Tittle: More Than One Kiss…
Cast:
Cho Kyuhyun
Kim Haneul
Other cast find by your self
Category: NC-21, oneshoot, FF Project, Romance
Author: mylittlechick
Cast:
Cho Kyuhyun
Kim Haneul
Other cast find by your self
Category: NC-21, oneshoot, FF Project, Romance
Author: mylittlechick
** selamat ulang tahun yang pertama buat FlyingNC ya.. semoga makin rame dan makin banyak negpost FF yang bagus-bagus.. ^^.
Happy reading,
oo00oo
Cho Kyuhyun merasa hidupnya berada didalam sebuah drama yang biasanya tayang setiap malam di acara televisi. Bagaimana tidak, tiba-tiba hidupnya yang tenang menjadi kacau ketika ibunya mengatakan padanya bahwa ia harus menikah dengan wanita pilihanya.
Perjodohan? ibunya jelas hidup dijaman yang masih sangat kuno. Apakah Kyuhyun merasa diatur karena ia dijodohkan?. Tidak, Kyuhyun bahkan tidak menentang sama sekali perjodohan ini, hanya saja, Kyuhyun tidak pernah tahu bahwa tunangannya adalah seorang aktris yang sama sekali belum terkenal, atau bisa dibilang gadis ini baru merintis karirnya di tahun kedua. Ada hal yang membuat Kyuhyun tidak menyukai gadis itu. Gadis itu menyebalkan, entah bagaimana Kyuhyun harus mendeskripsikan apa yang membuat gadis itu menyebalkan, yang Kyuhyun tahu ia selalu merasa kesal jika berada didekat gadis itu.
“aaah.. oppa.. ternyata kau ada disini”. Kyuhyun menoleh dari kertas-kertas biodata para trainer yang baru saja tiba dimejanya kearah pintu yang terbuka, menampilkan sosok ramping, mungil dan berparas cantik dengan mata yang besar dan bibir yang penuh. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, selalu seperti ini, Kyuhyun selalu berakhir dengan menatap bibir merah gadis itu jika mereka bertatapan.
“aku membawakan makan siang untuk kita berdua” gadis itu masuk dengan memegang kotak bekal yang terbungkus kain berwarna biru muda. Ia berjalan kearah sofa yang berada diruangan itu, lalu melambaikan tanganya kepada Kyuhyun agar segera menghampiri dan bergabung bersamannya.
“makan siang? Kau tidak syuting?” Kyuhyun berdiri dari kursi kerjanya lalu duduk disofa yang terletak diseberang Haneul.
“sudah selesai” jawab Haneul seadanya sambil membuka ikatan kain dikotak bekal dan membuka penutup bekalnya. Menyiapakn sumpit lalu sendok.
Kyuhyun melirik kearah jam dinding lalu merengutkan alisnya. “sudah selesai sesiang ini?”
“oo.. adegannya tidak banyak, dialognya juga sedikit”
“apa dialognya?”
“’Yaaaakk.. tunggu aku’ itu dialognya”
Kyuhyun diam dengan ekspresi yang tidak terbaca, menyadari hal itu Haneul menoleh kearah Kyuhyun sambil mengerjabkan matanya beberapa kali. “waee..?”
“sebenarnya apa peranmu di drama itu?”
“euhmm..? aku teman dari pemeran utama wanita. Wae..? kau pasti mau meledekku lagi”
“jika kau ingin karirmu meningkat kau harus memperbaiki aktingmu”
“memangnya aktingku jelek?”
“tidak jelek, hanya perlu ditingkatkan lagi”
Kyuhyun bersandar di sandaran sofa. Matanya menatap kegiatan Haneul yang sedang memegang sumpit sambil memilah-milih makanan apa yang akan dia ambil. Tatapannya beralihn dari tangan Haneul naik keatas, kepermukaan pundaknya yang terbuka karena gadis itu memakai pakaian dengan polongan leher yang lebar. Naik keleher jenjang sampai akhirnya mata Kyuhyun berhenti dibibir Haneul lagi.
Kyuhyun mengeram kesal, kenapa matanya selalu ingin berhenti disana?. Inilah yang membuatnya kesal pada Haneul. Kyuhyun tidak pernah bisa berfikir normal jika berada didekat gadis itu, gairahnya selalu bangkit hanya dengan menatap wajahnya. Kyuhyun tidak pernah menyukai keadaan yang membuatnya harus menyerah pada keadaan fisik. Ia adalah laki-laki yang mengutamakan pekerjaan, karena itu Kyuhyun menyetujui perjodohan ini, ia tahu ia akan bisa fokus pada pekerjaannya jika wanita itu adalah gadis yang biasa-biasa saja. tapi sayangnya Kim Haneul bukan gadis yang biasa-biasa saja, membuat Kyuhyun sering kali tidak berkonsentrasi bekerja karena pikirannya sering kali dihinggapi oleh gadis ini. Tunangannya sendiri.
