perlu terburu-buru.
Tiba-tiba seisi kantin langsung heboh. Beberapa siswi berteriak histeris saat melihat Kyuhyun dan kawan-kawannya menghampiri kantin dan duduk di salah satu kursi kosong di tengah ruangan. Jihyun yang tengah duduk di sudut kantin kaget, dan langsung menyembunyikan wajahnya agar tak diketahui oleh Kyuhyun.
Jihyun POV
Tiba-tiba seisi kantin ribut. Ku dengar mereka memanggil-manggil nama Kyuhyun. Aku menoleh, dan benar saja. Kyuhyun dan kawan-kawannya telah duduk di meja yang ada di tengah-tengah kantin. Aku segera menutupi wajahku dengan buku yang kubawa. Aku mendengar suara mereka yang tengah bercanda.
“Lalu bagaimana menurutmu tentang Hyorin? Sahabat tunanganmu itu?” Suara Hyukjae terdengar. Kenapa mereka menyebut-nyebut nama Hyorin? Yaahh…ku akui dia memang cantik dan termasuk yeoja populer di sekolah ini.
“Dia? Hmmm….cantik, manis. Kakinya jenjang, rambutnya hitam lurus. Tidak memalukan jika dibawa kemanapun, kkkkkk…,” itu suara Kyuhyun. Ia memuji Hyorin? Selama ini ia memperhatikan Hyorin?
“Apa dia termasuk dalam tipe wanita idamanmu?” deg. Jantungku langsung berdegup kencang. Dasar Hyukjae, bisa-bisanya dia menanyakan hal itu. Tidak tahukah dia bahwa Kyuhyun sudah memiliki tunangan, yaitu diriku yang sangat biasa ini.
“Hei. Siapa yang tak menginginkan wanita seperti itu. Sayangnya, dia sudah berpacaran dengan si ikan mokpo itu,” Kyuhyun kembali bersuara. Dan jawabannya membuat hatiku seperti ditusuk pisau. Ia menyukai Hyorin? Sahabatku?
“Lalu bagaimana dengan tunanganmu itu? Kau memanggilnya….kau memanggilnya apa?” Sekarang Ryeowook yang bertanya. Panggilan? Kyuhyun memberiku nama panggilan? Sungguh aku tak mengetahuinya.
“Si jelek? Ayolah….namja mana yang mau padanya. Melirik sajapun tidak mungkin,” Jleb. Tubuhku langsung membeku dan bergetar. Air mataku langsung mengalir. Namun aku segera menghapusnya. Aku tak ingin terlihat lemah.
“Bukankah setelah lulus kau akan menikah dengannya? Ku dengar persiapannya sudah hampir selesai,” Aku tetap mendengarkan pembicaraan mereka. Berharap Kyuhyun tidak sungguh-sungguh mengatakan hal tadi. Aku mendengar suara Kyuhyun. Ia menjawabnya dengan sangat pelan hingga aku tak bisa mendengarnya dengan jelas. Tapi aku mendengar kata orang tua dan memaksa. Apa ia diapaksa oleh orang tuanya karena merasa berhutang budi pada orang tuaku?
“Kyuhyun oppa. Si jelek ada di sini,” aku tersentak kaget saat seorang hoobae yeoja menarik buku yang kupegang. Seisi kantin melihat ke arahku termasuk Kyuhyun dan kawan-kawannya. Aku merasa seperti menjadi batu yang tak bisa berbuat apa-apa. Kyuhyun melihatku dengan tajam. Kemudian sekilas ia menunjukkan smriknya padaku.
“Hey semua.!” Kyuhyun berteriak dan berdiri. Semua orang melihat ke arahnya.
“Lihatlah yeoja jelek di sudut sana,” ia menunjuk ke arahku. Apa yang akan dilakukannya?
“Lihatlah! Aku akan segera menikah dengannya. Aku Cho Kyuhyun yang tampan, pintar, dan kaya raya akan menikah dengan yeoja jelek seperti dia,” semua orang tertawa dan melihatku dengan sinis dan tatapan merendahkanku. Tubuhku semakin bergetar, aku ingin menangis tapi aku tetap menahannya.
“Lihat penampilannya. Rambut yang selalu dikuncir seperti ekor kuda. Kacamatanya yang besar, dan selera fashionnya minus. Ia juga hanyalah anak penjual mi Ramyun. Apa yang bisa dilihat darinya? Otaknya? Bahkan ia selalu berada di kelas paling rendah nilainya,” seisi kantin mulai bersorak-sorak. Mereka memanggil-manggilku dengan sebutan yeoja jelek dan pabbo…
Kyuhyun berjalan mendekatiku dengan tatapan matanya yang tajam. Aku sudah tidak tahan menahan air mataku. Aku melangkah mundur saat ia mulai mendekat. Aku tak mau melihat wajahnya lagi. Aku membencinya. Ia mempermalukan aku seperti ini. Segera aku berlari, pergi dari hadapannya. Bahkan bila perlu aku akan pergi dari kehidupannya selamanya. Semua orang berteriak padaku, memanggilku yeoja jelek. Segera aku pulang kerumah tak memperdulikan tasku yang masih berada di dalam kelas.
Aku benar-benar tak menyangka ia mengataiku seperti itu. Bahkan ia juga menghina pekerjaan orang tuaku yang telah membesarkan dan membiayaiku sejak kecil dengan rumah makan Ramyun kami yang sederhana itu. Aku sangat tau bahwa aku hanyalah gadis miskin dan jelek dan tak pantas berdiri di sisi Kyuhyun yang kaya raya dan tampan itu.
Author POV
@Jihyun’s Room
“Jihyun-ah…ada apa denganmu?” eomma Jihyun memeluk putrinya yang sedang menangis itu. Ia sangat khawatir karena Jihyun tiba-tiba pulang ke rumahnya dengan keadaan menangis.
