Minggu, 28 September 2014

You're My PLUS+

Authour : J.D.N
Title: You’re My Plus
Category : Romance, comedy , NC21
Cast:
Oh Sehun
Kang Sura
Kang Choco


  1. . thanks a lot buat admin udah ngpost ff absurd ini kkk… sebenernya ni ff mau dibuang aja,tapi sayang juga kalo dibuang gitu aja kan?. Buat reader selamat baca ye? Silahkan komen apapun soal ff ini, soalnya ini ff benar2 absurd. Ini asli ff buatanku, jadi yang mau copast tolong cantumkan cread dan nama author ya, J buat yang ingin kenal author kalian bisa add my acc @Justinaa Dewi Novitasari, kalian juga boleh komen soal ff asal ini di fbku. Terimakasih.

___________

Sehun pov

Banyak sekali yang terjadi saat aku pindah ke seoul, terutama di rumah dan di kelas. Ini bermula ketika kedua temanku, teman serumah ah bukan serumah tapi seranjang. Sebenarnya tak jadi masalah bila mereka namja tapi ini mereka yeoja.
Dua yeoja pembuat masalah.
Mungkin mereka bisa di sebut Double K . Dimana ada mereka disitu ada masalah. Bukan masalah yang sangat serius sih tapi membuat para namja di kampus berlinang air mata karena ditolak dan membuat mereka iri karena sura dan choco selalu didekatku membuatku sedikit tertekan, tapi mereka yeoja – yeoja baik.
Kalau aku harus menikahi diantara mereka aku akan menikahi keduanya. Gila memang tapi mereka mempunyai sifat berbeda setengah dari mereka masuk type idealku.
Kang Sura yeoja cantik berambut panjang, dia sedikit kasar mungkin karena sura tomboy tapi kecantikannya melebihi miss korea, stylenya juga sangat keren walaupun kemana memakai baju yang kelaki-lakian dia tetap cantik, sura suka music melow sangat berbeda dengan menampilannya memang tapi itu memang kenyataannya.
Kim Choco yeoja manja 3 tahun di bawahku dan sura tapi karena kepintarannya dia masuk univ di usianya yang masih 17 tahun, Choco memang tidak cantik tapi wajah lucunya sangat mengemaskan, apalagi saat dia sudah merengek meminta sesuatu membuatnya lebih imut dari apapun yang imut didunia ini.
Dan aku Oh Sehun namja tampan imut dan keren semua ada di hidupku, seperti Toserba, hehehe.. aku sekarang duduk di bangku kuliah bersama kedua teman yeojaku sura dan choco. Aku tahu banyak namja iri denganku karena aku dekat dengan dua yeoja cantik di kampusku.
Tapi karena sura dan choco aku sampai sekarang tak memiliki yeoja sama sekali, padahal hampir setiap hari lokerku selalu menerima banyak surat cinta dari yeoja-yeoja di kampus tapi tak ada satupun dari mereka yang menjadi kekasihku.
Sial bukan? karena sura dan choco selalu mengancam mereka dan mengklaim aku milik mereka berdua. Senang atau sedih aku juga bingung.