“oppa.. aaaaaa” Haneul menyodorkan sepotong daging ayam kepada Kyuhyun. Kyuhyun melirik kearah gadis itu dengan kedua tangan terlipat didepan dada dan diam hanya memandangi ayam itu. “aaaaaa…” ulang gadis itu.
“aku tidak mau disuapi seperti itu, aku bukan anak kecil” jawab Kyuhyun ketus.
Haneul merengut tapi tidak menurunkan tanganya. “kita sudah bertunangan selama 2 bulan tapi tidak sekalipun kau memperlakukan aku seperti tunanganmu” protesnya. “ayolaaah.. aaaaa”
Kyuhyun menatap ayam itu lalu ke bibir Haneul yang terbuka. “kemarilah, jangan disana” Kyuhyun menepuk tempat duduk disebelahnya. Dengan senyum merekah diwajahnya Haneul berjalan memutari meja dan duduk disebelah Kyuhyun, menyodorkan potongan ayam itu kepada Kyuhyun lagi. Tapi Kyuhyun tetap bergeming menatap ayam itu.
“waee..?” Haneul berkerut bingung. “aku sudah duduk disini”
“aku tidak mau disuapi seperti itu”
“lalu seperti apa?”
“dengan bibirmu”
Deg..deg..deg… Haneul terdiam, debaran jantungnya terdengar cepat ditelinganya sendiri. Kyuhyun tidak tersenyum ataupun berkedip, matanya terus memandangi Haneul. “de..dengaan apa..?”
“bibirmu” Kyuhyun mengambil sumpit dari tangan Haneul dan memsukkan potongan ayam itu ke mulut Haneul. “aku sedang memperlakukanmu seperti seorang tunangan”.
Mata Haneul tidak bergerak dari mata Kyuhyun. Giginya mengigit potongan ayam yang disuapi Kyuhyun, jantungnya masih berpaju cepat, bahkan lebih cepat ketika Kyuhyun menundukkan wajahnya kearahnya. Haneul memejamkan matanya ketika tidak ada jarak lagi antara bibirnya dan juga bibir Kyuhyun, Haneul bisa merasakan sedikit sapuan bibir Kyuhyun lalu potongan ayam itu menghilang dari mulutnya.
Haneul membuka matanya dan terkejut karena Kyuhyun tidak menjauhkan wajahnya sama sekali, belum mereda rasa terkejutnya Haneul dikejutkan lagi dengan sapuan basah lidah Kyuhyun dibibirnya. Kyuhyun menjilati saus dibibir Haneul.
Kyuhyun menjilat sekali lagi, ada dorongam dari dalam dirinya untuk melumat dan mencicipi semua yang ada di bibir itu, tapi dengan mulut yang penuh dengan ayam Kyuhyun tidak bisa melakukanya. Kyuhyun mengunyah pelan sambil menarik kepalanya menjauh. Ia harus berhenti sampai disini jika ingin pikirannya tetap waras. Kyuhyun mengambil minum dan menegak beberapa kali lalu kembali menolehkan kepalanya kepada Haneul. “waee..?” tanyanya karena Haneul masih menatapnya seperti ekspresi terakhir yang ia lihat.
“kau menjilati bibirku”
Kyuhyun menaikkan alisnya. “lalu?”
“itu, seharusnya menjadi ciuman pertamaku tapi rasanya tidak benar”
Kyuhyun menundukkan kepalanya kearah Haneul. “kau belum pernah berciuman?”. Haneul menggelengkan kepalanya kencang. “mau mencobanya?” Haneul menganggukkan kepalanya cepat. “cobalah dengan lawan mainmu” Kyuhyun menarik kepalanya, menyumpit nasi dan memakannya dengan kimchi.
“tapi, tidak ada adegan ciuman diperanku yang sekarang” ujar Haneul cepat.
“kalau begitu cobalah di drama yang selanjutnya”
“oppa ingin aku berciuman dengan laki-laki lain?, tapi kita kan sebentar lagi menikah”
“lalu?”
“seharusnya kau yang memberikanku pelajaran ciuman bukan lawan mainku”
“aku tidak mau”
“wae..?”