“Eomma…aku tidak ingin menikah dengan Kyuhyun. Batalkan semua, ku mohon…hiks…hiks…” Jihyun membenamkan wajahnya di pelukan eommanya.
“Wae? Kau bertengkar dengannya?” dengan lembut dan penuh kasih sayang eomma Jihyun mengelus rambut Jihyun. Jihyun menggeleng dalam pelukan eommanya.
“Aku ingin pergi. Pergi dari sini. Aku tidak mau melihatnya lagi. Kami berbeda eomma. Kami bagaikan bumi dan langit. Ia tampan dan kaya raya, sedangkan aku? Aku…hiks…hiks…” kembali Jihyun terisak dan tak dapat melanjutkan kata-katanya.
“Tidak chagi…tid-,” Jihyun melepas pelukan eommanya. Tatapannya penuh amarah pada eommanya.
“Eomma tidak mengerti!!! Tolong mengertilah…komohon…hiks…hiks…aku tidak mau melihatnya lagi. Aku tidak mau mendengar namanya lagi. Aarrrrgghhh….aku membencinya….” Jihyun berteriak histeris dan mencengkram rambutnya. Eommanya yang melihat putrinya seperti itu terkejut dan kembali  memeluk putrinya untuk menenangkannya.
“Jihyun-ah…kenapa kau jadi seperti ini? Eomma mengerti…tenanglah,” eomma Jihyun terus mendekap putrinya yang masih meraung-raung dalam dekapannya. Setelah beberapa lama, Jihyun mulai tenang. Ia tertidur. Dengan perlahan tubuh Jihyun direbahkan dan menyelimuti tubuh kecilnya.
“yeobo…Cho Hana menelpon, kita diminta kerumahnya. Ada hal penting yang ingin disampaikan,” eomma Jihyun melihat ke arah suaminya. Dilihatnya kembali putrinya yang tengah tertidur. Terlihat ia sedang memikirkan sesuatu.
“Ne. Aku juga ingin menyampaikan hal penting pada keluarga Cho. Mengenai putri kita.”
Setelah pertemuan antara orang tua Kyuhyun dan orang tua Jihyun, Jihyun bagaikan menghilang ditelan bumi. Ia tak terlihat lagi di sekolah, bahkan di rumahnya. Di hari kelulusanpun ia tak hadir. Hyorin sahabatnya juga tak tau dimana Jihyun. Orang tua Jihyun menutup rapat tentang Jihyun.
~ I am not Ugly ~
6 years later
“Ne, eomma…aku sudah di bandara Incheon. Neee…arrasseo…tidak perlu, aku bisa naik taksi. Aiiissshh….Ne, terserah eomma saja,” Seorang gadis baru saja keluar dari pintu kedatangan luar negeri (bener gak tuh). Ia berjalan dengan anggunnya. Sepatu high heels, dress mini, dan rambut tergerai indah membuat beberapa pria melihat takjub padanya.
Dengan penuh percaya diri Shin Jihyun melangkahkan kakinya. Ia melihat ke sekeliling bandara untuk mencari orang yang akan menjemputnya. Sesekali terdengar gerutuan dari bibirnya yang berwarna pink itu hingga akhirnya matanya terhenti pada sebuah papan bertuliskan Shin Jihyun. Ia tersenyum dan segera menghampiri seorang pria pria paruh baya berpakaian seragam supir yang memegang papan nama tersebut.
Jihyun POV
“Ahjussi…aku orang yang kau maksud,” ku lihat ahjussi tersebut tersentak kaget kemudian tersenyum padaku.
“Mari, nona ikut saya,” tanpa basa basi ahjussi tersebut membawa koper yang kubawa tadi dan berjalan. Aku mengikutinya dari belakang.
Kami berhenti di depan sebuah mobil mewah. Ahjussi tersebut memasukkan koperku ke dalam bagasi mobil mewah di hadapanku ini. Apa ahjussi ini tidak salah mobil? Mana mingkin keluargaku mempunyai mobil semewah dan semahal ini? Selama aku berada Paris aku memang selalu mengirim uang yang banyak untuk keluargaku, tapi untuk membeli mobil semahal ini keluargaku pasti akan berpikir dua kali.
“Silahkan masuk nona,” aku tersentak kaget saat ahjussi tersebut membukakan pintu untukku.
“Ah, ne~ gamsahamnida,” aku membungkukkan badan sebagai tanda terima kasih.
Aku memasuki mobil tersebut. Interiornya bagus tapi cukup gelap. Pintu mobil tertutup dan terdengar bunyi pintu terkunci. Kenapa langsung dikunci? Bukankah ahjussi yang tadi belum masuk mobil. Kurasakan mobil juga langsung bergerak.
“Apa kabar, Shin Jihyun?” aku tersentak kaget saat ku mendengar suara seseorang di sampingku. Sejak kapan ada orang di sampingku? Lalu suara itu….
Aku menoleh pada sisi kananku dengan jantung yang berdegup kencang. Benar saja, aku melihat tatapan seseorang yang sangat tajam. Tatapan yang selama 6 tahun ini tidak pernah ku lihat. Tatapan dari seseorang yang tidak ingin kutemui lagi.
“C…Cho Kyuhyun,” Aku tergagap melihatnya berada di depanku sekarang. Aku hendak membuka pintu yang ternyata benar-benar terkunci. Ia menarik tanganku hingga aku kembali menatapnya. Jarak wajahnya sangat dekat hingga kurasakan deru nafasnya menerpa wajahku. Tatapannya penuh dengan kemarahan. Aku benci dengan situasi ini karena sampai sekarang aku tak berdaya hanya dengan tatapan tajamnya itu.