“Choco-ah kajja tidur.. sehun apa kau sudah tidur?” sura berteriak setelah dia selesai belajar.
“nde unnie…“ mereka saling bersautan dari ruang belajar mereka. benar- benar sangat konyol teriak didalam rumah dengan ruangan bersebelahan.
Itu masih wajar dalam rumah ini sangat tak wajar, kami memiliki ruang belajar masing – masing berbeda, kamar juga berbeda. Tapi choco dan sura tidur satu ranjang denganku. Apakah itu bisa dikatakan tak wajar?. Mereka atau aku yang tak wajar, berulang kali aku sudah meminta mereka untuk tidur dikamar masing-masing tapi hasilnya nol.
Banyak alasan dari mereka agar tetap tidur disampingku. Kalau hanya tidur tak bergerak tak masalah untukku,tapi terkadang banyak hal diluar dugaan terjadi, walau mereka tak mengeluh atau marah tapi tetap saja itu sangat tak menyenangkan. Aku perjaka tampan bisa dikatakan mesum bila terus begini.
DOKKK” DOKKK”
“sehun oppa kenapa kau menguncinya aku harus tidur sekarang, palli buka pintunya.”
“waeyo? Dia menguncinya lagi?” suara mereka kencang sekali padahal ini sudah malam. 20 menit berlalu mereka tampak tenang diluar apa mereka sudah tidur. Baguslah.
Ceklek~
Pintu kamarku terbuka sempurna menampilkan dua yeoja dengan pakaian tidur masing-masing. Oh My God! Apa yang mereka pakai, kenapa mereka tak memakai celana panjang, hanya kaos kebesaran yang menutupi paha putih mereka.
“kenapa kau menguncinya?” sura sudah merapatkan tubuhnya di sampingku, begitu juga dengan choco di sisi lain tubuhku. Tahan-tahan. oh sehun, mereka memang yeoja gila.
“aku lupa.”
“aih oppa bohong! Kalau lupa harusnya kau membukanya dan tak membiarkan kami menunggu diluar, untung sura unnie mempunyai kunci cadanganya. Hehehe..” choco mulia memposisikan tubuhnya untuk tidur begitu juga dengan sura yang sudah mulai mengantuk.
“kau menunggu apa? Ayo tidur?” sura sudah siap dengan mata mulai menutup, tangannya sudah merangkul perut dan menyandarkan kepalanya dilekukan leherku, sedangkan choco merangkul lenganku manja, aigoo aku seperti tawanan. Harus melakukan apalagi tak ada cara lain, aku mulai ikut tidur memejamkan mataku dengan nyaman.


Sinar matahari mulai masuk melalu celah-celah gorden kamarku, membuatku sangat tak nyaman, menarik selimut untuk menutupi tubuhku. Tubuhku terasa berat, rasanya sedikit terasa nyaman tapi agak sempit. Kuperjapkan mataku.
Sura? Bagaimana bisa?
Aku tidur dipelukan sura dengan nyamannya dan choco mendekapku dari belakang, Oh my god, paha mulus mereka terekspose jelas. Paha putih mulus semalam kembali terlihat jelas sekarang, kupejamkan mataku tak berani membuka sedikitpun. Apa yang harus kulakukan, pagi – pagi begini aku harus berpikir serius? Berteriak? Atau diam saja. Kalau berteriak bisa di tendang sura dan itu sangat menyakitkan,sura jago karate bisa – bisa patah tulang pagi ini.
“ehmm.. sudah pagi, oh? Sehunniee masih tidur, apa yang harus aku lakukan sehun memelukku sangat erat aku jadi malas bangun.” Buru – buru aku bangun dan duduk. Choco yang berada dibelakaangku terjengkal jatuh dari tempat tidur.
“appo..” suara manja sedikit merengek. Hehehe mian choco, aku lupa dia ada dibelakangku.

Sarapan pagi ini seperti biasa segelas susu, sepiring roti bakar dan telur mata sapi. Serta dua orang yeoja menyantap makanannya dengan nyaman masing-masing di depanku, choco sibuk mengunyah roti dengan memasang bulu mata, sura sedang sibuk dengan ipad yang disetuhnya dari tadi. Dan aku hanya diam menatap mereka bosan, apa mereka tak malu denganku?.
“ehm.. kalian..” ucapku memecah keheningan,mereka menoleh menghadapku dengan roti masih menyumpal di bibir mereka. Aigoo manis sekali, andai aku bisa menjadi roti itu. Bibir mereka. Aih apa yang kau pikirkan oh sehun. Bicara yang jantan bodoh.
“waeyo sehuniie?”
“ndee waeyo oppa?” aigoo apa mereka diciptakan dari cahaya suci dan air emas. Rasanya mulutku benar – benar sulit mengucapkan kata apapun sekarang.
“sa-sampai kapan kalian akan pakai baju terbuka di kampus?. Disana buka panggung catwalk!”
Kenapa mereka diam, apa perkataanku salah? Sejenak acara makan pagi ini berhenti. Mereka menatapku. Benar – benar bidadari.
“apa yang kau katakan?” sura membuka sura dia menyinkirkan piringnya memangkukan kedua lengannya untuk menyangga kedua pipinya. Aigoo belahan dadanya kelihatan. Gila. Beberapa detik berikutnya choco juga mengikuti apa yang sura juga lakukan. Aku bisa pingsan di tempat kalau seperti ini.
apa ini disebut keberuntungan melihat seperti ini di pagi hari.
“b-bberhenti melakukan itu. A-aku harus berangkat duluan.” Kualihkan perhatian mulai menyambar kunci mobil audi milikku. Di depan pintu sura sudah menghalangi langkah lebarku.
“kau melupakan sesuatu..” aku hanya bisa menyeritkan kedua alisku. Apa lagi sekarang.
Sura mendekatiku menjinjitkan kakinya agar menyamai tingginya dengan gerakan cepat sura sudah menyesap bibirku. DIA GILA. Aku mematung, rasanya syarafku ada yang putus.
Aku tak bisa bergerak, hingga kulihat sekarang choco sudah menggantikan sura didepanku. Anak manja ini juga melakukan sama seperti apa yang sura lakukan. Rasanya aku kehabisan oksigen walau choco sudah melepaskan bibirnya. Aku ingin pingsan.