‘karena jika aku melakukannya sekarang, aku takut aku tidak akan sanggup untuk berhenti hanya dengan berciuman’ guman Kyuhyun dibenaknya. “karena bibirmu sama sekali tidak enak dicium. Makanlah, makanan ini sebentar lagi dingin”
Haneul mengeraskan rahangnya menatap Kyuhyun kesal, “bagaimana kau tahu rasanya tidak enak? Kau bahkan belum menciumnya”
“kau mau terus berbicara atau pergi dari ruanganku sekarang juga” ancam Kyuhyun
“aku tidak bisa diusir” Haneul bersikeras
Kyuhyun memandang kesal Haneul. “atau kau mau aku keluarkan dari perusahaan ini?”
“oppaaaa…”
“berhenti bicara.. dan makan” Kyuhyun mengeraskan suaranya, membuat Haneul tidak berani lagi untuk membantah Kyuhyun.
Setelah mengetahui bahwa Kyuhyun, CEO perusahaan Cho entertaiment tempatnya bernaung adalah tunangannya Haneul berubah sedikit lebih berani kepada Kyuhyun. Awalnya ia merasa takut pada Kyuhyun, karena Kyuhyun terkenal sebagai CEO yang kejam dan sangat disiplin kepada artis-artisnya. Suatu hari Haneul menemukan sisi yang berbeda dari seorang Cho Kyuhyun, ketika namja itu bersikap sangat lembut dan perhatian kepada ibunya sendiri. Dari situ Haneul merasa ia sudah jatuh cinta pada Kyuhyun. Haneul jadi semakin berani karena bantuan dari calon ibu mertuanya, siang ini pun ia datang ke kantor berkat campur tangan ibu Kyuhyun.
“aku aku akan membuatmu menciumku” bisik Haneul pelan.
Mendengar bisikkan tidak jelas Kyuhyun melirik kearah Haneul. “apa yang kau gumankan?”
“aaniya..” Haneul menggelengkan kepalanya, lalu mulai menyuapi dirinya sendiri.
.
.
.
Keesokan harinya
.
.
Keesokan harinya
Drrrttt…ddrrrrtt..dddrrrtt
Kyuhyun mengacuhkan ponselnya yang berdering karena ia tahu siapa yang menelponya, jika bukan ibunya sudah pasti tunangannya. Entah kenapa kedua wanita itu sekarang jadi semakin mirip? Benar-benar merepotkan dan berisik. Kyuhyun memang menyayangi ibunya, tetapi ada masa dimana Kyuhyun merasa jengkel dengan ibunya karena terlalu ikut campur dalam hidup Kyuhyun.
“kau terlalu banyak bekerja, luangkanlah waktumu untuk mencari pacar, eomma ingin seorang menantu” itu kali pertama ibunya menyuruh Kyuhyun mencari pacar, namun ketika Kyuhyun mengencani seseorang ibunya akan berkata lagi. “eomma tidak suka wanita itu, terlalu modis dan wajahnya sudah banyak yang dioprasi” lalu Kyuhyun akan putus dengan yeoja itu.
Dan yang terakhir. “kau sudah dijodohkan dengan anak dari teman eomma, mau yaa? Yaaa..?”. ibunya langsung menjerit bahagia ketika Kyuhyun menyetujui permintaan ibunya itu, tetapi sekarang Kyuhyun hampir menyesali hal itu, karena awalnya ia kira akan terbebas dari ibunya namun yang terjadi malah sebaliknya, Kyuhun mendapatkan satu lagi wanita yang sama seperti ibunya.
Dddrrrttt…ddrrrrttt…ddrrrrttt… “aaaiiisshhh…” Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya lalu mengambil ponselnya. “waaee..?” jawabnya ketus.
“aahh.. akhirnya oppa mengangkat teleponnya, aku sudah menelponmu berkali-kali dari tadi. Apa kau sibuk? Kau sudah makan siang?. Kau makan dengan siapa?, tidak dengan artis-artis yang cantik kan?. aku sedang dilokasi syuting saat ini, ketika makan siang aku teringat denganmu…”
“kim Haneul” Kyuhyun memotong kalimat Haneul sebelum celotehan gadis itu berubah menjadi lebih panjang lagi. “ada urusan apa kau menelponku?”
“apa aku tidak boleh menelponmu jika tidak ada urusan?. Aku kan tunanganmu”
‘tunangan yang menyebalkan’ rutuk Kyuhyun dalam hati. “aku tutup teleponya”
“aaakkkhh” teriakan Haneul menghentikan gerakan Kyuhyun yang hendak menekan tombol merah dilayar ponselnya. “sebenarnya begini…”
Kyuhyun menempelkan lagi ponselnya ditelinga dengan alis berkerut. “apa?”