“Kau tak kan bisa lari lagi dariku. Akan kuberikan hukuman yang berat karena dengan seenaknya kau menghilang dariku selama 6 tahun ini,” kurasakan ia mengendus leherku. Aku segera mendorongnya.
“Apa maksudmu tuan Cho Kyuhyun yang terhormat? Kurasa kita sudah tak punya urusan lagi. Jadi, bisakah kau turunkan aku di sini? Aku bukan Shin Jihyun yang dengan seenaknya kau injak-injak di dep..mmmmppphhhh….,” ia menyumpal mulutku dengan mulutnya.
Ia terus melumat bibirku. Tatapannya masih sama, tajam dan menusuk. Aku mendorong-dorong tubuhnya meskipun hasilnya sia-sia. Kedua tanganku dicengkram erat olehnya dan tubuhku terus terdorong hingga aku terpojok.
“Cho…mmpppp…..lep…mmmpphhhh….,” ciumannya semakin ganas. Kurasakan lidahnya menusuk-nusuk hendak masuk ke dalam mulutku yang kututup rapat. Tangannya juga mulai nakal melesuri leherku dan terus turun hingga…
“Arrgghh….” ia meremas dadaku dengan keras. Saat itulah ia menelusupkan lidahnya dan mulai bermain-main di dalam mulutku, membelit lidahku dan menghisapnya dengan kencang.
“hhmmppp….,” sial. Kenapa aku mulai terbuai dengan perlakuannya. Aku merasakan dadaku diremas-remas dengan lembut. Inilah yang membuatku mulai terbuai. Ia terus melumat bibirku dan mempermainkan dadaku bergantian.
Aku mulai kehabisan nafas dan memukul-mukul dadanya. Seolah mengerti ia melepaskan ciumannya yang ganas itu. Tapi, ia malah memindahkan ciumannya pada leherku. Ia menghisap-hisap leherku dan sedikit menggigitnya hingga menimbulkan rasa yang sedikit perih.
“Kyuuu….hen…tikan…aarrgghhh,” aku berusaha mendorong tubuhnya yang sudah kelewatan ini. Namun, bukannya berhenti ia malah semakin ganas. Tangannya juga mulai menelusup ke dalam kemeja yang kupakai. Ia juga menarik ke atas braku hingga kurasakan kulit tangannya menyentuh langsung kulit dadaku.
Aku tersentak. Ini tidak boleh terjadi. Namun, saat ia mulai memainkan dadaku dengan remasan tangannya yang lembut tubuhku menjadi lemas dan tak bisa berbuat apa-apa. Otakku menolak tetapi tubuhku menerima semua sentuhannya.
Ia melepas ciuamannya pada leherku dan tangannya keluar dari dalam kemejaku. Aku bernafas lega namun aku tak berani menatap wajahnya. Dengan mudahnya ia menarik tubuhku dan menidurkanku pada kursi dengan dirinya berada di atas tubuhku dan menghimpitku.
“Apa maumu Cho Kyuhyun? KENAPA KAU MELAKUKAN INI?!” aku berteriak tepat di hadapan wajahnya.
“Ini belum seberapa Shin Jihyun. Hukumanmu belum dimulai. KENAPA KAU HARUS MENGHILANG SELAMA 6 TAHUN?! Semua orang menutupi keberadaanmu dariku hingga membuatku putus asa,” Ia menenggelamkan wajahnya di lekukan leherku. Sesekali ia menghirup udara dalam-dalam di sana. Aku terdiam dengan segala ucapannya. Apa sebenarnya yang ia inginkan? Ia membuatku bingung dengan segala perbuatannya padaku dulu dan sekarang.
“tok…tok…tok…,” terdengar suara ketukan pada jendela pintu mobil. Aku segera mendorong tubuhnya dan memperbaiki penampilanku yang acak-acakan karena ulahnya tadi. Ia juga merapikan penampilannya, melirikku sekilas dan ia keluar dari mobil. Aku ragu untuk mengikutinya keluar atau tidak.
“Kau mau keluar sendiri atau perlu kugendong untuk masuk ke dalam rumah,” aku mendengus dan segera keluar dari mobil.
Tepat seperti dugaanku. Ini bukan rumahku tapi rumahnya yang megah seperti istana. Seorang pelayan menghampiri kami dan segera mengambil koperku dari dalam bagasi lalu membawanya ke dalam istananya yang besar ini.
“Ini bukan rumahku. Kenapa kau membawa masuk barang-barangku ke rumahmu?” aku menatapnya tajam. Jantungku seperti berhenti berdetak saat melihatnya. Ia semakin…tampan dan mempesona. Dengan kemeja putih dan dibalut dengan jas hitamnya, ia sungguh….mempesona. Ia melirikku, aku segera mengalihkan pandanganku. Sial, kenapa aku begitu terpesona padanya.
“Ini rumahmu juga. Ayo masuk,” ia menarik tanganku dan berjalan memasuki rumahnya. Beberapa pelayan menyambut kedatangan kami dan memberikan hormat.
“Ya! Lepaskan tanganku! Aku ingin pulang dan bertemu dengan keluargaku,” aku terus menarik-narik tanganku namun sia-sia. Ia terus menarikku dan membawaku ke dalam sebuah kamar yang besar.
“Ini kamarmu. Aku sudah menghubungi keluargamu dan nanti malam mereka akan mengunjungimu di sini,” aku ternganga mendengarnya. Apa ia berniat menjadikanku sebagai tahanan? Aku mendengus kasar dan menatapnya tajam. Ia menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan hingga membuatku salah tingkah. Ia mendekat padaku, menarik daguku dan “Chup” ia mencium bibirku sekilas.
“Istirahatlah,” ucapnya dengan tatapannya yang lembut sebelum ia keluar dan menutup pintu kamar. Aku belum percaya ini semua.