——
Kuhabiskan waktuku diperpustakaan sepi ini. lebih baik disini daripada menjadi pusat tontonan anak kampus dengan baju mereka yang seperti ingin renang.
Mereka, sura dan choco selalu di sampingku apa mereka tak butuh toilet atau apapun yg mereka butuhkan untuk sekedar menjauh sejengkal saja dariku. Bukan risih di dekati dua orang yeoja cantik tapi seisi kampus sudah mengosippkan kami tak benar.
“sampai kapan kau akan disini OH SEHUN. Kajja pergi!” sura menarikku setelah dia tau aku mengambil buku baru lagi di perpustakaan. Dia selalu menemukanku duluan. Choco datang membawakan beberapa bubble tea dan friend chiken. Mereka meyogokku lagi. Aku putuskan untuk makan saja di perpustakaan.
“kau kenapa sehunnie? Kau membenci kami ne?” sura mulai dengan wajah murungnya diikuti dengan choco yang mulai menundukkan kepalanya. Oh tidak lagi.
kalau begini bagaimana aku akan marah? Rasanya buku-buku dilemari perpustakaan terbakar bila mereka sedih seperti ini. lagipula bagaimana bisa aku membenci mereka hah? Aku juga menyanyangi mereka seperti saudaraku.
“ani aku tak marah! Aku tak membenci kalian arra?” terlihat wajah mereka sudah berubah 90º.
Wajah cantik mereka kembali seperti semula. Pasti endingnya seperti ini. sura dan choco selalu membuatku melupakan kesalahan mereka.

Matahari sudah mulai terbenam, rasanya badanku lelah sekali, ya aigoo oh sehun sejak kapan badan seksimu ini menjadi gampang lelah seperti haraboji hah?. Kuregangkan badanku di tempat tidur.
Sura dan choco sedang menyiapkan makan malam. Rasanya tempat tidur bisa aku kuasai. Mataku sudah mulai berat kupejamkan mataku menikmati kesendirian tempat tidurku yang nyaman ini.
Nyaman, basah, manis, dan harum. Apa ini. rasanya aku seperti ada diruang spa saja. Bibirku seperti sedang berciuman dam dan sangat basah. “eugghhh…” lenguhku mulai membuka mata. SURA apa yang sedang dia lakukan, menciumku saat sedang lengah seperti ini. kenapa aku juga menikamati apa yang choco lakukan dilekukan leherku.
“nappeun.. kau sudah bangun, palli mandi, kami sudah kelapar menunggumu.” Sura mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.
“itu salahmu pabo.. aku tadi ingin bangun tapi kau menciumku.” Aku berajak meninggalkan sura choco dan berlalu untuk mandi.