“sebenarnya, ada sceen yang membuatku bimbang” Kyuhyun mendengarkan dengan seksama, ia berguman pelan agar Haneul meneruskan ceritanya. “ini adegan ciuman dengan lawan mainku. Ottoke oppa?”
“ya sudah lakukan dengan sungguh-sungguh” hening sejenak. Kyuhyun sudah hendak memanggil Haneul ketika gadis itu akhirnya menyahut.
“begitu saja? oppa tidak akan mengajariku cara berciuman?”
“Kim Haneul, aku tahu kau tidak punya adegan ciuman di drama itu” jawab Kyuhyun akhirnya. “tidak perlu repot-repot mengarang cerita”.
Hening lagi. Kyuhyun memejamkan matanya karena terbayang jelas ekspresi Haneul saat ini, gadis itu pasti malu karena ketahuan berbohong, kedua pipinya akan memerah dengan sangat menggemaskan ditambah lagi kebiasaan haneul yang sering menggigit bibirnya. Kyuhyun berdesis pelan membayangkan ekspresi menggoda itu. “aku sibuk, kututup teleponnya” tidak lagi mendengar suara protes dari Haneul, Kyuhyun pun menutup teleponya.
Kyuhyun kembali pada pekerjaannya yang sempat tertunda tadi, selama lima menit ia masih bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya kemudian konsentrasinya pecah ketika dengan tiba-tiba bayangan bibir Haneul melintas didepan matanya. Kyuhyun yakin rasanya akan sangat enak untuk dicium, kemarin hanya dengan menjilati sedikit Kyuhyun sudah mendapatkan sensasi menggeleyar dibagian bawah perutnya.
Pikiran Kyuhyun meluas dan semakin liar, jika rasa bibir itu enak bagaimana dengan rasa dari bagian tubuh Haneul yang lain. Kyuhyun ingin sekali mencicipi dan merasakannya sendiri untuk menjawab pertanyaan itu. Kyuhyun mengerang karena bagian didalam celananya mengeras.
BRRAAKKK.. Kyuhyun memukul meja. Lihatlah bagaimana Kim Haneul mengganggunya ditengah-tengah kegiatanya yang sedang bekerja. Kyuhyun menarik nafas panjang, menghitung didalam hati sampai tubuhnya kembali mendingin. Setelah merasa tenang, Kyuhyun kembali pada pekerjaannya. Namun tidak begitu lama Kyuhyun kembali pada keadaan semula, kembali memikirkan Haneul dan menegang karena hasrat yang menjerit minta dipuaskan.
“Sialan…” BRAAAAKK.. Kyuhyun memukul meja sambil berdiri membuat produser musiknya yang baru saja mengetuk dan masuk terlonjak kaget. “aku akan menciumnya” Kyuhyun bergegas berjalan keluar dari ruang kerjanya, melewati begitu saja produse musik yang merona mendengar kalimat Kyuhyun selanjutnya. “dan bercinta dengannya”.
.
.
.
.
.
“terima kasih Haneul-ssi, kau sudah bekerja keras hari ini”
Haneul membungkukkan badannya membalas ucapan terima kasih sutradara Park. Hari ini ia syuting sampai malam, Haneul merasa badannya akan remuk saat ini juga karena lelah yang melandanya. Ia sudah dipastikan akan tidur didalam mobil selama perjalan pulang ke Seol. Haneul sedikit merutuki lokasi syuting yang saat ini berada di daerah Ilsan, ia sudah sangat ingin pulang dan berbaring ditempat tidurnya.
Dddrrrrtt..ddrrrtt.. Haneul meraih ponselnya yang berada disaku celana lalu tersenyum melihat display name Kyuhyun serta foto namja itu terpampang dilayar telponnya. Cepat-cepat ia menekan tombol hijau. “nee.. oppaa..?”
“kau sudah pulang?” Haneul tersenyum mendegar suara merdu namja itu, ia selalu tersenyum jika mendengar suara Kyuhyun. Haneul bahkan sering merekam pembicaraan tidak penting mereka ditelpon untuk ia putar lagi malam harinya, rasanya sangat menenangkan bisa mendengar suara Kyuhyun berkali-kali.
“oo.. baru sa..” Haneul menghentikan kalimatnya, tiba-tiba sebuah ide muncul dikepalanya. “oo.. aku sudah pulang dari satu jam yang lalu, oppa tahu saat ini aku ada disebuah club malam” Haneul menggerakkan tangannya memanggil managernya lalu mengambil sebuah ipod dari dalam tas yang dipegang managernya. Ia mencari lagu DJ yang memungkinkanya terdengar seperti berada diclub malam.
“apa yang kau lakukan di club malam?”