Kuhampiri sebuah meja rias dan menatap pantulan diriku. Rambutku sedikit berantakan, make upku juga sedikit berantakan, dan terdapat beberapa bercak kemerahan dileherku akibat perbuatannya tadi. Aku benci jika penampilanku tidak sesempurna sebelum aku bertemu dengannya. Aku tidak mau jika aku terlihat jelek. Aku melihat koperku di atas kasur. Sebaiknya aku mandi untuk membersihkan diri yang mulai lengket lalu pergi tidur, berharap saat bangun nanti ini hanyalah sebuah mimpi buruk.
AUTHOR POV
Jihyun bangun saat malam menjelang. Ia menggeliat dan memperhatikan sekitar. Bukan mimpi, gumamnya dan beranjak dari ranjangnya. Dengan segera ia masuk ke kamar mandi. Selesai mandi ia tersentak kaget saat melihat peralatan make upnya telah tertata rapi di meja rias yang sebelum ia tidur masih ksosong. Dengan langkah gontai ia menghampiri meja riasnya. Ditatapnya pantulan wajahnya di cermin. Ditelitinya wajahnya dengan baik, kemudian sebuah senyuman terpatri di wajahnya.
“Tak ada lagi Jihyun yang jelek. Dia sudah mati,” ucapnya setelah memakai make up yang tipis namun terlihat sangat manis dan cantik.
“tok…tok…tok…” bunyi suara pintu kamar diketuk. Tak lama seorang pelayan wanita masuk ke dalam kamar Jihyun.
“Maaf nona. Anda sudah ditunggu tuan muda Cho dan keluarga Anda,” ucap pelayan itu dengan hormat. Setelahnya pelayan itu keluar kamar.
Setelah mendengar bahwa keluarganya telah menunggu, dengan segera Jihyun berlari keluar kamar. Ia menuruni tangga dengan terburu-buru. Dari kejauhan ia telah melihat kedua orang tuanya tengah duduk di ruang tamu dan tak lupa Cho Kyuhyun juga duduk di sana.
“Eomma…,” dengan segera ia menghampiri eommanya dan memeluknya dengan erat.
“Jihyun-ah. Bogosippeo,” ucap eomma Jihyun sambil mengusap lembut rambut Jihyun yang tergerai dengan indah.
“Kau hanya rindu pada eommamu saja, eoh?” Jihyun segera melepaskan pelukan eommanya dan segera memeluk appanya.
“Aku juga sangat merindukanmu appa,” ucap Jihyun sambil tersenyum. Jihyun memperhatikan wajah kedua orang tuanya dengan seksama sebagai pengobat rindu. Sampai ia menyadari juga ada sosok Kyuhyun di sana. Dengan segera Jihyun menarik tangan kedua orang tuanya sedikit menjauh dari Kyuhyun.
“Eomma, appa. Pria itu menculikku. Kalian akan membawaku pulang kan?” ucap Jihyun berbisik pada kedua orang tuanya. Ia melirik ke arah Kyuhyun sekilas dan melihat ekspresi tidak suka pada wajah Kyuhyun.
“Apa yang kau katakan? Sebentar lagi kalian akan menikah,” Appa Jihyun menjawab dengan ekspresi datar. Eomma Jihyun hanya manggut-manggut.
“Mm..MWO?! kalian jangan bercanda. Aku tidak mau!” Jihyun langsung berteriak di hadapan kedua orang tuanya. Ia melihat ke arah Kyuhyun dengan tatapan benci. Ia benar-benar tak menyangka kedua orang tuanya memiliki rencana seperti itu.
“Lebih baik aku pergi dari negara ini selamanya,” Jihyun mengacak-acak rambutnya hingga sedikit berantakan. Hal yang paling ia benci sebenarnya membuat tatanan rambutnya berantakan.
“Ku pastikan itu takkan terjadi. Awas saja kalau kau kembali menghilang,” tiba-tiba Kyuhyun sudah berada di antara mereka. Masih tetap sama dengan ekspresi wajahnya yang tak suka dengan ucapan Jihyun.
Jihyun hendak menjawab perkataan Kyuhyun. Namun, ia terdiam saat melihat kehadiran tiga orang yang sangat ia kenal. Jantungnya bergedup kencang dan tubuhnya sedikit bergetar. Ia menepis pikiran-pikiran tentang masa depannya bersama dengan pria yang paling tidak ingin ia temui lagi.
“Omo…Jihyun-ah. Akhirnya kau sudah kembali,” seorang wanita paruh baya menghampiri Jihyun dan memeluknya. Jihyun hanya terdiam tak tau harus bagaimana menghadapi ini.
“Ne. Lihat, kau juga sangat cantik. Kyuhyun beruntung memiliki istri sepertimu,” Ahra, kakak perempuan Kyuhyun juga menghampiri dan tersenyum manis pada Jihyun.
“A…apa maksud semua ini?” Jihyun tergagap dan menatap semua orang yang ada dihadapannya saat ini.
“Setelah tujuh tahun bertunangan tentu saja sudah saatnya kalian menikah,” Ahra kembali menambahi. Jihyun shock dengan semua ini. Selama ini ia berpikir bahwa hubungannya dengan Kyuhyun telah berakhir. Ia berpikir takkan pernah bertemu dengan namja yang telah membuatnya sakit hati.
-SKIP-
“Ani….ani….ini tidak boleh terjadi. Apapun itu, aku harus segera pergi dari sini. Aku tidak mungkin menikah dengan namja sialan itu,” Jihyun mondar-mandir di dalam kamarnya yang luas itu. Ia terus memikirkan hasil pertemuan kedua orang tuanya dengan keluarga Kyuhyun yang telah sepakat akan menikahkannya dengan Kyuhyun minggu depan.
“Siapa yang kau maksud dengan namja sialan itu? Sudah ku katakan kau tidak akan pergi kemana-mana,” tiba-tiba saja Kyuhyun telah ada di dalam kamar. Jihyun tersentak kaget dan melihat ke arak Kyuhyun dengan tatapan takut.