—–

“oppa malam ini ayo kita ke club?, unnie kau setuju kan?”
“boleh, aku juga bosan sekali!”
apalagi sekarang pergi ke club lalu mabuk seperti waktu itu. Hingga kami tidur di pinggiran toko karena tak ada yang mengantar kami pulang. Menyedihkan.
“shireo.. kau tak ingat kejadian dua bulan lalu hah? Untung saja tak masuk surat kabar, mau taruh dimana wajah tampanku hah?”
“aigoo.. sehunnie oppa, jebalyo, ke club ye? Oke?” choco mulai memasang aegyo-nya lagi.
“kau yakin akan menolak?” sura mulai mengancamku dengan wajah cantiknya. Bagus bagaimana aku bisa menolak, kenapa kau lemah terhadap pesona mereka oh sehun!. Dan akhirnya aku hanya bisa mengangguk pasrah mengikuti kemauan mereka.


Dentuman suara music di club ini begitu kencang. Kepalaku mulai pusing dengan suara orang-orang disini ketika mereka berteriak saat Dj memainkan music baru. Sangat meriah, dua yeoja yang bersamaku sudah ikut bergabung dengan mereka di bawah sana.
Lalu apa yang kulakuakan?
mencari mangsa ide bagus oh sehun ,ya mungkin saja bisa menjadi yeojachingumu. Satu jam lebih kami masih disini. Dan tak ada satupun yeoja yang menarik perhatian. Bisa di bilang diantar mereka yang terlihat menarik mata cuma sura dan choco. Luar biasa bukan, satu seoul yang menarik hanya mereka. Mungkin mataku sudah keracunan wajah mereka.
“orange juice satu..” tumben sekali pelayan disini yeoja, biasanya mereka namja semua. Mungkin karena jaman sekarang emansipasi wanita jadi tak masalah.
Aku mulai bosan terus apa yang harus kulakukan?. Kemana dua yeoja itu, apa tubuh mereka tak lelah manari dan berdiri dari tadi.
“se..hunni pa.. kajjahh pulang, aku mau pipis..” ucap choco ngelantur, dia mulai mabuk, sura datang membawa botol bir lalu tidur di samping sofa tempatku duduk. Mereka selalu seperti ini.
untung saja aku tak mabuk, bisa celaka aku di jalan karena biasanya kalau aku mabuk sura bersikeras meminta untuk menyetir walaupun dia dalam keadaan mabuk juga.

Kubaringkn tubuh choco di kamarnya, begitu juga dengan sura. sura memang sangat cantik wajahnya sangat sempurna. Kenapa dia tak mencari namjachingu saja, dia selalu mengikuti kemanapun aku pergi, dia juga selalu menjagaku, terimakasih kang sura. aku pun sudah mengganti bajuku dan membereskan dapur. Malam ini begitu melelahkan oh sehun. Aku ingin tidur panjang.


Matahari mulai menampakkan sinarnya aku mulai terbangun. Aku rasa badanku benar-benar lelah hingga sangat berat untuk bergerak.
Sangat berat. Sangat berat.
  1. Kubuka mataku lebar-lebar, sura dan choco sudah ada dipelukanku. Pantas saja badanku terasa sangat berat. Dua makhluk ini bagaimana bisa sudah tidur bersamaku. bau mereka alcohol.


Hari ini kami malas – malasan dirumah, karena memang sekolah sedang libur hari minggu. Kuhabiskan waktu dengan malas menonton televisi, sura sedang asyik bermain game dan choco sedang menghias kuku indahnya. Mereka seperti mengawasiku saja, takut – takut aku pergi meninggalkan mereka. Aku mulai bosan. Lebih baik tidur saja dikamar.
“kau mau kemana oppa?”
“tidur..” aku pergi kekamar meninggalkan mereka. Apa mereka tak mengikutiku.
Ceklek
Mereka sudah memposisikan tubuh mereka disisi tubuhku. Kupejamkan mataku sejak mendengar mereka masuk tadi. Aishh jinjja setiap hari seperti ini aku benar-benar mulai gila.
bagaimana bisa satu namja dan dua yeoja tidur dalam kamar dn ranjang yang sama pula.
“sehunnie oppa sangat tampan…” aigoo choco jujur sekali, aku ingin melihat wajahnya yang lucu itu.
“nde.. sehunie memang sangat tampan. Dia selalu baik terhadap kita.. aku mencintai sehun…” jinjja?
“aku juga mencintainya unnie..”
“nde.. kita mencintai sehunnie.. kita akan selalu bersama.” Mwonde mwonde apa yang mereka katakana SELALU BERSAMA?
Aku butuh menikah apa kita juga selalu bersama? Kita bukan boyband barengan terus, ahh lupakan aku benar- benar mulai ngantuk.