“mencari seseorang yang mau mengajariku berciuman”
“Kim Haneul” tegur Kyuhyun.
“waeee..? oppa kan tidak mau mengajariku, jadi aku akan mencari namja lain untuk melakukannya, seperti saranmu”
“jangan coba-coba berani melakukannya” suara Kyuhyun terdengar mengancam.
Haneul tersenyum. “wae..?”
“kau berada diclub malam mana?”
“eoh..?” Haneul melirik managernya lalu menggerakkan bibirnya untuk menyebutkan salah satu nama club malam yang langsung dibeokan oleh Haneul saat itu juga.
“tunggu aku disana”
“oppa akan menjemputku?”
“oo..”
“kenapa..?”
“untuk menghentikanmu melakukan hal-hal bodoh”
“tapi oppa yang menyarankannya”
“kau tidak perlu terlalu patuh padaku”
“well, aku memang gadis yang penurut” haneul tersenyum geli membayangkan ekspresi seperti apa yang saat ini akan Kyuhyun tunjukkan padanya. Apa Kyuhyun merasa cemburu? Jika benar, Haneul merasa sangat bahagia.
“sudahlah, tunggu saja aku”
“lalu apa? Oppa akan menciumku?”
“tidak.. aku akan memukul bokongmu” tiba-tiba Haneul ditarik menghadap kebelakang dan berhadapan langsung dengan namja itu. Haneul melebarkan matanya terkejut, melirik managernya yang berada disebelahnya yang juga terkejut melihat kyuhyun berada disana.
Kyuhyun mengambil ipod yang memutar lagu-lagu DJ lalu mematikan lagu itu dan melemparkan ipod itu kepada manager Haneul. Merasa tertangkap basah telah mengerjai Kyuhyun Haneul pun membela dirinya sebelum kemarahn Kyuhyun meledak. “ini salahmu yang tidak mau mendengarkan permintaanku”.
“permintaan Kyonyol” ujar Kyuhyun, menarik tangan Haneul untuk ikut bersamanya. “Haneul pulang bersamaku” ujarnya kepada manager Haneul.
Haneul menoleh kebelakang kearah managernya yang masih bengong melihat Haneul ditarik oleh Kyuhyun. “jangan khawatir eonni, aku berada ditangan yang tepat” Haneul tersenyum kepada manager tersayangnya itu.
Kyuhyun membawa Haneul ke mobil sedan hitamnya lalu mendudukkan gadis itu dikursi penumpang disebelah kursi mengemudi. Kyuhyun menyusul Haneul masuk kedalam mobil lalu mengendarai mobilnya menuju keramaian kota.
“oppa kita mau kemana?”
“hotel”
Haneul menolehkan kepalanya kepada Kyuhyun. Jantungnya berdetak kencang, Hotel? Apa yang akan mereka lakukan disana?. “ho..hotel?” tanya Haneul gugup. “untuk apa?.
“memukul bokongmu” desis Kyuhyun marah.
Haneul memberengutkan hidungnya, kenapa disaat Haneul sudah merasa gugup Kyuhyun malah mengucapkan kalimat yang merusak suasa.
Sesampainya dihotel Kyuhyun memesan satu kamar dengan ukuran yang luar biasa besar, seluas satu apartemen utuh denga ruang tamu, dapur dan kamar tidur sendiri. Haneul tidak bisa mengelilingi kamar hotel itu karena Kyuhyun membawanya langsung masuk kekamar dimana terdapat kasur dengan ukuran sangat besar disana.
Kyuhyun melepaskan tangan Haneul, membuka ikatan dasi dari kemejanya sambil duduk ditepi tempat tidur, matanya tidak lepas menatap Haneul. Pelan-pelan Haneul menelan salivanya, kenapa tatapan Kyuhyun terasa berbeda, seolah-olah namja itu sedang menelanjanginya dengan mata.
Kyuhyun menarik lepas dasinya lalu membuang dasi itu kemana saja, melepaskan dua kancing teratas kemejanya lalu mengulurkan tangannya kepada Haneul. “kemarilah”.
Jantung Haneul berdegup sangat cepat, ia memang sangat gentar agar bisa mendapatkan satu ciuman dari Kyuhyun tapi rasanya ini terlalu mendadak, Haneul belum siap untuk memberikan dirinya kepada Kyuhyun sekarang. “Kim haneul, kemarilah” panggil Kyuhyun lagi.
“oppa, aku tahu aku salah.. tapi rasanya ini terlalu cepat, aa.. aku belum siap”
“kemarilah” tidak mempedulikan protes Haneul, Kyuhyun masih bersikeras menyuruh Haneul mendekat padanya.