“Ya! Kenapa kau melakukan semua ini, hah? Aiiisshhh….aku benar-benar frustasi,” Jihyun menunjuka pada Kyuhyun dan ia meremas rambutnya yang panjang karena frustasi.
“Aku? Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya menjalankan apa yang seharusnya terjadi. Dan kau….kau harus mengikuti semuanya. Arrasseo?” Kyuhyun berjalan menuju lemari dan mengambil piyama dari dalam lemari. Ia pun segera memasuki kamar mandi. Jihyun hanya ternganga melihat tiap gerak-gerik Kyuhyun. Ini sungguh di luar dugaannya.
Kenapa namja itu mengambil pakaian dari dalam lemari ini? Gumam Jihyun. Matanya membelalak mengira-ngira. Segera ia menuju satu-satunya lemari yang ada dalam ruangan itu. Ia membukanya dan benar dugaannya, kamar ini milik namja itu.
“Cklek” pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Kyuhyun telah berganti piyama yang ia bawa tadi. Jihyun menelan salivanya dengan susah. Apa yang akan terjadi jika ia satu kamar dengan namja itu. Tadi waktu sepulang dari bandara saja ia sudah berbuat hal seronok. Memikirkannya Jihyun jadi bergidik ngeri.
“I…ini kamarmu?” tanya Jihyun dengan tergagap.
“hmmm…ada masalah?” dengan tenangnya Kyuhyun menjawab. Setelahnya ia menuju ranjang king sizenya dan duduk di pipnggiran ranjangnya.
“Baiklah. Katakan dimana aku tidur malam ini,” Jihyun bersiap dan mengambil kopernya. Kyuhyun mengerutkan kening dan ia menepuk-nepuk ranjang yang ia duduki seolah berkata ‘di sini’.
“Mwo? Kau gila! Rumah sebesar ini pasti ada banyak kamar. Kalau memang tidak ada, lebih baik aku pulang ke rum…Kyaaa!!!” belum selesai bicara Jihyun langsung berteriak saat Kyuhyun dengan mudahnya mengangkat tubuh mungil Jihyun dan menidurkannya di ranjang dengan posisi Kyuhyun memeluknya.
“Kau terlalu cerewet. Ini sudah malam, tidurlah,” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.
“Lepaskan aku Cho Kyuhyun. Aku tidak mau tidur di sini,” Jihyun terus memberontak untuk melepaskan dirinya.
“Kalau kau tetap seperti ini, kupastikan hal yang tidak kau inginkan akan terjadi malam ini. Jadi, tidurlah dengan tenang,” Kyuhyun menatap serius pada Jihyun hingga membuat Jihyun langsung terdiam dan menurut pada Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan saat Jihyun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia kembali memeluk Jihyun dengan erat dan mulai memejamkan matanya. Begitupun dengan Jihyun, ia menyerah dan dengan perlahan ia mulai terlelap di dalam pelukan seorang Cho Kyuhyun yang terasa hangat dan nyaman baginya.
@1 week later
JIHYUN POV
Oh, Tuhan. Apa kesalahanku di kehidupan sebelumnya hingga aku mengalami nasib seperti ini? Aku sudah tidak bisa lari lagi. Sekarang ku lihat pantulan diriku yang telah berbalut busana pengantin dan riasan make up pengantin. Andai aku bisa kabur, sudah seminggu yang lalu kabur. Tapi sialnya namja itu menyewa dua pengawal yang selalu mengikuti tiap gerakanku. Aku merasa seperti tahanan yang dikekang.
Aku tidak mengerti mengapa namja itu bersikap seperti itu. Bukankah dulu ia tidak menyukaiku? Apa karena sekarang aku tidak jelek seperti dulu lagi? Jadi dia mau menerimaku setelah aku berubah seperti ini? Dasar namja, saat aku jelek dia menolakku mentah-mentah, sekarang? Ia bahkan sampai mengurungku agar aku tidak kabur dan menikah dengannya. Oke, sebenarnya di dalam lubuk hatiku yang terdalam masih ada perasaan cinta padanya, tapi entah mengapa kejadian 6 tahun yang lalu selalu ku ingat bahkan sering menjadi mimpi burukku.
“Chagi, sudah waktunya. Ayo keluar,” tiba-tiba appaku muncul dan membuyarkan pikiran-pikiranku.
“Ne, appa,” aku menghela nafas dan keluar dari ruangan rias ini.
Jantungku tiba-tiba berdegup sangat kencang. Perutku rasanya diremas- remas. Bisakah aku ke kamar mandi dulu? Kurasa itu tidak mungkin. Saat ini aku digandeng ayah menuju altar. Kulihat namja itu memakai tuxedo putih. Ia terlihat sangat tampan dan ia….tersenyum padaku? Aarrrgghhh…..aku ingin berlari padanya dan memeluk tubuhnya, menyerangnya, dan….kenapa aku bisa berpikiran seperti itu? Ini bisa membuatku gila.
Oke, hentikan pikiran-pikiran gila itu. Sekarang aku telah berdiri di hadapan pendeta dengan tanganku yang digenggam erat oleh Kyuhyun. Bibir dan tenggorokanku rasanya mengering, ku rasa aku butuh minum.
“Aku bersedia,” aku tersadar saat Kyuhyun mengatakan dengan tegas janji pernikahan. Oh, tidak sekarang giliranku. Kujawab iya atau tidak? Kurasa aku tidak akan membuang-buang kesempatan ini.
“Nona Shin Jihyun. Apakah kau menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu? Dalam keadaan suka maupun duka? Sampai maut memisahkan kalian?” haruskan dijawab sekarang? Aku belum siap. Aku melirik wajah tampan Kyuhyun.