——-


Pagi ini tampak sepi tak seperti biasanya, choco tampak sangat sibuk di kamarnya. Sura sedang memasak di dapur. Ada dengan semuanya, bahkan saat aku bangun pagi ini mereka sudah tak ada di sampingku. Ada apa dengan mereka, apa mereka bertengkar? Aku rasa tidak karena sejak awal kami masuk rumah ini tak ada pertengkaran sama sekali. Tapi itu mungkin saja.
“kau sudah siap?” suara sura memecah kesunyian sarapan pagi ini.
“mau pergi kemana?”
“eheheh… kami akan pergi beberapa hari oppa, kau jaga rumah ne?” wajah choco tampak sedih tapi dia masih bisa tersenyum manis.
“berapa hari?”
“mulla, berapa hari unnie?”
“aku juga tidak tahu, ehm mungkin hanya sebentar. Tenang saja kami akan tetap menghubungimu sehunnie..”
“oh arra,..”
kembali kulanjutkan makan pagiku, kalau begini aku tak khawatir lagipula mereka tetap menghubungiku. Aku bisa sepuasnya sendirian. Tak ada yang mengikutiku. Hehehe…



2 jam setelah kepergian mereka rumah ini benar-benar terasa sangat sepi tak ada suara selain yang kutimbulkan sendiri. Mereka bilang akan menghubungiku nyatanya sampai detik ini tak ada yang menelepon. Mungkin mereka kelelahan jadi istirahat. mungkin.

Ceklek~

  1. Kubaringkan tubuhku di sandaran sofa. Rasanya ku benar-benar seperti haraboji, baru seharian saja aku sudah lelah. Rasanya tak bersemangat sekali hari ini. tak ada suara sura dan choco yang berisik.
Aku jadi malas melakukan apapun sekarang. Ku ambil ponselku berada di saku, mwoya tak ada panggilan dan pesan singkat dari mereka, apa yang mereka lakukan sampai melupakan aku sendirian dirumah tak berdaya. Kutekan panggilan cepat nomer 2, nomer seri milik sura.
maaf nomer yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan’ kemana mereka, aku yakin mereka sekarang berada di tempat yang nyaman dan bukan primitive hingga tak ada sinyal.
Kucoba menekan nomer selanjutnya milik choco. Hasilnya juga sama.menyebalkan. Aisshhh lihat saja kau sura dan choco ketika pulang nanti tak kubiarkan sejengkalpun masuk kekamarku.


~Tiga minggu sudah berlalu

aku sering tak masuk kampus. Aku malas rasanya tak ada yang memberiku semangat, gadis-gadis di kampus mulai mendekatiku tapi aku hanya ingin sura dan choco yang selalu menemaniku. Kemana mereka sampai sekarang aku tak dapat menghubungi mereka sama sekali. Mereka pergi meninggalkanku.

Dua bulan berlalu.

Ceklek~
Kamar sura tampak tak tersentuh sama sekali, kuhampiri meja belajar sura. Aku duduk di kursi yang ada di dekat meja ini. meja ini dingin, kalau meja ini memiliki hati dan perasaan pasti dia akan rindu sura sepertiku.
Aku juga masuk kamar choco, kamar dominasi warna pink ini dimataku tampak menjadi warna hitam, tampak sang pemilik tak ada terasa tak berwarna ceria.
Kududukkan tubuhku di meja makan sepi ini. biasanya jam segini kami sudah makan malam bersama bertiga, kadang juga mereka akan menggodaku. Saling berebut lauk yang aku ambil. Tapi sekarang tak ada yang merebut makananku. Sura… choco… kalian dimana?