Haneul menelan salivanya lagi, perasaannya campur aduk, ia ingin mendekat untuk tahu apa yang ingin Kyuhyun lakukan tapi ia juga takut untuk sesuatu yang mendadak ini. “Haneul..” panggilan itu membuat kaki Haneul melangkah maju mendekati Kyuhyun. Ia tidak peduli lagi, bukankah mereka sebentar lagi akan menikah? Tidak ada salahnya berlatih dulu sebelum malam pertama.
Haneul memegang tangan Kyuhyun yang terulur padanya dengan gugup. Kyuhyun tersenyum lebar sambil menarik Haneul kepangkuannya. Awalnya Haneul mengira ia akan didudukkan diatas pangkuan Kyuhyun tetapi Kyuhyun menurunkan Haneul dipangkuannya dengan posisi dada Haneul menempel dipangkuan Kyuhyun dan wajahnya menatap lantai, Haneul sudah ingin bertanya apa maksud dari posisi itu ketika satu sentakan keras mendarat dipantatnya.
“aaawww… apa yang oppa lakukan?”
“sudah kubilang kan? aku akan memukul bokongmu” satu pukulan lagi mendarat dipantat mulus Haneul yang tertutup celana panjang.
“aaaww.. apa yang kau lakukan pada seorang gadis? Kau keterlaluan, aaawwww…” satu pukulan lagi. “ya Tuhan, apa yang akan netizen katakan jika melihat ini semua awwwww…” satu pukulan terakhir lalu Kyuhyun mendudukkan Haneul dipangkuannya, seperti yang Haneul pikirkan pertama kali tadi.
“kau tau salahmu? Hari ini kau merusak konsentrasiku bekerja lalu kau berbohong hanya untuk memancing emosiku. ingin rasanya aku memukulmu sampai seluruh tubuhmu itu menjerit kesakitan, tapi sayangnya aku tidak akan memberikan hukuman seperti itu” Haneul melebarkan matanya takut, masih ada hukuman yang lain lagi?.
“oppa maafkan aku, apapun salahku, aku tidak akan mengulanginya lagi”
“jangan..” Kyuhyun menangkup pipi Haneul dengan tanganya lalu mengusap sudut bibir gadis itu. “teruslah seperti itu”
“tapi kau akan memukul bokongku lagi”
“tidak Haneul, aku memukulmu hanya karena ingin membuatmu tidak merasa gugup lagi” Kyuhyun mendaratkan bibirnya pada pipi lembut Haneul. Haneul bisa merasakan nafas panas Kyuhyun berhembus dipipinya mengirimkan sentakan panas pada sekujur tubuhnya. Haneul memejamkan matanya dengan nafas yang memburu cepat. “apa sakit..?”
“tidak..” pukulan pada pantatnya memang tidak sakit, Kyuhyun tidak memukul dengan sungguh-sungguh tadi.
“Kim Haneul aku punya kabar baik dan kabar buruk untukmu”
“mouya..?”
“kabar baiknya, aku akan mengajarimu cara berciuman” Kyuhyun menggeser bibirnya mencari letak bibir Haneul. “kabar buruknya, aku akan langsung bercinta denganmu tanpa menunggu malam pertama kita”
“bagian mana yang terburuk dari hal itu?”
Kyuhyun tersenyum diatas bibir Haneul, “kau akan merasa sedikit kesakitan awalnya tapi selanjutnya..” Kyuhyun tidak melanjutkan kalimatnya karena sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak mencium Haneul. Bibirnya bergerak lembut diatas bibir Haneul. Mengirimkan getaran hangat disekujur tubuh mereka berdua. Rasanya begitu indah dan seperti yang dibayangkan oleh Kyuhyun, lembut dan manis, dan yang pasti Kyuhyun tidak akan pernah puas mencium bibri Haneul.
Haneul memejamkan matanya menikmati sensasi aneh yang terjadi pada tubuhnya, bibir Kyuhyun memabukkan, ia menggerakkan bibirnya mengikuti gerakan bibir Kyuhyun. cimuan itu berubah menjadi semakin panas ketika lidah Kyuhyun bergerak diantar bibir mereka menuntuh Haneul untuk memberikannya akses yang lebih. Entah bagaimana Haneul tahu apa yang diminta oleh Kyuhyun, ia membuka mulutnya yang lansung disabut oleh Kyuhyun dengan memasukkan lidahnya kedalam mulut Haneul.