“N…ne, aku bersedia,” akhirnya aku menjawabnya. Pesona Kyuhyun memang membuatku tak berdaya. Setelahnya aku tak menghiraukan lagi apa yang terjadi. Sampai kurasakan Kyuhyun mengalihkan wajahku padanya. Ia membuka penutup wajahku dan wajahnya semakin mendekat.
“Chu~” bibirnya yang lembut menyentuh bibirku. Melumatnya sebentar lalu ia melepasnya. Aku hanya terbengong dan menatap Kyuhyun yang menyeringai. Semua orang bersorak dan tepuk tangan. Tiba-tiba ada perasaan bahagia menyelimuti hatiku saat aku terdasar bahwa kini Kyuhyun, namja yang selalu kupuja telah menjadi suamiku.
@ Kyuhyun’s apartement
Kyuhyun membuka pintu apartemennya. Kulangkahkan kakiku dengan cepat dan mendahuluinya yang tengah kerepotan membawa koper. Aku tidak peduli. Aku langsung menuju sebuah sofa dan duduk melepas rasa lelahku. Ini sudah jam 10 malam. Tadi setelah acara resepsi, langsung diadakan pesta kecil-kecilan di rumah Kyuhyun bersama keluargaku dan keluarganya. Benar-benar hari yang sangat melelahkan. Aku menyenderkan kepala dan memejamkan mata untuk melepas rasa lelah. Hingga kurasakan sofa sedikit bergerak dan seseorang duduk di sampingku.
“Ku pikir kita akan tinggal di rumahmu,” aku membuka mata dan menatapnya.
“Kau ingin kita tinggal di sana?” ia malah balik bertanya padaku.
“Tidak. Kurasa tinggal di sini lebih baik,” aku kembali memejamkan mataku.
“Hm. Tidak perlu ada orang lain. Hanya kita berdua,” aku tersedak air ludahku sendiri. Aku tak habis pikir dengan pikirannya yang susah ditebak itu.
Aku hendak protes, namun kedua tanganku tiba-tiba dipegangnya erat-erat di samping kepalaku. Ia juga mendekatkan wajahnya padaku. Jujur, aku mulai takut padanya. Bisa saja ia berbuat hal yang tidak-tidak padaku. Apalagi sekarang hanya tinggal aku dan dirinya.
“Bukankah malam ini malam pertama kita?” Kyuhyun berbisik tepat di telingaku. Membuatku bergidik. Aku melotot padanya dan mendorong tubuhnya dengan keras hingga ia terdorong kebelakang.
“Jangan harap! Minggir, aku mau tidur. Dimana kamarku?” aku berdiri dan mencari-cari dimana letak kamar. Lama-lama bersamanya bisa berbahaya.
“Kamar kita? Perlu kugendong dirimu?” Kyuhyun menyeringai padaku.
“Kau memang gila!” segera kutinggalkan dirinya dan menuju sebuah pintu yang kurasa itu adalah kamar tidur.
Benar dugaanku. Saat aku memasukinya, tampaklah sebuah kamar yang luas dengan ranjang ukuran king size. Dinding kamar berwarna hijau tosca dan terdapat pula dinding yang terbuat dari kaca hingga bisa melihat pemandangan kota Seoul yang indah di malam hari.
Kuhampiri dinding kaca tersebut dan menikmati pemandangan kota yang indah. Aku begitu takjub melihatnya. Terdapat pintu kaca di antara dinding kaca tersebut yang menghubungkan kamar dengan balkon. Aku hendak membuka pintu tersebut namun terhenti saat seseorang memelukku dari belakang. Aku terdiam mematung dan merasakan detak jantungku yang berdegup tak beraturan.
“Kau menyukainya? Aku mendesignnya khusus agar kita bisa menikmati pemandangan kota bersama-sama,” Kyuhyun berbisik dan diakhiri dengan sebuah kecupan di leherku. Kenapa aku tak bisa berbuat apa-apa?
“Yaaa…ini sangat indah. Bisakah kau melepaskan pelukanmu?” aku menjawabnya dengan dingin. Bukan karena aku tidak suka ia memelukku. Tapi karena aku takut ketahuan bagaimana detak jantungku saat ini.
Kyuhyun membalik tubuhku hingga kini berhadapan dengannya. Tatapan matanya teduh dan menenangkan. Ia menyampirkan helaian rambutku ke belakang telinga dan membelai wajahku dengan lembut.
“Jangan menghilang lagi dari pandanganku. Aku benar-benar bisa gila jika kau melakukannya lagi,” aku terus menatap matanya. Tak ada kebohongan di matanya, semuanya benar-benar tulus. Tapi kenapa dulu ia melakukan hal seperti itu? Hingga membuatku selalu ketakutan saat mengingat diriku yang dulu.
“Jadilah milikku…selamanya,” Kyuhyun berbisik padaku. Wajahnya semakin mendekat hingga kurasakan bibirnya telah menyentuh bibirku. Tak lama, ia melumat bibirku dengan lembut. Tak ada nafsu dalam ciumannya. Semuanya dilakukan dengan lembut seolah-olah ia menyalurkan perasaannya padaku. Tak lama, aku mulai membalas ciumannya. Ia menarik pinggangku hingga tubuhku menempel pada tubuhnya. Ciumannya membuatku terlena. Aku mulai mengalungkan tanganku pada lehernya.
Entah sejak kapan aku telah berada di bawah kuasanya. Terbaring tak berdaya di bawah tubuhnya. Sesekali lenguhan terdengar dari bibirku merasakan tiap sentuhan bibirnya pada leherku. Aku ingin menolak, tapi ada perasaan yang mendorongku untuk menyerahkan diriku padanya. Aku bukan si jelek lagi yang tak pantas di sisinya. Aku ingin membuktikan bahwa aku pantas berada di sisinya. Aku ingin dia hanya menatapku, dan tergila-gila padaku.