Tak terasa air mataku menetes dengan ringan. Buru-buru aku menghapusnya, aku merindukan mereka. Kenapa mereka tak menghubungiku sama sekali. Rasanya duniaku tak berwarna tampa sura dan choco disampingku. Ponselku bahkan hampir dua bulan ini tak mendapatkan telepon atau pesan singkat dari mereka.
“sura.. aku mencintaimu, choco aku mecintaimu, kapan kalian pulang.?” Isakan tangis lirihku. Rasanya seperti kehilangan bagian dari hidupku yang berwarna.

Terik matahari menyorot dari jendela yang kemarin tak kututup karena malas beranjak dari tidur, kepalaku pusing terlalu banyak memikirkan sura dan choco. Aku benar – benar malas.

“tutt… nde, anyeonghaseyo saem,.. mianhamnida saya tidak bisa masuk sekolah hari ini. rasanya saya terkena demam. Nde.. ndee saem.. kamshahaeyo… nde anyeonghaseo. Ttutt”

Akupun keluar kamar, sunyi. seperti biasa. Huft aku benar-benar tak tahan. Kuputuskan menghabiskan waktu diluar rumah saja. Mungkin aku bisa pergi untuk berenang. Atau kesauna. Tapi tak akan seru tanpa sura dan choco. Mereka benar-benar sudah memenuhi isi otakku.


Pip-pip-pip

Suara pelan seseorang memasukkan kode rumah dari depan dan pintu depan terbuka. Kualihkan pandangan. Mungkin itu hanya halusinasiku saja, tak mungkin mereka pulang. Mereka sudah meninggalkan aku selamanya.
“sehunnie.. kau tak terawat sekali. Kau seperti gembel tapi tampan. Heheheh…” tangan halus ini menyentuh pipiku. Sura.. apakah ini benar sura. Kang sura?.
“waeyo? Kau tak merindukanku sehunniee?”
“akh.. appo..” teriakku sura mencubit pipiku dengan gemas. Perih. Dan ini nyata, sura ada disini di depanku.
Kupeluk erat sura tak perduli dia mengomel seperti ini, aku terlalu merindukannya. Air mataku tak tertahan lagi. Membasahi bahunya yang memakai hoodie tebal.

“mianhaeyo.. jeongmal mian hehehe… kau bisa menangis juga sehunnie?” kami duduk di maja makan sambil berhadapan, wajah sura tampak khawatir melihat keadaanku, dia sangat cantik.
“oh? Choco eoddiseo?” karena semenjak sura datang choco tak menampakkan diri sama sekali. Apa dia menyusul esok hari.
“oh.. saengi choco ikut dengan suaminya yang tampan tinggal di kanada.”
“MWO? Suaminya di kanada? Kapan menikah, kenapa kalian tak mengundangku.”
“aihh, sehunnie acaranya begitu mendadak. Nenek yifan meninggal di kanada jadi mereka menikah disana juga, dan tak kembali lagi.”
“Yifan? Nama suaminya yifan? Orang china apa kanada ?”
“aihh.. kau tak tau rapper terkenal di tv, wu yifan itu namja campuran china kanada. yifan itu benar-benar tampan, kau saja lewat sehunnie. Dia sempurna.”
“lalu kau bagaimana?” ucapku menatap sura dihadapanku.
“aku? Aku akan bersamamu.”
“maksudmu?”
“ya aku akan menemanimu, tak tega aku meninggalkan namja cengeng sepertimu.” Sura beranjak pergi dari meja makan untuk masuk kekamarku.
Aku mengekorinya mengikutinya, aku bahkan masih tak percaya kalau sura ada disini.

Apa yang dia lakukan? Sura memasukkan baju2 kedalam lemariku. Apa maksudnya. Kang sura. Jangan lagi membuatku gila.
“apa yang kau lakukan?”
“apa kau tak lihat?”
“sura, apa yang kau lakukan? Lemarimu ada dikamarmu. Kalau begini lemariku bisa penuh.” sura tetap melanjutkan kegiatannya tak meresponku. Kugapai lengannya, menariknya untuk menghentikan kegiatanya.
Dengan cepat sura sudah mendorongku kearah tempat tidur. Pabo, kau melakukan kesalahan oh sehun, gadis ini memegang sabuk hitam bagaimana bisa tadi kau menariknya seperti itu.