Tangan Kyuhyun bergerak turun dari pipi Eunso ke balik blouse yang dipakai gadis itu, tanganya menemukan gundukan payudara haneul dibalik bra, kyuhyun meraup payudara itu ddidalam tangannya membuat Haneul mendesah nikmat, tidak berhenti. Kyuhyun membuka kancing blouse Haneul, mulutnya turun dari bibir Haneul kepermukaan leher semakin turun, sampai menemukan puncak payudara Hanuel. Haneul mencengkeram rambut Kyuhyun menahan kepala itu tetap disana. Geleyar nikmat berdenyut diseluruh nadinya, ia tidak bisa merasa malu pada saat ini ketika Kyuhyun membebaskan kedua payudaranya dari kurungan baju dan bra. Yang ia inginkan adalah Kyuhyun meneruskan apa yang Kyuhyun lakukan saat ini.
.
Kyuhyun membaringkan Haneul diatas tempat tidur lalu menyusul gadis itu dengan membungkuk diatasnya, mulutnya tidak berhenti mencium Haneul dan tanganya tidak berhenti membelai, perlahan Kyuhyun menyelipkan tanganya dibalik celana leging Haneul dan menurunkannya, melepaskannya dari kaki Haneul. Setelah berhasil melepaskan pakaian Haneul Kyuhyun juga melepaskan pakaiannya.
Haneul menutup matanya dengan dengan kedua tangan, pipinya memerah ketika Kyuhyun selesai melepaskan pakaiannya. Kyuhyun mengusap mata Haneul dengan lembut, mengecup setiap tubuh Haneul yang berdenyut. Tanganya terulur keatas menurunkan tangan Haneul dari matanya,“kau tahu, sudah terlambat untuk memintaku berhenti, aku tidak bisa berhenti” tanganya mengusap paha bagian dalam haneul, membuat gadis itu terkesiap kaget.
Haneul membuka matanya pelan, matanya bertatapan dengan mata Kyuhyun. Melihat kelembutan dari mata itu Haneul pun tersenyum dengan berani. “oppa selesaikan apa yang sudah kau mulai” bisiknya malu.
Kyuhyun tersenyum. “as you wish my dear..” Kyuhyun melebarkan kedua kaki Haneul dengan kakinya. “katakan sakit jika sakit, aku akan berhenti” kemudian mulai memasuki Haneul. Perlahan-lahan sambil memperhatikan ekspresi Haneul. Kyuhyun berhenti ketika Haneul mengernyitkan alisnya lalu melanjutkan usahanya menyatukan tubuh mereka ketika Haneul tidak lagi mengernyit.
Setelah masuk sepenuhnya Kyuhyun kembali mencium bibir Haneul, memberikan gelenyar-gelenyar kenikmatan baru setelah rasa sakit yang dialami oleh Haneul. Tidak membutuhkan waktu lama, Haneul kembali terangsang, melengkungkan tubuhnya, mencari-cari suatu pelepasan. Menyadari hal itu Kyuhyun pun mulai bergerak, dengan irama yang teratur dan menjanjikan. Desahan demi desahan keluar dari bibir indah Haneul, membuat Kyuhyun semakin gila menggerakkan tubuhnya. Menarik kaki Haneul agar melingkar dipinggannya. Haneul menjerit nikmat ketika Kyuhyun menyentuh titik sensitivenya.
“oppa..” panggilan itu memberitahukan Kyuhyun bahwa Haneul sebentar lagi mencapai titik puncaknya.
“Haneul..sayangku.. berteriaklah lagi memanggilku”
“aakh.. Kyuhyun oppa..” Haneul pun meledak mendapatkan pelepasannya, begitu juga Kyuhyun yang lanssung menyusul Haneul setelahnya. Haneul bisa merasakan cairan hangat mengalir didalam rahimnya, ia pun tersenyum.
“apa yang membuatmu tersenyum?” dengan nafas yang masih tersengal-sengal, Kyuhyun membelai pipi Haneul.
“rasanya tidak seburuk yang kau katakan tadi” jawab Haneul polos.
Kyuhuun tertawa pelan, mengecup pelipis Haneul lalu berbisik. “saranghae, Kim Haneul” awalnya Kyuhyun salah mengartikan rasa cinta ini sebagai bentuk kekesalan, sampai ketika ia berada didalam tubuh Haneul ia menyadari ia memang menginginkan ini semua, menginginkan Haneul menjadi istrinya. Menginginkan Haneul mengandung anak-anaknya, menginginkan Haneul berbagi cinta dengannya.
Haneul mengerjabkan matanya sekali lali tertawa riang. “senangnya, nado saranghae oppa”
Kyuhyun tertawa lalu mencium Haneul lagi, dan sekali lagi malam itu mereka bercinta dalam perasaan penuh cinta.
.
.
.
.
.