“Engghhh….” kembali desahan keluar dari mulutku saat kurasakan kini tangannya telah menelusup ke dalam kaos yang kupakai. Ia menarik ke atas kaosku. Melepas ciumannya untuk membuka kaosku hingga terlihatlah braku yang berwarna pink. Ia menatapku dengan intens hingga membuatku malu.
Tak lama ia menatapku, karena selanjutnya ia telah mengecupi leherku. Aku mendongak untuk memberikan akses yang lebih luas. Ia terus menjelajah leherku hingga membuatku melayang. Masa bodoh dengan gengsiku dan kemarahanku padanya. Saat ini yang kumau ia menjamahku lebih jauh lagi. Aku benar-benar sudah gila.
“Tlek” tangan Kyuhyun berhasil membuka pengait braku. Ia melemparnya sembarangan dan dengan segera ia menenggelamkan kepalanya di belahan dadaku.
“Angghhssss….ssshhh…” aku memejamkan mata merasakan remasan tangannya yang lembut pada dada sebelah kiriku dan lumatan mulutnya pada dada sebelah kanan. Ia benar-benar lihai dalam membuatku melayang.
Tanganku secara tidak sadar meremas kemeja putihnya yang mulai basah karena keringat. Dengan tergesa-gesa aku membuka semua kancing bajunya dan melempar jauh kemejanya. Sejak kapan aku bisa seagresif seperti ini? Entahlah.
“Jihyun-aahhh…” Kyuhyun mengerang saat aku mengelus dada dan perutnya yang sedikit berbentuk itu. Ada kepuasan tersendiri saat mendengarnya mengerang frustasi seperti itu. Wajahnya juga berkali lipat lebih tampan.
AUTHOR POV
Kyuhyun mulai frustasi dan ingin segera memasuki Jihyun. Namun ia menahannya sekuat tenaga agar malam ini tidak berlalu terlalu cepat. Ia ingin merasakan semuanya tanpa terlewatkan agar malam ini tidak terlupakan.
Dengan gerakan cepat Kyuhyun membuat Jihyun naked. Ia memegang kedua paha Jihyun dan meregangkannya. Jihyun yang merasa malu segera merapatkannya kembali.
“Percayalah padaku Jihyun-ah,” Kyuhyun berbisik tepat di telinga Jihyun. Kembali ia membuka lebar paha Jihyun. Dengan perasaan yang berdebar, ia menenggelamkan kepalanya di selangkangan Jihyun.
“Aaahhh…Ouch…Kyuuuhh…appaah…yang…kau lakukanhhh…sshhh…” Jihyun setengah duduk untuk melihat Kyuhyun yang tengah berada di bawah sana.
“nngghhhh…..aaaahhh…..hennn…tiikkaaahhnnn….akkuuuu…” Jihyun meremas rambut Kyuhyun untuk menyalurkan rasa nikmat yang ia rasakan hingga membuatnya seperti mau meledak.
“Arrrgghhhh….” Jihyun langsung terhempas saat ia merasakan puncak kenikmatan. Nafasnya memburu dan peluh membanjiri tubuhnya.
Kyuhyun menatap wajah Jihyun yang memerah. Terlihat cantik, batin Kyuhyun. Dengan tergesa-gesa Kyuhyun membuka kain terakhir pada tubuhnya. Ia ingin segera memiliki Jihyun seutuhnya setelah 6 tahun ia menunggu.
“hhhnngggg…..Kyuuuhhh…” Jihyun kembali menggeliat gelisah saat Kyuhyun menggesek-gesekkan miliknya pada milik Jihyun. Ia membuat gerakan memutar membuat keduanya mendesah.
“hhhh…hhnnn….panggil namaku, sayang,” Kyuhyun mengerang karena perbuatannya sendiri.
“Kyu…hyun..aahhh….” Jihyun meremas kuat sprei yang telah kusut.
“hhggg….aarrrggg….appooo….” Jihyun meremas pundak Kyuhyun yang tengah berusaha memasukkan miliknya yang besar ke dalam lubang Jihyun yang belum pernah dimasuki itu.
“Sabar, sayang. Sedikit lagi,” Kyuhyun tetap tengah berusaha menerobos pertahanan Jihyun. Sesekali ia meremas dada Jihyun dan melumat bibir Jihyun untuk mengalihkan rasa sakit pada Jihyun.
“Arrgghhh…appoooo….hiks…hiks…” Jihyun merasakan tubuh bagian bawahnya seperti terobek sesuatu. Ia juga merasakan cairan mengalir. Ia melihat ke arah bagian bawah tubuhnya. Dilihatnya milik Kyuhyun yang terbenam sepenuhnya di dalam miliknya. Tubuhnya bergetar melihat tubuh Kyuhyun menyatu dengan tubuhnya.
“Akhirnya….akhirnya kau menjadi milikku,” Kyuhyun mengecup kening Jihyun dalam, tersenyum manis dan menghapus air mata di pipi Jihyun.
“Rasanya aneh dan sesak, Kyu. Keluarkan milikmu dari dalam sana,” Jihyun bergerak gelisah. Kyuhyun terkekeh mendengar perkataan Jihyun. Benar-benar polos, gumam Kyuhyun. Tanpa menghiraukan perkataan Jihyun, Kyuhyun menarik miliknya sampai ujung dan ia menusuknya kembali dengan gerakan pelan.
“Yaa…kenapa kau bergerak seperti itu. Sakit, bodoh.” Jihyun meringis sedangkan Kyuhyun menahan diri agar dirinya bersabar. Kembali ia menarik miliknya dan menusuknya. Beberapa kali ia melakukannya hingga Jihyuna khirnya mendesah nikmat. Kyuhyun langsung menambah kecepatan tusukan-tusukannya pada milik Jihyun.