Sura duduk di atas perutku. Aigoo dia benar-benar cantik bila terlihat dari bawah seperti ini. sura mulai menundukkan badannya mengarahkan bibirnya ke telinganku berbisik lirih, membuat rambut halusku meremang.
“kau milikku oh sehun. Akan kubuat kau tak bisa melirik gadis lain!” walaupun perkataanya sedikit mengancam tapi dengan wajah cantik seperti itu bagiamana orang akan takut. Kuraih tengkuk sura.
Dengan cepat kubalikkan posisi menjadi sura berada dibawahku. Sura menarik kerah bajuku. Dia mengecup sudut bibirku. Aku merindukan ini kang sura. Kutahahan tengkuk sura, menciumnya dalam. Bibirnya terasa sangat manis, dia tersenyum dalam pangutan kami.
“aku mencintaimu sehunnie…”
“aku tak mencintaimu.” Kujulurkan lidahku menjauh mengambil posisi duduk di samping tempat tidur. Sura tampak cemberut, tapi dia masih saja cantik, kang sura kau membuatku benar benar gia.
“mwo! Kau berani menolakku? Kau tahu banyak namja tampan diluar sana yang mengejarku. Kau yakin?”
“……………”
“oh arra aku pergi saja.” Sura beranjak dari tampat tidur.
Kugapai tangannya kududukkan sura diatas pangkuanku, memandang kedua bola matanya yang indah. kudekatkan bibirku menyesap bibir sura yang begitu manis, Dia tampak senang. Dia berhasil membuatku takut kehilangannya sekarang. Kang sura aku juga mencintaimu.
“jadi..?” sura bertanya sembil memelukku dalam setelah kami melepaskan pangutan karena habisan oksigen.
“menurutmu bagaimana?” perlahan tangannya pelan – pelan mengelus dan sesekali meremas punggungku,rambut dan bibirnya merambat ke tengkuk. Membuatku sedikit mendesah tertahan. Sura kembali menciumiku dengan pelan mencoba memasukkan lidahnya kedalam mulutku Lidah kami bertemu dan ia mengajakku untuk berperang lidah, ia menghisap menarik dan mengigit lidahku. Tanganku bergerak menekan kepala sura untuk memperdalam ciuman kami.
Aku melenguh saat tangan halus sura semakin naik menyentuh perut sixpacku-ku dan kembali turun dibagian dalam pangkal paha. memberi sedikit remasan diantara pangkal pahaku.membuatku refleks menggigit bibir menahan desahan agar tidak keluar. OHMY GOD sura membuatku benar-benar hilang akal. Saliva kami bercampur jadi Satu. Kami sama-sama tersenyum.menikmati kegiatan kami sakarang.

Hari-hari kami menghabiskan waktu bersama, belanja, makan, pergi kemanapun bersama. saling mengisi kekurangan masing-masing. Dia selalu menemaniku. Sekarang saat kupejamkan mata dan membuka mata hanya sura dan sura,. Dia benar-benar sudah membuktikan ucapannya kalau aku tak bisa merilirik gadis lain, dan itu jadi kenyataan.
Dia membuatku tak ingin menatap gadis lain selain sura. Kang sura. Dia menjadi kekasihku. Kami tinggal dirumah yang sama. Kami tidur dikamar yang sama. Aku tau batasan selama kami bersama, Cuma rabaan dan ciuman panas dan itu tak lebih. Kami tau hal yang tak harus terjadi.
karena
Aku tak ingin kehilangan sura lagi, dia teman yang baik sekaligus yeojachingu yang paling melindungiku. Terimakasih kang sura.

End

2 komentar:

  1. keren...
    gx nyangka klo nanti trshirny bkal sma sura...

    BalasHapus
  2. The casino is down? All you need to know
    When 남원 출장샵 the 삼척 출장샵 hotel's casino and poker rooms closed, it was one of 전라북도 출장샵 the first resorts 전라북도 출장샵 There was no shortage of 평택 출장안마 casino rooms at the MGM Grand in Las Vegas.

    BalasHapus