Pagi menjelang, matahari sudah naik menyinari sebagian kota. Kyuhyun dan Haneul tetap dihotel itu sampai pagi. Tidak ada yang berniat untuk pulang kerumah masing-masing ataupun mengabari orang rumah. Lagi pula bukankah mereka sudah dijodohkan tidak ada salahnya mereka berduan saja bukan?.
Kyuhyun yang pertama kali membuka matanya pagi itu, dengan malas-malasan ia menoleh kearah jam di dinding lalu mengeluh pelan, ia terlambat untuk bekerja. Semua pasti sudah mencarinya. Kyuhyun menoleh kedepan, kearah haneul yang berbaring memunggunginya tertidur dengan kepala dilengan Kyuhyun. tersenyum Kyuhyun menarik Haneul masuk kedalam pelukannya.
Tersadar karena pelukan yang tiba-tiba itu Haneul membuka matanya lebar. Tangan Kyuhyun memeluk pinggangnya erat. “selamat pagi” bisikan lembut suara Kyuhyun menyadarkan haneul dari kegiatan yang tadi malam mereka lakukan. Kyuhyun mendaratkan cimuan dibahu dan punggung telanjang Hanul, kemudian meliahta Haneul menutup wajahnya “waee…? kau malu..? malam tadi kau tidak malu sama sekali”
“oppa jangan mengingatkannya” Haneul semakin menutupi matanya.
Kyuhyun tersenyum jahil, memutar tubuh Haneul agar menghadap padanya. “perlu kita ulangi lagi agar kau tidak malu Haneul sayang?”
Haneul melebarkan matanya terkejut. “oppa, hari sudah siang”
“lalu?”
“orang-orang tidak melakukanya siang hari”
“well, kita akan mengubah tradisi itu” Kyuhyun mulai memberikan kecupan-kecupan ringan diwajah Haneul, tanganya menyentuh, membelai dan menjelajah kesekujur tubuh Haneul. “oppa..” Haneul mendesah, menerima getaran sensual itu.
“lihatlah apa akibatnya jika kau berkeras untuk mendapatkan ciuman dariku Kim Haneul” bisik Kyuhyun diatas bibir Haneul.
“apa aku pernah protes oppa?” Haneul melingkarkan tangannya dileher Kyuhyun, sama sekali tidak ada niat untuk memprotes Kyuhyun lagi.
“waaah…waaah…waaahhh…” Kyuhyun dan Haneul membeku mendengar suara yang tidak asing itu. Kyuhyun menolehkan kepalanya kepintu lalu terduduk cepat.
“eomma..?” Kyuhyun menarik selimut menutupi Haneul dengan cepat, lalu menutupi dirinya sendiri.
“aku kesini karena tahu kalian sedang bersama, apa yang kalian berdua lakukan ditempat tidur itu?”
“eommunim…” Haneul menundukkan kepalanya malu, sangat malu.
“sepertinya kita harus mempercepat pernikahannya. Aku akan menelpon appamu” ibunya berbalik dan keluar dari kamar, kemudian kembali masuk lagi dengan tatapan tajam kearah putranya. “jangan berani-berani menyentuh Haneul lagi sampai kalian menikah arraso?”. Kemudian keluar lagi. “ya Tuhan, putraku kau benar-benar selalu bisa mengejutkanku”.
Kyuhyun dan Haneul saling bertatapn dalam diam. lalu Kyuhyun tertawa, tertawa lepas, haneul harus melebarkan matanya terkejut karena baru pertama kali melihat Kyuhyun tertawa seperti itu. “oppa kenapa?”
Kyuhyun memegangi perutnya yang terasa sakit lalu mengusap airmata yang keluar diujung matanya. “kau tidak lihat ekspresi eomma. Dia terlihat geli, senang sekaligus terkejut tapi ia harus mengawasi putranya agar tidak lepas kendali lagi”
“jadi eommonim tidak marah?”
“tidak sayang” kyuhyun kembali duduk lalu mengusap pelan dagu Haneul. “eomma jelas terlihat gembira tadi” lalu kembali mencium Haneul. Lalu terdengar teriakan ibunya lagi dari ambang pintu.
“CHO KYUHYUN.. AKU BILANG JANGAN SENTUH HANEUL LAGI SAMPAI KALIAN MENIKAH”
hHahahahaha lucunya acara tabok.bokong...kyu emg tiada duanyaaaa
BalasHapushahaha... endingnya bikin ngakak
BalasHapuslucunya haneul yg polos...
BalasHapuskeren thor...
Keren keren keren..... eommonim......... hahahahahah
BalasHapusTabok dedek dong banGch :v
BalasHapus