“Aahhh…ahhh…..euunghhh….sshhh….aahh…ppalliiiihhh…” Jihyun terus mendesah-desah merasakan kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan. Ia menarik tengkuk Kyuhyun dan langsung melumat ganas bibir Kyuhyun.
“hhmmmm…aahhhh….hhhh….hhhh…panggil…hhhh…namaku…hhh…shit…” Kyuhyun terus menggenjot Jihyun dengan tempo cepat. Ia mendesah nikmat merasakan pergesekan dan pijatan miliknya yang terasa seperti dicengkram dengan erat.
“Ppaliihhh….Kyuuuhhh…Hyuuunn…aaaahhhh…..” Jihyun memejamkan matanya erat. Bibirnya sedikit terbuka dan terus mengeluarkan desahan yang membuat Kyuhyun semakin bernafsu dan bergerak liar.
“aahhh….oohhh….akkuuuhhh….tidak…tahhhhaaaannhh….” Jihyun menarik sprei hingga bertambah kusut. Kepalanya berkali-kali terhempas.
Kyuhyun yang juga merasa akan segera sampai, menarik badannya menjadi duduk. Ia menarik paha Jihyun hingga semakin menempel pada tubuhnya. Dengan cepat ia bergerak menusuk-nusukkan miliknya dengan keras. Semakin lama gerakannya semakin brutal dan tak teratur hingga….
“Aaaaaaarrrgggghhhh…..” keduanya mendesah kencang saat sampai secara bersamaan. Jihyun menyemburkan cairannya membasahi milik Kyuhyun. Sedang Kyuhyun berkali-kali menembakkan spermanya. Ia menusuk-nusuk semakin dalam saat ia mengeluarkan cairannya. Setelahnya ia ambruk di atas tubuh Jihyun. Nafas keduanya tersengal-sengal dengan peluh membasahi keduanya.
Kyuhyun mengangkat sedikit tubuhnya dan memandangi wajah Jihyun. Kontak tubuh mereka tetap menyatu. Diciumnya kedua mata Jihyun yang terpejam, perlahan menuju hidungnya, lalu melumat sebentar bibir Jihyun.
“Akhirnya kau benar-benar menjadi milikku, yeoja jelek,” Jihyun langsung membuka mata mendengar panggilan yang selama ini menjadi trauma baginya. Ditatapnya Kyuhyun dengan tajam.
“Kau…ingin marah, hm?” Kyuhyun kembali memberikan rangsangan pada Jihyun dengan menusukkan tubuhnya tepat di titik sensitif Jihyun
“Ouuuchh….Neo….jangan panggil aku seperti itu, Cho Kyuhyun. Aku aahhh….tidak hhnnnn…..jelek. Yaaa….hennntikkaaannnhhh,”  dengan tersengal Jihyun menjawab Kyuhyun. Sedang Kyuhyun terus saja menggodanya. Ia meremas dan memainkan dada Jihyun.
“bagiku….kau….tetap yeoja jelekku…Cho Jihyun,” dengan cepat Kyuhyun menarik tubuh Jihyun hingga duduk dipangkuannya hingga Jihyun merasakan junior Kyuhyun menusuk semakin dalam.
“Aahhhsss….kau….salaaahhhh….aaahhhh…” Jihyun langsung menenggelamkan kepalanya pada leher Kyuhyun saat Kyuhyun mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan.
Tanpa memperdulikan jeritan Jihyun yang memintanya untuk berhenti, Kyuhyun semakin mengehentak-hentakkan tubuhnya dengan tempo cepat dan sedikit kasar. Membuat Jihyun menggelinjang dalam pangkuan Kyuhyun. Semakin lama keduanya bergerak seirama untuk segera mencapai puncak bersama-sama.
Tubuh Kyuhyun yang mulai berkedut dan miliki Jihyun yang semakin kencang meremas-remas miliknya merasa ingin segera sampai. Ia kembali menidurkan Jihyun dan mulai menggenjot dengan cepat.
“ahhh…hhhhh…..nngghhhh…” wajah Kyuhyun mulai memerah. Ia mendongakkan kepalanya merasa akan segera sampai. Sedang Jihyun mendesah-desah dengan suara seraknya. Suara keduanya memenuhi kamar mereka seirama dengan suara gesekan tubuh mereka yang sudah mulai becek dan suara decitan ranjang tempat mereka bergumul.
Tak lama mereka kembali mendesah kencang tanda mereka telah mencapai puncak kenikmatan mereka untuk yang kedua kalinya. Jihyun sudah tak bertenaga, ia bahkan tak bisa menggerakkan lagi tubuhnya hanya sekedar untuk memperbaiki posisi tidurnya. Begitupun dengan Kyuhyun, ia segera melepas kontak tubuhnya dan menghempaskan tubuhnya di samping Jihyun. Tak lama, ia menatap Jihyun dari samping. Ada tatapan bahagia dan puas pada wajah Kyuhyun. Dengan gerakan lambat ia menarik tubuh Jihyun ke dalam pelukannya.
“Tidurlah. Cukup untuk malam ini. Gomawo…Cho Jihyun,” Kyuhyun mengecup bibir Jihyun lalu mulai memejamkan matanya. Sedang Jihyun sudah sedari tadi ia terlelap karena kelelahan. Entah apa yang akan terjadi pada esok hari saat keduanya membuka mata dalam keadaan berantakan seperti itu.
END

7 komentar:

  1. giliran udh cantik lngsng dinikahin wkwk... keren thor

    BalasHapus
  2. keren critany... thor...
    sequelny ada?
    pnasran dech., ama keesokan harinya?!!

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. giliran sudah cantik dinikahin...
    ebenernya kyu itu ada rasa suka gg sihh sma jiyun...
    penasran nii ...

    BalasHapus